Selasa, 24 Maret 2015

Strategi Pembelajaran

MAKALAH
STRATEGI PEMBELAJARAN
“Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (SPBAS)”
UNP.jpeg

OLEH KELOMPOK 3:
1.    Ade Wirnanda                     (1204688)
2.    Shahmata Islami                 (1200391)
3.    Emha Martitah Haq            (1204698)
4.    Wiwi Nofiarida                     (1200403)
5.    Mediya Ramadhani            (1204679)
6.    Irena Meisyaroh                  (1200423)
7.    M. Fadli                                  (  04094  )
8.    M. Alyas Bin Johari            ( 1204     )


KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013






KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam penulis ucapkan kepada Nabi besar Muhammad Saw yang telah menyampaikan ajaran islam untuk mencerdaskan kehidupan umat manusia.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (SPBAS).
Harapan penulis, semoga makalah ini akan mencapai tujuan dan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat. Tentu, karena karya pikir adalah karya manusia yang tidak luput dari kesalahan, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan demi kesempurnaannya dimasa yang akan datang.


                                                                                Padang,   September 2013



                                                                                                Penulis                 


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................          i
DAFTAR ISI  ..................................................................................................................         ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................        1
A.   Latar Belakang...................................................................................................        1
B.   Rumusan Masalah............................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................        3
1.    Pengertian Strategi Pembelajaran..................................................................        3
2.    Metode Strategi Pembelajaran........................................................................        4
3.    Prinsip – prinsip Strategi Pembelajaran........................................................        7
4.    Konsep Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa....................................        8
5.    Peran Guru Dalam Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa................        8
6.    Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran...........................................        9
7.    Faktor – faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan PBAS.........................      10
BAB III PENUTUP.........................................................................................................      11
KESIMPULAN..........................................................................................................      11
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................      13








STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI AKTIFITAS SISWA
BAB I
PENDAHULUAN

A.‎    Latar Belakang
Salah satu masalah yang dihadapi di dunia pendidikan kita sekarang ini ‎adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, ‎anak kurang didorong untuk mengembangkan kemempuan berpikir. Proses ‎pembelajaran didalam kelas diarahkan kepada kemempuan anak untyuk ‎menghafal informasi, otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun ‎berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya ‎itu untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya? Ketika ‎anak didik kita lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi ‎mereka miskin aplikasi.‎
Mengajar bukan sekedar menyampaikan materi kepada peserta didik. ‎Mengajar merupakan suatu proses mengubah perilaku siswa baik secara ‎intelektual, sikap maupun keterampilan yang dimiliki kearah yang diharapkan. ‎Untuk itu seorang guru harus memiliki kemampuan khusus dalam merancang ‎dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran yang dianggap ‎cocok dengan minat dan bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. ‎Itulah sebabnya guru dapat dikatakan sebagi pekerjaan professional.‎
Dengan adanya srtategi ‎pembelajaran diharapkan peserta didik kita akan menjadi lebih baik dan dapat ‎dengan mudah menerima pembelajarannya, serta dapat langsung di ‎implikasikan dalam kehidupan sehari-hari.‎







B.‎    Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran?‎
2.    Bagaimana metode-metode strategi pembelajaran?‎
3.    Bagaimana prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran?‎
4.    Bagaimanakah konsep pembelajaran berorientasi aktifitas siswa?‎
5.    Bagaimanakah peran guru dalam implementasi pembelajaran berorientasi ‎pada siswa?‎


























BAB II
PEMBAHASAN

1.‎    Pengertian Strategi Pembelajaran
Kata ‎strategi berasal dari kata Strategos (Yunani) atauStrategus. Strategos berarti ‎jenderal atau berarti pula perwira Negara (state officer). Jenderal inilah yang ‎bertanggung jawab merencanakan suatu strategi dan mengarahkan pasukannya ‎untuk mencapai kemenangan.(Drs.H. Abu Ahmadi-Drs, Joko Tri ‎Prasetya,1997:121).‎
Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu ‎lain, termasuk bidang ilmu pendidikan, dalam kaitannya dengan belajar ‎mengajar, pemakain istilah strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru ‎dalam menciptakan suatu sitem lingkungan yang memungkinkan tejadinya ‎proses mengajar.‎
Pengertian Strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada ‎dasarnya sama. Joni (1983) berpendapat bahwa yang dimaksud strategi adalah ‎suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif ‎kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Secara spesifik ‎Sherly (1987) merumuskan pengertian strategi sebagai keputusan-keputusan ‎bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan untuk mencapai ‎tujuan.‎
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu ‎kegitan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan ‎pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Dick and Carey (1985) ‎menyebutkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan ‎prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk ‎menimbulkan hasi belajar pada siswa.‎
Dari pengertian diatas, ada dua hal yang perlu dicermati. Pertama, ‎strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) ‎termasuk penggunaan metode dan pemamnfaatan sumber daya atau kekuatan ‎dalam pembelajaran.Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, ‎artinya arah tujuan dari penyusunan langkah-langkah strategi adalah ‎pencapaian tujuan.

2.‎    Metode Strategi Pembelajaran
Dalam menggunakan model mengajar sudah barang tentu guru yang ‎tidak mengenal metode mengajar jangan diharap bisa melaksanakan proses ‎beljar-mengajar dengan sebaik-baiknya. Untuk mendorong keberhasilan dalam ‎proses beljar-mengajar dibawah ini ada beberapa strategi pembelajaran sebagai ‎metode untuk proses belajar-mengajar.‎

‎A.‎   Metode Ceramah
Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan ‎penuturan lisan dari guru kepada peserta didik. Dalam pelaksanaan ceramah ‎untuk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu ‎seperti gambar, dan audio visual lainnya. Peranan siswa dalam metode ini ‎adalah mendengarkan dengan teliti dan mencata pokok penting yg ‎dikemukakan oleh guru.‎
Agar ceramah itu menjadi metode yang baik pelu diperhatikan hal ‎berikut:‎
a)    Metode ceramah digunakan jika jumlah khalayak cukup banyak.
b)    Metode ceramah digunakan jika akan memperkenalkan materi ‎pelajaran baru.
c)    Metode ceramah digunakan khalayaknya telah mampu menerima ‎informasi melalui kata-kata.
d)    Diselingi oleh penjelasan melalui gambar dan alat-alat visual ‎lainnya.‎
e)    Guru harus berlatih dahulu.

B.‎   Metode Tanya – Jawab (Respons)‎
Metode Tanya jawab adalah suatu metode didalam pendidikan dan ‎pengajaran dimana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang bahan ‎materi yang ingin diperolehnya, metode Tanya jawab dilakukan agar:
a)    Sebagai ulangan pelajaran yang telah diberikan.
b)    Sebagai selingan dalam pembicaraan.
c)    Untuk merangsang anak didik agar perhatiannya tercurah kepada ‎masalah yang sedang diberikan.
d)    Untuk mengarahkan proses berfikir.
C.‎   Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan ‎masalah untuk mengambil kesimpulan. Adapun manfaatnya antara lain:‎
a)    Peserta didik memperoleh kesempatan untuk berfikir.
b)    Peserta didik mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap ‎dan aspirasinya secara bebas.
c)    Peserta didik belajar toleran terhadap teman-temannya.
d)    Menumbuhkan partisipasi aktif dikalangan peserta didik. dll ‎
D.‎   Metode Pemberian Tugas Belajar (Resitasi)‎
Metode ini sering juga disebut metode pekerjaan rumah yaitu metode ‎dimana murid diberi tugas diluar jam pelajaran. Dalam pelaksanaanya ‎metode ini anak-anak dapat mengerjakan tugasnya tidak hanya dirumah ‎tetapi dapat diperpustakaan, dilaboratorium, dan sebagainya untuk di ‎pertanggung jawabkan, metode ini dilakukan:‎
a)    Guru mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah diterima ‎anak lebih meyakinkan.
b)    Untuk mengaktifkan peserta didik mempelajari sendiri suatu masalah ‎dengan membaca sendiri, mengerjakan soal-soal sendiri, dan ‎mencoba sendiri.
c)    Agar peserta didik lebih rajin.


‎E.‎   Metode Demontrasi dan Eksprimen
Metode demontrasi adalah metode mengajar dimana guru atau orang ‎lain yang sengaja diminta atau murid sendiri memperlihatkan kepada seluruh ‎kelas suatu proses, misalnya proses cara mengambil wuduk,proses jalannya ‎sholat dua rakaat dan sebagainya
Metode eksprimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid ‎brsama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang ‎diketahui, misalnya murid mengerjakan sholat jumaat,merawat jenazah dan ‎sebagainya.

Metode ini dilakukan agar:‎
a)    Peserta didik menunjukkan ketrampilan tertentu.
b)    Untuk memudahkan berbagai penjelasan, sebab penggunaan ‎bahasa dapat lebih terbatas.
c)    Untuk membantu peserta didik memahami dengan jelas jalannya ‎suatu proses dengan penuh perhatian sebab akan menarik.‎
F.‎      Metode Sosiodrama dan Bermain Peranan
Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan mendemontrasikan ‎cara bertingkah laku dalam hubungan social, sedangkan bermain peranan ‎menekankan kenyataan dimana para murid diikut sertakan dalam permainan ‎peranan didalam mendemontrasikan masalah-masalah social.‎
G.‎      Metode Karyawisata
Metode karya wisata sering diberi pengertian sebagai suatu metode ‎pengajaran yang dilaksanakan dengan cara bertamasya diluar kelas. Dalam ‎perjalanan tamasya ada hal-hal tertentu yang telah direncakan oleh guru ‎untuk didemonstrasikan pada anak didik, di samping hal-hal yang secara ‎kebetulan ditemukan dalam tamasya tersebut.‎

‎H.‎  
  Metode Mengajar Beregu ‎
Adalah salah satu cara menyajikan bahan pelajaran  yang dilakukan ‎bersama oleh dua orang atau lebih kepada kelompok pelajar untuk mencapai ‎tujuan pengajaran. Guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode ‎ini menyajikan bahan pengajaran yang sama dan dalam waktu yang sama ‎pula.‎
Apabila pertentangan informasi keterangan itu muncul pada waktu ‎pengajaran berlangsung, maka anggota tim berusaha untuk menyatukan ‎pendapat, tetapi bagi kelompok pelajar yang diperkirakan sudah dewasa dan ‎sudah dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah.‎



I.‎        Metode Proyek (Unit)‎
Adalah suatu metode mengajar dimana bahan pelajaran di organisasikan ‎sedemikian rupa sehingga merupakan suatu keseluruhan atau kesatuan bulat ‎yang bermakna dan mengandung suatu pokok masalah, adapun faktor - faktor ‎yang harus diperhatikan:
a)    Sesuai dengan minat,kebutuhan dan pengalaman pelajar.
b)    Merangsang serta memberikan kesempatan kepada para pelajar ‎untuk menggunakan pikirannya untuk berkreasi dan sudah ‎terencana.‎

3.‎    Prinsip - Prinsip Strategi Pembelajaran
Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah tidak semua ‎strategi cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. ‎Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri dan guru harus mampu ‎memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Oleh karena itu, guru ‎harus memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran ‎sebagai berikut:‎
1)    Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa, ‎apa yang            telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan ‎yang akan di ajarkan, hal ini sangat penting agar proses bvelajar ‎mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.‎
2)    Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan harus bersifat praktis, ‎hal ini dapat menarik minat sekaligus memotivasi belajar.‎
3)    Mengajar harus mempehatikan individual siswa.‎
4)    Kesiapan (readinees) dalam belajar sangat penting dijadikan ‎landasan    mengajar.‎
5)    Tujuan pengajaran harus diketahui siswa.
6)    Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar.(Dr. ‎Hamzah B,       Uno,M.Pd, 2008:7)‎


4.‎    Konsep Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa
Pembelajaran berorientasi aktivitas siswa dapat dipandang sebagai suatu ‎pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktiivitas siswa ‎secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek ‎kognotif, afektif, dan psikomotor secara berkembang, aktivitas ini dapat ‎berupa aktivitas fisik,mental maupun keduanya dan pembelajaran berorientasi ‎aktivitas siswa ini merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar, dimana ‎anak terutama mengalami intelektual emosional disamping keterlibatatan fisik ‎didalam proses belajar mengajar.(Drs.H. Abu Ahmadi-Drs, Joko Tri ‎Prasetya,1997:120)
Keterlibatan atau keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar ‎beraneka ragam, seperti mendengarkan ceramah,mendiskusikan,membuat suatu ‎alat, membuat laporan pelaksanaan-pelaksanaan tugas dan sebagainya. ‎Keaktifan siswa yang berbeda-beda ini dapatlah dikelompokkan atas aktivitas ‎yang bersifat fisik dan aktivitas yang bersifat non fisik, seperti mental, ‎intelektual dan emosional.(Drs.H. Abu Ahmadi-Drs, Joko Tri ‎Prasetya,1997:121).‎
Dari konsep diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan dari ‎pembelajaran berorientasi siswa adalah untuk membantu peserta didik agar ‎bisa belajar mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memmperoleh pengetahuan, ‎keterampilan, dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang ‎mandiri. Jika dihubungkan dengan tujuan pendidikan nasional  maka ‎pembelajaran aktivitas siswa adalah pendekatan yang paling sesuai untuk ‎dikembangkan.‎


5.‎    Peran Guru Dalam Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa
Pembelajaran berorientasi aktifitas siswa dilihat dari segi guru ‎merupakan suatu strategi yang dipilih guru agar keaktifan siswa dalam kegiatan ‎belajar mengajar berlangsung secra optimal, Dalam implementasi pembelajaran ‎berorientasi aktifitas siswa, guru tidak berperan sebagai satu - satunya sumber ‎belajar yang bertugas menuangkan materi pelajaran kepada siswa, tetapi yang ‎lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi siswa agar belajar. Oleh karena ‎itu, penerapan pembelajaran berorientasi aktifitas siswa menuntut guru untuk ‎kreatif dan inovatif sehingga mampu menyesuaikan kegiatan mengajaranya ‎dengan gaya dan karakteristik belajar siswa. Untuk itu ada beberapa kegiatan ‎yang dapat dilakukun guru, diantaranya adalah :‎
a.    Mengemukakan berbagai alternative tujuan pembelalajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
b.    Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa.
c.    Memeberikan informasi tentang kegiatan pembelajaaan yang harus dilakukan.
d.    Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing, dan lain sebagainya melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan.
e.    Memberikan bantuan pelayanan pada siswa yang membutuhkan.
f.     Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan.
g.    Adanya usaha untuk membina dan mendorong subjek didik dalam ‎menigkatkan kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif
h.    Adanya kemampuan guru untuk melakukan peran sebagai innovator ‎maupun motivator terhadap hal-hal baru dibidang masing-masing ‎dalam proses belajar mengajar
i.      Adanya sikap tidak mendominasi kegiatan belajar mengajar
j.      Adanya pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut ‎cara,irama maupun tingkat kemampuan masing-masing.‎
k.    Adanya kemampuan untuk menggunakan berbagai macam strategi ‎belajar mengajar dan menggunakan multimedia maupun ‎multimetode dalam proses belajar mengajar.(Drs.H.Abu Ahmadi-‎Drs. Joko Tri Prasetya:1997:130)‎

6.      Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan,  memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Keaktifan siswa ada yang secara langsung dapat diamati dan ada pula yang tidak dapat secara langsung teramati. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh akktivitas nonfisik seperti mental, intelektual, dan emosional.
7.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan PBAS
Keberhasilan penerapan PBAS dalam proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh:
a.    Guru
·         Kemampuan guru
·          Sikap professional guru
·         Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru
b.     Sarana belajar
·         Ruang kelas
·         Media dan sumber belajar
·         Lingkungan belajar

















BAB III PENUTUP
KESIMPULAN

a.     Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian strategi pembelajaran Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
b.     Metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitannya dengan pembelajaran metode didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajara pada peserta didik untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
c.     Teknik dan taktik mengajar merupakan pen­jabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan ­orang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode yaitu cara yang harus dilakukan agar metode yang dilakukan berjalan efektif dan efisien. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Dengan demikian, taktik sifatnya lebih individual.

Dari beberapa penjelasan - penjelasan di atas dapat di simpulkan:
1.    Strategi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana ‎yang konduktif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. ‎
2.    Jenis-jenis atau model strategi pembejaran yaitu:metode ceramah, metode ‎Tanya jawab, metode diskusi, metode pemberian tugas belajar (resitasi), ‎metode demonstrasi dan eksprimen, metode kerja kelompok, metode ‎sosiodrama dan bermain peranan, metode karyawissata, metode mengajar ‎beregu dan metode proyek (unit).‎


3.    Prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut:‎
a)    Mengajar harus bedsarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa, apa ‎yang telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang ‎akan di ajarkan, hal ini sangat penting agar proses bvelajar mengajar ‎dapat berlangsung secara efektif dan efisien.‎
b)    Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan harus bersifat praktis, hal ‎ini dapat menarik minat sekaligus memotivasi belajar.‎
c)    Mengajar harus mempehatikan individual siswa.‎
d)    Kesiapan (readinees) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan ‎mengajar.‎
e)    Tujuan pengajaran harus diketahui siswa
f)     Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar.‎






















DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Tri Prasetya, Joko, 1997, Strategi Belajar Mengajar, Bandung, ‎CV. Pustaka Setia.‎
Hamalik, Oemar, 2010, Proses Belajar Mengajar, Jakarta, PT.Bunmi Aksara‎
Uno, Hamzah B, 2008, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta, PT Bumi Aksara‎
Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung:
Harsito Ibrahim R, Syaodih S Nana. 2003.
Ed. Allyn & Bacon: London Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar