MAKALAH PENGANTAR
PERKEMBANGAN KURIKULUM
KURIKULUM
DAN MASYARAKAT
OLEH :
EMHA MARTITAH HAQ
1204698
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PENGANTAR
PERKEMBANGAN KURIKULUM yang berjudul “Kurikulum
dan Masyarakat” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini
disusun untuk melengkapi salah satu tugas Pengantar Perkembangan Kurikulum, sesuai dengan
ketentuan yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mohon maaf
apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah
ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.
Padang, Mei
2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................ 1
C.
Tujuan.......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Pengertian Kurikulum.................................................................................. 3
B.
Asas – asas Kurikulum................................................................................. 4
C.
Hakekat Kurikulum...................................................................................... 6
D.
Kurikulum dan Masyarakat.......................................................................... 6
BAB III PENUTUP............................................................................................... 8
Kesimpulan........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Masyarakat
memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar dalam proses pengembangan
kurikulum di satuan pendidikan, mengingat sekolah adalah miniatur masyarakat
yang kelak menjadi pencetak generasi penerus dalam melestarikan warisan budaya.
Masyarakat adalah lingkungan tempat sekolah didirikan dan tempat anak – anak
sekolah tinggal, bekerja, berada serta tempat mereka memperoleh nilai – nilai
kebudayaan.
Dari
pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah tidak ada tanpa masyarakat. Oleh
karena itu, ada kaitan yang erat antara sekolah,kebudayaan, dan masyarakat.
Dengan perkataan lain, kebudayaan dan masyarakat tempat sekolah berada sangat
berpengaruh pada sekolah dan kurikulumnya sebab tugas sekolah, seperti telah
disebutkan di atas, adalah untuk meneruskan kebudayaan masyarakat itu kepada
generasi muda. Maka seperti yang dikemukakan oleh Johnson, bahwa sumber
kurikulum adalah keseluruhan kebudayaan yang ada. Zais juga menambahkan juga
menegaskan hal yang sama bahwa studi tentang kurikulum adalah studi tentang
masyarakat dan kebudayaan. Oleh sebab itu, penyusun kurikulum seharusnya orang
yang memahami kompleksnya masyarakat dan kebudayaan yang membentuk ide – ide,
cita – cita dan aspirasi masyarakat.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai
berikut.
1. Apa yang dimaksud
dengan kurikulum?
2. Apa saja asas – asas kurikulum ?
3. Apa hakekat masyarakat?
4. Apa hubungan kurikulum dan
masyarakat?
C.
Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah “Pengantar Perkembangan Kurikulum” dan menjelaskan apa itu pengertian
kurikulum, asas – asas kurikulum, hakekat masyarakat, dan menjelaskan hubungan
antara kurikulum dan masyarakat. Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi pembaca dan
penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kurikulum
Perkataan
“kurikulum” dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang
lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk
pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Pada waktu itu “kurikulum” dimaksud
suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari
awal sampai akhir. Disamping penggunaan
“kurikulum” semula dalam bidang olahraga, kemudian dipakai dalam bidang
pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.
Di
Indonesia istilah “kurikulum” popular digunakan sejak tahun lima puluhan, yang
dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini
istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan.
Beberapa
defenisi kurikulum menurut para ahli :
1.
J.
Galen Saylor dan William M. Alexander dalam buku Curriculum
Planning for Better Teaching and Learning ( 1956 ) menjelaskan bahwa kurikulum
adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam
ruangan kelas, di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum.
2.
Harold
B. Albertycs. dalam Reorganizing the High – School Curriculum ( 1965 ) memandang kurikulum sebagai “ semua kegiatan
yang disediakan untuk siswa oleh sekolah”.
3.
B.
Othanel Smith, W. O. Stanley dan J. Harlan Shores memandang kurikulum
sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak
dan pemuda, agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya.
4.
J.
Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary
School Improvemant ( 1973 ) menganut defenisi kurikulum yang luas. Menurut
mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi
murid dan seluruh program, perubahan tenaga pengajar, bimbingan dan penyuluhan,
supervise dan administrasi dan hal – hal structural mengenai waktu, jumlah
ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok, program,
manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan
perbaiakan kalau tidak diperhatikan ketiga – tiganya.
Dengan beragamnya
pendapat mengenai pengertian kurikulum, maka secara teoritis. kita agak sulit
menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Menurut Hamid
Hasan ( 1988 ), sebenarnya kurikulum ini bukanlah merupakan sesuatu yang
tunggal. Istilah kurikulum menunjukkan berbagai dimensi pengertian. Ia
menunjukkan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi
pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan.
Keempat dimensi kurikulum tersebut adalah sebagai berikut :
a)
Kurikulum sebagai suatu
ide.
b)
Kurikulum sebagai suatu
rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai
suatu ide.
c)
Kurikulum sebagai suatu
kegiatan yang sering pula disebut dengan kurikulum sebagai suatu realita atau
implementasi kurikulum.
d)
Kurikulum sebagai suatu
hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.
B.
Asas
– asas Kurikulum
1.
Asas
Filosofis
Asas filosofis adalah yang
berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. Asas
filosofi merupakan asas yang berkaitan dengan pandangan ke depan “What man can
become?”akan menjadi apa seseorang di masa depan. Pengembangan kurikulum harus
melihat ke depan, akan dijadikan seperti apa anak-anak kelak, sehingga dalam
langkah pengembangan kurikulum lebih terarah dan dapat mencapai tujuan seperti
yang telah dirumuskan. Asas ini tentunya memperhatikan bagaimana perkembangan
yang terjadi di masyarakat secara global sehingga lulusan yang dihasilakan
dapat diterima oleh masyarakat sebagai pengguna output. Rendahnya moralitas
sekarang ini merupakan satu contoh kegagalan kurikulum yang diterapkan, karena
kurangnya perhatian terhadap aspek moral yang dikembangkan masih berorientasi
pada pencapaian hasil belajar semata yaitu nilai ujian yang tinggi.
2.
Asas
Psikologis
Asas
ini adalah asas yang memperhitungkan factor anak dalam kurikulum yakni a.
psikologi anak, perkembangan anak, b. psikologi belajar, bagaimana proses
belajar anak. Bahwa dalam pengembangan kurikulum harus memperhatikan aspek
perkembangan peserta didik yaitu psikis, fisik, dan belajar peserta didik
sehingga benar-benar akan dapat menjadikan peserta didik berkembang secara
optimal sesuai dengan bakat dan minat. Hal ini berkaitan dengan “how to teach”
bagaimana guru mengajar berkaiatan dengan rancangan pembelajaran yang disusun,
metode, dan media pembelajaran agar sesuai dengan taraf perkembangan peserta
didik.
3.
Asas
Sosiologis
Asas ini berkaitan dengan keadaan masyarakat,
perkembangan dan perubahannya, kebudayaan manusia, hasil kerja manusia berupa
pengetahuan, dan lain- lain. Asas sosiologi berkaitan dengan nilai-nilai yang
ada di lingkungan masyarakat sekitar, karena sekolah merupakan bagian dari
masyarakat sehingga dalam pengembangan kurikulumnya harus memperhatikan
nilai-nilai yang ada di masyarakat secara luas. Dari hasil dan proses
pendidikan formal akan dihasilakan output yang sadar dan paham akan nilai-nilai
yang ada di masyarakat sehingga nantinya dapat menjadi “ agent of social change
(agen perubah nilai-nilai sosial tentunya ke arah yang lebih baik)” dan
“conservation of value (mengkonservasi nilai-nilai menuju pada suatu tatanan
masyarakat sosial yang harmonis dan lebih baik)”.
4.
Asas
Organisatoris
Asas ini adalah asas
yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan.
Asas ini mengacu kepada organisasi kurikulum.
C.
Hakekat
Masyarakat
Masyarakat
merupakan suatu kumpulan para individu yang menyatakan diri mereka menjadi satu kelompok social. Suatu kumpulan
individu saja tidak cukup untuk disebut sebagai suatu masyarakat. Kumpulan
persamaan yang membuat mereka berbeda dengan kumpulan individu lainnya. Sesuatu
yang membuat mereka menjadi satu kelompok, dan tidak menjadi kelompok yang lain
disebut kebudayaan.
Seseorang
yang hidup terpisah dari kumpulannya tidak akan memiliki kebudayaan karena dia
tidak berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, dia mungkin tidak
banyak memperoleh ilmu pengetahuan atau nilai – nilai masyarakatnya. Hanya
dengan hidup bersama anggota masyarakatnya seseorang dapat mempelajari kekayaan
social budayanya. Disini bias kita ambil kesimpulan bahwa walupun masyarakat
dan kebudayaan adalah dua hal yang berbeda, tetapi tanpa kebudayaan tidak akan ada
masyarakat, sedangkan tanpa masyarakat tidak ada kebudayaan.
Biasanya
masyarakat, baik sadar maupun tidak sadar, bangga atas nilai – nilai kebudayaan
mereka, baik yang berbentuk konkrit maupun yang abstrak. Mereka yakin bahwa
kebudayaan mereka itu yang terbaik. Oleh karena itu, wajar kalau mereka
menginginkan anak – cucu mereka mewarisi nilai – nilai kebudayaan tersebut.
Untuk maksud pewarisan itu, mereka mendirikan bdan – badan social atau
institusi. Institusi tersebut dapat berupa keluarga, mesjid, madrasah, sekolah,
dan lain – lain.
D.
Kurikulum
dan Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok
individu yang terorganisasi yang berpikir tentang dirinya sebagai sesuatu yang
berbeda dengan kelompok atau
masyarakat lainnya. Sebagai akibat dari perkembangan
yang terjadi saat ini, terutama sebagai pengaruh dari kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, kebutuhan hidup masyarakat semakin luas dan semakin meningkat
sehingga tuntutan hidup pun semakin tinggi. Perkembangan masyarakat tersebut
menuntut tersedianya proses pendidikan yang relevan. Pendidikan harus
mengantisipasi tuntutan kehidupan dalam suatu masyarakat sehingga dapat
mempersiapkan anak didik untuk hidup wajar sesuai dengan kondisi masyarakat
dimana mereka hidup. Untuk terciptanya proses pendidikan yang sesuai dengan
perkembangan masyarakat maka diperlukan rancangan pendidikan berupa kurikulum
yang landasan pengembangannya memperhatikan perkembanagn masyarakat.
Kurikulum sebagai program atau
rancangan pendidikan harus dapat menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat.
Bukan hanya dari segi isi programnya tetapi juga dari segi pendekatan dan
strategi pelaksanaannya. Oleh karena itu, guru sebagai pelaksana kurikulum
dituntut lebih peka mengantisipasi perkembangan masyarakat, agar apa yang
diberikan kepada siswa relevan dan berguna bagi kehidupannya di masyarakat.
Penerapan teori, prinsip, dan hokum yang terdapat dalam semua ilmu pengetahuan
yang ada dalam kurikulum, harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat
sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa akan lebih bermakna dalam
hidupnya. Pengembangan kurikulum yang hanya didasarkan pada kemampuan dasar
saja tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Pengembangan
kurikulum harus ditekankan pada pengembangan individu yang mencakup
keterkaitannya dengan lingkungan masyarakat setempat. Uraian tersebut,
menunjukkan betapa pentingnya factor kebutuhan dan tuntuan masyarakat dalam
pengembangan kurikulum.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
Kurikulum adalah suatu jarak yang
harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai
akhir.
2.
Kurikulum terbagi menjadi empat dimensi, yaitu :
a) Kurikulum sebagai suatu ide.
b) Kurikulum sebagai suatu rencana
tertulis.
c) Kurikulum seabagai suatu kegiatan.
d) Kurikulum sebgaai suatu hasil.
3.
Asas kurikulum ada empat, yaitu :
a) Asas filosofis.
b) Asas psikologis.
c) Asas sosiologis.
d) Asas organisatoris.
4.
Masyarakat merupakan suatu kumpulan para individu yang
menyatakan diri mereka menjadi satu
kelompok social yang mempunyai persamaan yang membuat mereka berbeda dengan
kelompok lainnya.
5.
Keberhasilan suatu pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan
kehidupan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Ansyar, Mohammad. Dasar – dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta
: P2LPTK.
Hernawan, Asep herry, dkk. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta
: Universitas Terbuka.
Nasution, S. Asas – asas Kurikulum. Jakarta : Jemmars Bandung.
Nasution, S. Asas – asas Kurikulum Edisi Kedua. Jakarta : Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar