Selasa, 24 Maret 2015

Pengantar Perkembangan Kurikulum

MAKALAH PENGANTAR PERKEMBANGAN KURIKULUM
KURIKULUM DAN MASYARAKAT







OLEH :
EMHA MARTITAH HAQ
1204698



KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PENGANTAR PERKEMBANGAN KURIKULUM yang berjudul “Kurikulum dan Masyarakat” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas Pengantar Perkembangan Kurikulum, sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.



Padang,      Mei 2013



                                                                                                              Penulis








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................ 1
C.     Tujuan.......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.    Pengertian Kurikulum.................................................................................. 3
B.     Asas – asas Kurikulum................................................................................. 4
C.     Hakekat Kurikulum...................................................................................... 6
D.    Kurikulum dan Masyarakat.......................................................................... 6
BAB III PENUTUP............................................................................................... 8
Kesimpulan........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 9




BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar dalam proses pengembangan kurikulum di satuan pendidikan, mengingat sekolah adalah miniatur masyarakat yang kelak menjadi pencetak generasi penerus dalam melestarikan warisan budaya. Masyarakat adalah lingkungan tempat sekolah didirikan dan tempat anak – anak sekolah tinggal, bekerja, berada serta tempat mereka memperoleh nilai – nilai kebudayaan.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah tidak ada tanpa masyarakat. Oleh karena itu, ada kaitan yang erat antara sekolah,kebudayaan, dan masyarakat. Dengan perkataan lain, kebudayaan dan masyarakat tempat sekolah berada sangat berpengaruh pada sekolah dan kurikulumnya sebab tugas sekolah, seperti telah disebutkan di atas, adalah untuk meneruskan kebudayaan masyarakat itu kepada generasi muda. Maka seperti yang dikemukakan oleh Johnson, bahwa sumber kurikulum adalah keseluruhan kebudayaan yang ada. Zais juga menambahkan juga menegaskan hal yang sama bahwa studi tentang kurikulum adalah studi tentang masyarakat dan kebudayaan. Oleh sebab itu, penyusun kurikulum seharusnya orang yang memahami kompleksnya masyarakat dan kebudayaan yang membentuk ide – ide, cita – cita dan aspirasi masyarakat.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan kurikulum?
2.      Apa saja asas – asas kurikulum ?
3.      Apa hakekat masyarakat?
4.      Apa hubungan kurikulum dan masyarakat?

C.     Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “Pengantar Perkembangan Kurikulum” dan menjelaskan apa itu pengertian kurikulum, asas – asas kurikulum, hakekat masyarakat, dan menjelaskan hubungan antara kurikulum dan masyarakat. Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi pembaca dan penulis.





















BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Kurikulum
Perkataan “kurikulum” dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Pada waktu itu “kurikulum” dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir.  Disamping penggunaan “kurikulum” semula dalam bidang olahraga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.
Di Indonesia istilah “kurikulum” popular digunakan sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan.
Beberapa defenisi kurikulum menurut para ahli :
1.         J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning ( 1956 ) menjelaskan bahwa kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum.
2.         Harold B. Albertycs. dalam Reorganizing the High – School Curriculum  ( 1965 ) memandang kurikulum sebagai “ semua kegiatan yang disediakan untuk siswa oleh sekolah”.
3.         B. Othanel Smith, W. O. Stanley dan J. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda, agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya.
4.         J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary School Improvemant ( 1973 ) menganut defenisi kurikulum yang luas. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tenaga pengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal – hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaiakan kalau tidak diperhatikan ketiga – tiganya.

Dengan beragamnya pendapat mengenai pengertian kurikulum, maka secara teoritis. kita agak sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Menurut Hamid Hasan ( 1988 ), sebenarnya kurikulum ini bukanlah merupakan sesuatu yang tunggal. Istilah kurikulum menunjukkan berbagai dimensi pengertian. Ia menunjukkan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. Keempat dimensi kurikulum tersebut adalah sebagai berikut :
a)      Kurikulum sebagai suatu ide.
b)      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide.
c)      Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum.
d)     Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.

B.   Asas – asas Kurikulum
1.         Asas Filosofis
Asas filosofis adalah yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. Asas filosofi merupakan asas yang berkaitan dengan pandangan ke depan “What man can become?”akan menjadi apa seseorang di masa depan. Pengembangan kurikulum harus melihat ke depan, akan dijadikan seperti apa anak-anak kelak, sehingga dalam langkah pengembangan kurikulum lebih terarah dan dapat mencapai tujuan seperti yang telah dirumuskan. Asas ini tentunya memperhatikan bagaimana perkembangan yang terjadi di masyarakat secara global sehingga lulusan yang dihasilakan dapat diterima oleh masyarakat sebagai pengguna output. Rendahnya moralitas sekarang ini merupakan satu contoh kegagalan kurikulum yang diterapkan, karena kurangnya perhatian terhadap aspek moral yang dikembangkan masih berorientasi pada pencapaian hasil belajar semata yaitu nilai ujian yang tinggi.
2.         Asas Psikologis
Asas ini adalah asas yang memperhitungkan factor anak dalam kurikulum yakni a. psikologi anak, perkembangan anak, b. psikologi belajar, bagaimana proses belajar anak. Bahwa dalam pengembangan kurikulum harus memperhatikan aspek perkembangan peserta didik yaitu psikis, fisik, dan belajar peserta didik sehingga benar-benar akan dapat menjadikan peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan minat. Hal ini berkaitan dengan “how to teach” bagaimana guru mengajar berkaiatan dengan rancangan pembelajaran yang disusun, metode, dan media pembelajaran agar sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
3.         Asas Sosiologis
Asas ini berkaitan dengan keadaan masyarakat, perkembangan dan perubahannya, kebudayaan manusia, hasil kerja manusia berupa pengetahuan, dan lain- lain. Asas sosiologi berkaitan dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat sekitar, karena sekolah merupakan bagian dari masyarakat sehingga dalam pengembangan kurikulumnya harus memperhatikan nilai-nilai yang ada di masyarakat secara luas. Dari hasil dan proses pendidikan formal akan dihasilakan output yang sadar dan paham akan nilai-nilai yang ada di masyarakat sehingga nantinya dapat menjadi “ agent of social change (agen perubah nilai-nilai sosial tentunya ke arah yang lebih baik)” dan “conservation of value (mengkonservasi nilai-nilai menuju pada suatu tatanan masyarakat sosial yang harmonis dan lebih baik)”.

4.         Asas Organisatoris
Asas ini adalah asas yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. Asas ini mengacu kepada organisasi kurikulum.

C.   Hakekat Masyarakat
Masyarakat merupakan suatu kumpulan para individu yang menyatakan diri mereka  menjadi satu kelompok social. Suatu kumpulan individu saja tidak cukup untuk disebut sebagai suatu masyarakat. Kumpulan persamaan yang membuat mereka berbeda dengan kumpulan individu lainnya. Sesuatu yang membuat mereka menjadi satu kelompok, dan tidak menjadi kelompok yang lain disebut kebudayaan.
Seseorang yang hidup terpisah dari kumpulannya tidak akan memiliki kebudayaan karena dia tidak berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, dia mungkin tidak banyak memperoleh ilmu pengetahuan atau nilai – nilai masyarakatnya. Hanya dengan hidup bersama anggota masyarakatnya seseorang dapat mempelajari kekayaan social budayanya. Disini bias kita ambil kesimpulan bahwa walupun masyarakat dan kebudayaan adalah dua hal yang berbeda, tetapi tanpa kebudayaan tidak akan ada masyarakat, sedangkan tanpa masyarakat tidak ada kebudayaan.
Biasanya masyarakat, baik sadar maupun tidak sadar, bangga atas nilai – nilai kebudayaan mereka, baik yang berbentuk konkrit maupun yang abstrak. Mereka yakin bahwa kebudayaan mereka itu yang terbaik. Oleh karena itu, wajar kalau mereka menginginkan anak – cucu mereka mewarisi nilai – nilai kebudayaan tersebut. Untuk maksud pewarisan itu, mereka mendirikan bdan – badan social atau institusi. Institusi tersebut dapat berupa keluarga, mesjid, madrasah, sekolah, dan lain – lain.

D.   Kurikulum dan Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang terorganisasi yang berpikir tentang dirinya sebagai sesuatu yang berbeda dengan kelompok atau
masyarakat lainnya. Sebagai akibat dari perkembangan yang terjadi saat ini, terutama sebagai pengaruh dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan hidup masyarakat semakin luas dan semakin meningkat sehingga tuntutan hidup pun semakin tinggi. Perkembangan masyarakat tersebut menuntut tersedianya proses pendidikan yang relevan. Pendidikan harus mengantisipasi tuntutan kehidupan dalam suatu masyarakat sehingga dapat mempersiapkan anak didik untuk hidup wajar sesuai dengan kondisi masyarakat dimana mereka hidup. Untuk terciptanya proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat maka diperlukan rancangan pendidikan berupa kurikulum yang landasan pengembangannya memperhatikan perkembanagn masyarakat.
Kurikulum sebagai program atau rancangan pendidikan harus dapat menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat. Bukan hanya dari segi isi programnya tetapi juga dari segi pendekatan dan strategi pelaksanaannya. Oleh karena itu, guru sebagai pelaksana kurikulum dituntut lebih peka mengantisipasi perkembangan masyarakat, agar apa yang diberikan kepada siswa relevan dan berguna bagi kehidupannya di masyarakat. Penerapan teori, prinsip, dan hokum yang terdapat dalam semua ilmu pengetahuan yang ada dalam kurikulum, harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa akan lebih bermakna dalam hidupnya. Pengembangan kurikulum yang hanya didasarkan pada kemampuan dasar saja tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Pengembangan kurikulum harus ditekankan pada pengembangan individu yang mencakup keterkaitannya dengan lingkungan masyarakat setempat. Uraian tersebut, menunjukkan betapa pentingnya factor kebutuhan dan tuntuan masyarakat dalam pengembangan kurikulum.






BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.      Kurikulum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. 
2.      Kurikulum terbagi menjadi empat dimensi, yaitu :
a)      Kurikulum sebagai suatu ide.
b)      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis.
c)      Kurikulum seabagai suatu kegiatan.
d)     Kurikulum sebgaai suatu hasil.
3.      Asas kurikulum ada empat, yaitu :
a)      Asas filosofis.
b)      Asas psikologis.
c)      Asas sosiologis.
d)     Asas organisatoris.
4.      Masyarakat merupakan suatu kumpulan para individu yang menyatakan diri mereka  menjadi satu kelompok social yang mempunyai persamaan yang membuat mereka berbeda dengan kelompok lainnya.
5.      Keberhasilan suatu pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat.









DAFTAR PUSTAKA
Ansyar, Mohammad. Dasar – dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta : P2LPTK.
Hernawan, Asep herry, dkk. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.
Nasution, S. Asas – asas Kurikulum. Jakarta : Jemmars Bandung.
Nasution, S. Asas – asas Kurikulum Edisi Kedua. Jakarta : Bumi Aksara.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar