Selasa, 24 Maret 2015

Penjaskes

MAKALAH
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN
PERMAINAN KECIL
“PEMBUNUH AYAM”


LogoUNP1-300x300








DISUSUN OLEH :
NAMA                     : EMHA MARTITAH HAQ
NIM/ TM                 : 1204698/ 2012
KODE SEKSI         : 97235
NO. URUT              : 27                                            


KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2014





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN yang berjudul “Pembunuh Ayam” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Bapak Drs.Umar, M.S. sebagai dosen pengajar.
Ucapan Terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah ini. Selanjutnya penulis mengharap saran dan kritik untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.



Padang,      Maret 2014


                 Penulis









DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii           
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................ 1
C.     Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.    Ide Permainan.............................................................................................. 3
B.     Manfaat dan Tujuan Permainan................................................................... 3
C.     Unsur yang Terkandung dalam Permainan........................................... ....... 3
D.    Alat yang Dipakai........................................................................................ 4
E.     Aturan Permainan......................................................................................... 4
F.      Cara Bermain................................................................................................ 4
G.    Skema Permainan......................................................................................... 5
BAB III PENUTUP............................................................................................... 7
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 7
B.     Saran.............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 8





                                          
 BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak. Apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik; artinya olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial.
Olahraga dapat dilakukan dengan bermain. Bermain merupakan salah satu kebutuhan yang dapat mengembangkan kemampuan motorik anak termasuk memahami nilai- nilai kehidupan. Tidak seperti tanggapan sebagian orang bahwa bermain itu hanya buang-buang waktu, sebenarnya banyak keuntungan yang didapat seorang  anak dengan bermain.
Permainan pembunuh ayam ini merupakan salah satu permainan yang tidak membutuhkna banyak peralatan untuk memulainya. Permainan ini hanya membutuhkan 3 bola kasti sebagai alatnya. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak – anak sampai orang dewasa dan bisa dimainkan oleh perempuan atupun laki – laki. Permainan pembunuh ayam ini tidak sulit dimainkan bahkan mudah untuk dimainkan oleh anak – anak. Peserta dalam permainan ini minimal 4 orang dan maksimal 20 orang.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apa ide dari permainan pembunuh ayam?
2.      Apa tujuan dan manfaat dari permaianan pembunuh ayam?
3.      Unsur – unsur apa saja yang terkandung dalam permainan pembunuh ayam?
4.      Bagaimana cara bermain pembunuh ayam?
C.      Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “Pendidikan Jasmani dan Kesehatan” dan menjelaskan apa saja ide dari permainan pembunuh ayam, unsur – unsur, tujuan dan manfaat permaianan pembunuh ayam, serta menjelaskan bagaimana cara bermain pembunuh ayam itu. Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi pembaca dan penulis.















BAB II
PEMBAHASAN
PEMBUNUH AYAM
A.    Ide Permainan
Permainan pembunuh ayam adalah bentuk modifikasi pemanasan dengan alat. Permainan ini dapat dilakukan oleh siapa pun dan jumlah pemain maksimal 20 orang. Permainan ini termasuk permainan yang  mengandalkan kecepatan, ketepatan, dan daya tahan tubuh. Adapun saranan dan prasarana  yang  dibutuhkan dalam permainan ini adalah lapangan atau kawasan yang setidaknya cukup luas tergantung dengan jumlah pemain.
B.     Manfaat dan Tujuan Permaianan
Adapun manfaat dan tujuan permainan ini diantaranya adalah:
a.       Memberikan aktifitas gerak  dan meningkatkan kesegaran jasmani.
b.      Melatih kelincahan.
c.       Memberikan kesenangan yang bersifat hiburan.
d.      Melatih kemampuan fleksibilitas kaki.
e.       Meningkatkan suhu tubuh.
C.    Unsur yang Terkandung dalam Permainan
a.        Kognitif
Nilai kognitif yang terkandung dalam permainan ini, yaitu dalam permainan peserta berfikir agar mereka bisa secepat mungkin melaksanakan permainan dengan baik dan berusaha menjadi yang terbaik tanpa berbuat curang.
b.      Afektif
Nilai afektif yang terkandung dalam permainan ini yaitu peserta melakukan interaksi dengan teman yang satu dengan teman yang lainnya. Dalam artian adanya kerjasama yang baik dengan teman kelompok bermain dan berusaha menjadi pemenang dan menghindar dari kejaran pembunuh.
c.       Psikomotor
Bilai psikomotor dalam permainan ini yaitu kecepatan dan unsure gerak yang dimiliki pemain artinya pemain melakukan gerak berpindah dari tempat satu  ke tempat lain.

D.    Alat yang Dipakai
-          3 buah bola kasti.

E.     Aturan Permainan
Peraturan Permainan   :
1.        Permainan menggunakan lapangan yang berukuran 10×10 m
2.        1 orang siswa  menjadi pembunuh yang berada di luar lapangan dan siswa lainnya menjadi ayam yang berada di dalam lapangan.
3.        Si pembunuh bertugas untuk mematikan ayam dengan cara melempari ayam dengan bola dengan catatan tidak boleh masuk ke lapangan dan hanya diperbolehkan memutari lapangan dengan batas menginjak garis lapangan.
4.        Bagi ayam yang terkena lemparan maka si ayam dianggap mati dan harus bergabung dengan pembunuh untuk ikut menjadi pembunuh.
5.        Sasaran lemparan yaitu perut ke bawah, jika lemparan mengenai perut ke atas maka ayam dianggap tidak mati.
6.        Demikian seterusnya seperti itu sampai ayam habis terbunuh.
7.        Permainan ini pertama kali hanya menggunakan satu bola, tetapi selanjutnya jumlah bola bertambah karena pembunuh juga bertambah banyak.
8.        Dalam permainan ini maksimal menggunakan tiga bola.

F.     Cara Bermain
Satu orang peserta berperan sebagai pembunuh dan selebihnya sebagai ayam. Peserta yang berperan sebagai pembunuh berdiri di luar garis lapangan, sementara ayam – ayam berada di dalam lapangan. Sebelum permainan dimulai instruktur menyebutkan aturan permainan atau aba-aba permainan terlebih dahulu. Pertama, si pembunuh berusaha mematikan ayam dengan cara melemparinya dengan bola ke daerah sasaran yaitu perut ke bawah. Sementara ayam tetap berada di dalam lapangan dan berkonsentrasi agar tidak terkena lemparan bola pembunuh. Jika bola mengenai bagian perut ke atas, maka ayam dianggap tidak mati. Jika ada ayam yang terkena bola pembunuh, maka ayam tersebut dianggap mati dan harus bergabung dengan pembunuh dan ikut menjadi pembunuh. Demikian seterusnya sampai ayam habis.
G.    Skema Permainan
 





Gambar 1: semua peserta berada dalam lingkaran, kecuali satu peserta yang berperan sebagai pembunuh
Penjelasan : semua peserta yang berperan sebagai ayam berada di dalam lingkaran yang berukuran 10 m x 10 m. Sementara pesrta yang berperan sebagai pembunuh berdiri di luar lingkaran dan berusaha membunuh ayam yang ada di dalam lingkaran.






 




Gambar 2: ayam yang sudah terkena lemparan bola keluar dari lapangan dan bergabung dengan pembunuh untuk menjatuhkan ayam – ayam yang lain
Penjelasan : ayam yang sudah terkena lemparan bola keluar dan bergabung dengan pembunuh untuk menjatuhkan ayam – ayam yang lain, begitu seterusnya sampai ayam – ayam yang ada di dalam lingkaran habis.














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Permainan pembunuh ayam ini hanya membutuhkan 3 bola kasti sebagai alatnya. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak – anak sampai orang dewasa dan bisa dimainkan oleh perempuan atupun laki – laki. Peserta dalam permainan ini minimal 4 orang dan maksimal 20 orang. Dalam permainan ini satu orang anak berperan sebagai pembunuh dan sisanya sebagai ayam. Permainan ini termasuk permainan yang mengandalkan kecepatan, ketepatan, dan daya tahan.

B.     Saran
Dalam bermain sebaiknya instruktur dapat mengontol atau mengatur para peserta dengan baik dan dapat memberikan aba- aba yang jelas dan tegas jika tidak ada keseriusan dalam bermain. Serta pemain diharapkan bermain secara sportif dan tidak ada kecurangan.









DAFTAR PUSTAKA

Tim penjas, 2013. Teori Dan Praktik Kesegaran Jasmani, FIK UNP : PADANG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar