STRATEGI PEMBELAJARAN
“Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (SPBAS)”

OLEH
KELOMPOK 3:
1.
Ade Wirnanda (1204688)
2.
Shahmata Islami (1200391)
3.
Emha Martitah Haq (1204698)
4.
Wiwi Nofiarida (1200403)
5.
Mediya Ramadhani (1204679)
6.
Irena Meisyaroh (1200423)
7.
M. Fadli (
04094 )
8.
M. Alyas Bin Johari ( 1204 )
KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunianya penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam penulis ucapkan kepada Nabi
besar Muhammad Saw yang telah menyampaikan ajaran islam untuk mencerdaskan
kehidupan umat manusia.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (SPBAS).
Harapan
penulis, semoga makalah ini akan mencapai tujuan dan dapat memberikan sumbangan
yang bermanfaat. Tentu, karena karya pikir adalah karya manusia yang tidak
luput dari kesalahan, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat
penulis harapkan demi kesempurnaannya dimasa yang akan datang.
Padang, September
2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................. 3
1. Pengertian Strategi Pembelajaran.................................................................. 3
2. Metode Strategi Pembelajaran........................................................................ 4
3. Prinsip – prinsip Strategi Pembelajaran........................................................ 7
4. Konsep Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa.................................... 8
5. Peran Guru Dalam Pembelajaran Berorientasi
Aktivitas Siswa................ 8
6. Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran........................................... 9
7. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan
PBAS......................... 10
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 11
KESIMPULAN.......................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 13
STRATEGI
PEMBELAJARAN BERORIENTASI AKTIFITAS SISWA
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu masalah yang dihadapi di dunia pendidikan kita sekarang ini
adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak
kurang didorong untuk mengembangkan kemempuan berpikir. Proses pembelajaran
didalam kelas diarahkan kepada kemempuan anak untyuk menghafal informasi, otak
anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut
untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkan dengan
kehidupan sehari-hari. Akibatnya? Ketika anak didik kita lulus dari sekolah,
mereka pintar secara teoritis, akan tetapi mereka miskin aplikasi.
Mengajar
bukan sekedar menyampaikan materi kepada peserta didik. Mengajar merupakan
suatu proses mengubah perilaku siswa baik secara intelektual, sikap maupun
keterampilan yang dimiliki kearah yang diharapkan. Untuk itu seorang guru
harus memiliki kemampuan khusus dalam merancang dan mengimplementasikan
berbagai strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan minat dan bakat
serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Itulah sebabnya guru dapat
dikatakan sebagi pekerjaan professional.
Dengan adanya srtategi pembelajaran diharapkan peserta didik kita akan
menjadi lebih baik dan dapat dengan mudah menerima pembelajarannya, serta
dapat langsung di implikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan strategi pembelajaran?
2. Bagaimana metode-metode
strategi pembelajaran?
3. Bagaimana
prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran?
4. Bagaimanakah
konsep pembelajaran berorientasi aktifitas siswa?
5. Bagaimanakah peran guru
dalam implementasi pembelajaran berorientasi pada siswa?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1. Pengertian Strategi
Pembelajaran
Kata strategi berasal dari kata Strategos (Yunani) atauStrategus.
Strategos berarti jenderal atau berarti pula perwira Negara (state officer).
Jenderal inilah yang bertanggung jawab merencanakan suatu strategi dan
mengarahkan pasukannya untuk mencapai kemenangan.(Drs.H. Abu Ahmadi-Drs, Joko
Tri Prasetya,1997:121).
Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain,
termasuk bidang ilmu pendidikan, dalam kaitannya dengan belajar mengajar,
pemakain istilah strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam
menciptakan suatu sitem lingkungan yang memungkinkan tejadinya proses
mengajar.
Pengertian Strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada dasarnya
sama. Joni (1983) berpendapat bahwa yang dimaksud strategi adalah suatu
prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa
dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Secara spesifik Sherly (1987) merumuskan pengertian strategi sebagai
keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan
untuk mencapai tujuan.
Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegitan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien.
Dick and Carey (1985) menyebutkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu
set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk
menimbulkan hasi belajar pada siswa.
Dari pengertian diatas, ada dua hal yang perlu dicermati. Pertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemamnfaatan sumber daya atau kekuatan dalam
pembelajaran.Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya
arah tujuan dari penyusunan langkah-langkah strategi adalah pencapaian tujuan.
2.
Metode Strategi Pembelajaran
Dalam menggunakan model mengajar sudah barang tentu guru yang tidak
mengenal metode mengajar jangan diharap bisa melaksanakan proses
beljar-mengajar dengan sebaik-baiknya. Untuk mendorong keberhasilan dalam
proses beljar-mengajar dibawah ini ada beberapa strategi pembelajaran sebagai
metode untuk proses belajar-mengajar.
A. Metode Ceramah
Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan
lisan dari guru kepada peserta didik. Dalam pelaksanaan ceramah untuk
menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu seperti gambar,
dan audio visual lainnya. Peranan siswa dalam metode ini adalah mendengarkan
dengan teliti dan mencata pokok penting yg dikemukakan oleh guru.
Agar ceramah itu menjadi metode yang baik pelu diperhatikan hal berikut:
a) Metode
ceramah digunakan jika jumlah khalayak cukup banyak.
b) Metode
ceramah digunakan jika akan memperkenalkan materi pelajaran baru.
c) Metode
ceramah digunakan khalayaknya telah mampu menerima informasi melalui kata-kata.
d) Diselingi
oleh penjelasan melalui gambar dan alat-alat visual lainnya.
e) Guru harus
berlatih dahulu.
B. Metode Tanya – Jawab (Respons)
Metode Tanya
jawab adalah suatu metode didalam pendidikan dan pengajaran dimana guru
bertanya sedangkan murid menjawab tentang bahan materi yang ingin
diperolehnya, metode Tanya jawab dilakukan agar:
a)
Sebagai
ulangan pelajaran yang telah diberikan.
b)
Sebagai selingan dalam pembicaraan.
c) Untuk
merangsang anak didik agar perhatiannya tercurah kepada masalah yang sedang
diberikan.
d) Untuk
mengarahkan proses berfikir.
C.
Metode Diskusi
Metode
diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan
masalah untuk mengambil kesimpulan. Adapun manfaatnya antara lain:
a) Peserta
didik memperoleh kesempatan untuk berfikir.
b) Peserta
didik mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap dan aspirasinya
secara bebas.
c) Peserta
didik belajar toleran terhadap teman-temannya.
d) Menumbuhkan
partisipasi aktif dikalangan peserta didik. dll
D.
Metode Pemberian Tugas Belajar (Resitasi)
Metode ini
sering juga disebut metode pekerjaan rumah yaitu metode dimana murid diberi
tugas diluar jam pelajaran. Dalam pelaksanaanya metode ini anak-anak dapat
mengerjakan tugasnya tidak hanya dirumah tetapi dapat diperpustakaan,
dilaboratorium, dan sebagainya untuk di pertanggung jawabkan, metode ini
dilakukan:
a) Guru
mengharapkan agar semua pengetahuan yang telah diterima anak lebih meyakinkan.
b) Untuk
mengaktifkan peserta didik mempelajari sendiri suatu masalah dengan
membaca sendiri, mengerjakan soal-soal sendiri, dan mencoba sendiri.
c) Agar peserta
didik lebih rajin.
E. Metode Demontrasi dan Eksprimen
Metode demontrasi adalah metode
mengajar dimana guru atau orang lain yang sengaja diminta atau murid sendiri
memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu proses, misalnya proses cara
mengambil wuduk,proses jalannya sholat dua rakaat dan sebagainya
Metode eksprimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid brsama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang diketahui, misalnya murid mengerjakan sholat jumaat,merawat jenazah dan sebagainya.
Metode eksprimen adalah metode pengajaran dimana guru dan murid brsama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang diketahui, misalnya murid mengerjakan sholat jumaat,merawat jenazah dan sebagainya.
Metode ini dilakukan agar:
a) Peserta
didik menunjukkan ketrampilan tertentu.
b) Untuk
memudahkan berbagai penjelasan, sebab penggunaan bahasa dapat lebih
terbatas.
c) Untuk membantu
peserta didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh
perhatian sebab akan menarik.
F. Metode Sosiodrama dan Bermain Peranan
Metode sosiodrama adalah metode mengajar dengan mendemontrasikan cara
bertingkah laku dalam hubungan social, sedangkan bermain peranan menekankan
kenyataan dimana para murid diikut sertakan dalam permainan peranan didalam
mendemontrasikan masalah-masalah social.
G. Metode Karyawisata
Metode karya wisata sering diberi pengertian sebagai suatu metode
pengajaran yang dilaksanakan dengan cara bertamasya diluar kelas. Dalam
perjalanan tamasya ada hal-hal tertentu yang telah direncakan oleh guru untuk
didemonstrasikan pada anak didik, di samping hal-hal yang secara kebetulan
ditemukan dalam tamasya tersebut.
H. Metode Mengajar Beregu
Adalah salah satu cara menyajikan bahan pelajaran yang dilakukan
bersama oleh dua orang atau lebih kepada kelompok pelajar untuk mencapai
tujuan pengajaran. Guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode ini
menyajikan bahan pengajaran yang sama dan dalam waktu yang sama pula.
Apabila pertentangan informasi keterangan itu muncul pada waktu pengajaran
berlangsung, maka anggota tim berusaha untuk menyatukan pendapat, tetapi bagi
kelompok pelajar yang diperkirakan sudah dewasa dan sudah dapat memilih mana
yang benar dan mana yang salah.
I.
Metode
Proyek (Unit)
Adalah suatu metode mengajar dimana bahan pelajaran di
organisasikan sedemikian rupa sehingga merupakan suatu keseluruhan atau
kesatuan bulat yang bermakna dan mengandung suatu pokok masalah, adapun faktor - faktor yang
harus diperhatikan:
a) Sesuai
dengan minat,kebutuhan dan pengalaman pelajar.
b) Merangsang
serta memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk menggunakan
pikirannya untuk berkreasi dan sudah terencana.
3.
Prinsip - Prinsip Strategi Pembelajaran
Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah
tidak semua strategi cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua
keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri dan guru harus
mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Oleh karena itu,
guru harus memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran
sebagai berikut:
1)
Mengajar harus berdasarkan pengalaman
yang sudah dimiliki siswa, apa yang telah
dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan di ajarkan, hal ini sangat penting agar proses
bvelajar mengajar dapat berlangsung
secara efektif dan efisien.
2)
Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan harus
bersifat praktis, hal ini dapat menarik
minat sekaligus memotivasi belajar.
3)
Mengajar harus mempehatikan individual siswa.
4)
Kesiapan (readinees) dalam belajar sangat penting
dijadikan landasan mengajar.
5)
Tujuan
pengajaran harus diketahui siswa.
6)
Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang
belajar.(Dr. Hamzah B, Uno,M.Pd,
2008:7)
4. Konsep Pembelajaran Berorientasi Aktivitas
Siswa
Pembelajaran berorientasi aktivitas siswa dapat dipandang sebagai suatu
pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktiivitas siswa secara
optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognotif,
afektif, dan psikomotor secara berkembang, aktivitas ini dapat berupa
aktivitas fisik,mental maupun keduanya dan pembelajaran berorientasi aktivitas
siswa ini merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar, dimana anak
terutama mengalami intelektual emosional disamping keterlibatatan fisik
didalam proses belajar mengajar.(Drs.H. Abu Ahmadi-Drs, Joko Tri Prasetya,1997:120)
Keterlibatan
atau keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar beraneka ragam, seperti
mendengarkan ceramah,mendiskusikan,membuat suatu alat, membuat laporan
pelaksanaan-pelaksanaan tugas dan sebagainya. Keaktifan siswa yang berbeda-beda
ini dapatlah dikelompokkan atas aktivitas yang bersifat fisik dan aktivitas
yang bersifat non fisik, seperti mental, intelektual dan emosional.(Drs.H. Abu
Ahmadi-Drs, Joko Tri Prasetya,1997:121).
Dari konsep
diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan dari pembelajaran
berorientasi siswa adalah untuk membantu peserta didik agar bisa belajar
mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memmperoleh pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri. Jika
dihubungkan dengan tujuan pendidikan nasional maka pembelajaran
aktivitas siswa adalah pendekatan yang paling sesuai untuk dikembangkan.
5. Peran Guru Dalam Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa
Pembelajaran berorientasi aktifitas siswa dilihat dari segi guru merupakan
suatu strategi yang dipilih guru agar keaktifan siswa dalam kegiatan belajar
mengajar berlangsung secra optimal, Dalam implementasi pembelajaran
berorientasi aktifitas siswa, guru tidak berperan sebagai satu - satunya
sumber belajar yang bertugas menuangkan materi pelajaran kepada siswa, tetapi
yang lebih penting adalah bagaimana memfasilitasi siswa agar belajar. Oleh
karena itu, penerapan pembelajaran berorientasi aktifitas siswa menuntut guru
untuk kreatif dan inovatif sehingga mampu menyesuaikan kegiatan mengajaranya
dengan gaya dan karakteristik belajar siswa. Untuk itu ada beberapa kegiatan
yang dapat dilakukun guru, diantaranya adalah :
a. Mengemukakan berbagai alternative tujuan pembelalajaran yang harus dicapai
sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
b. Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa.
c. Memeberikan informasi tentang kegiatan pembelajaaan yang harus dilakukan.
d. Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing, dan lain
sebagainya melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan.
e. Memberikan bantuan pelayanan pada siswa yang membutuhkan.
f. Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan.
g. Adanya usaha
untuk membina dan mendorong subjek didik dalam menigkatkan kegairahan serta
partisipasi siswa secara aktif
h. Adanya
kemampuan guru untuk melakukan peran sebagai innovator maupun motivator
terhadap hal-hal baru dibidang masing-masing dalam proses belajar mengajar
i.
Adanya sikap tidak mendominasi kegiatan belajar
mengajar
j.
Adanya pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar
menurut cara,irama maupun tingkat kemampuan masing-masing.
k. Adanya
kemampuan untuk menggunakan berbagai macam strategi belajar mengajar dan
menggunakan multimedia maupun multimetode dalam proses belajar
mengajar.(Drs.H.Abu Ahmadi-Drs. Joko Tri Prasetya:1997:130)
6. Penerapan PBAS dalam Proses Pembelajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar PBAS diwujudkan dalam berbagai bentuk
kegiatan, seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun
laporan, memecahkan masalah, dan lain
sebagainya. Keaktifan siswa ada yang secara langsung dapat diamati dan ada pula
yang tidak dapat secara langsung teramati. Kadar PBAS tidak hanya ditentukan
oleh aktivitas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh akktivitas
nonfisik seperti mental, intelektual, dan emosional.
7. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan
PBAS
Keberhasilan penerapan PBAS dalam proses pembelajaran dapat dipengaruhi
oleh:
a. Guru
·
Kemampuan guru
·
Sikap professional guru
·
Latar belakang pendidikan dan
pengalaman mengajar guru
b. Sarana belajar
·
Ruang kelas
·
Media dan sumber belajar
·
Lingkungan belajar
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
a. Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian strategi
pembelajaran Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan
(rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber
daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru
sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua,
strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua
keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
b. Metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitannya dengan pembelajaran metode
didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajara pada peserta didik
untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
c. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran.
Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam rangka mengimplementasikan suatu
metode yaitu cara yang harus dilakukan agar metode yang dilakukan berjalan
efektif dan efisien. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu
teknik atau metode tertentu. Dengan demikian, taktik sifatnya lebih individual.
Dari beberapa penjelasan - penjelasan di atas dapat
di simpulkan:
1. Strategi
adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif
kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
2. Jenis-jenis atau
model strategi pembejaran yaitu:metode ceramah, metode Tanya jawab, metode
diskusi, metode pemberian tugas belajar (resitasi),
metode demonstrasi dan eksprimen, metode kerja kelompok, metode sosiodrama
dan bermain peranan, metode karyawissata, metode mengajar beregu dan metode
proyek (unit).
3. Prinsip-prinsip
umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut:
a) Mengajar
harus bedsarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa, apa yang telah
dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan di ajarkan, hal
ini sangat penting agar proses bvelajar mengajar dapat berlangsung secara
efektif dan efisien.
b) Pengetahuan
dan ketrampilan yang diajarkan harus bersifat praktis, hal ini dapat menarik
minat sekaligus memotivasi belajar.
c) Mengajar harus
mempehatikan individual siswa.
d) Kesiapan
(readinees) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan mengajar.
e) Tujuan
pengajaran harus diketahui siswa
f) Mengajar
harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Tri Prasetya, Joko, 1997, Strategi Belajar Mengajar,
Bandung, CV. Pustaka Setia.
Hamalik, Oemar, 2010, Proses Belajar Mengajar, Jakarta, PT.Bunmi Aksara
Uno, Hamzah B, 2008, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta, PT Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar.
Bandung:
Harsito
Ibrahim R, Syaodih S Nana. 2003.
Ed. Allyn & Bacon: London Nasution. S. 2005. Berbagai Pendekatan dalam
Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar