PERENCANAAN PEMBELAJARAN
KOMPONEN SILABUS DAN RPP SESUAI KTSP

OLEH
KELOMPOK 6 :
ANDRE KURNIA (
1200386 )
EMHA MARTITAH HAQ ( 1204698 )
IVANA
RAHMAWANTI ( 1204677 )
M. ALYAS BIN
JOHARI ( 1204655 )
RIDHO
FEBRIAN ( 1204669 )
SEVENI
YULVIA ( 1204651 )
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PERENCANAAN
PEMBELAJARAN yang berjudul “Komponen
Silabus dan RPP sesuai KTSP” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini
disusun untuk melengkapi salah satu tugas Perencanaan Pembelajaran, sesuai dengan
ketentuan yang diberikan oleh Ibu Dra. Zuwirna, M. Pd sebagai dosen pengajar.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf
apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah
ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.
Padang, Oktober 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.
Tujuan................................................................................................... ....... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Pengertian dan Komponen KTSP................................................................ 3
B.
Silabus.......................................................................................................... 4
1.
Pengertian Silabus.................................................................................. 4
2.
Prinsip Pengembangan Silabus............................................................... 4
3.
Unit Waktu Silabus................................................................................ 5
4.
Komponen Silabus................................................................................. 5
5.
Format Silabus....................................................................................... 7
C.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )................................................ 9
1.
Pengertian RPP...................................................................................... 9
2.
Komponen RPP................................................................................... 10
3.
Prinsip – prinsip Penyusunan RPP....................................................... 11
4.
Format RPP.......................................................................................... 13
D.
Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013................ 13
E.
Analisa Mengenai Kurikulum 2013 untuk SMA....................................... 16
F.
Contoh Silabus dan RPP............................................................................ 18
BAB III PENUTUP............................................................................................. 42
Kesimpulan............................................................................................................ 42
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 43
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam rangka
merespon masukan publik tentang pentingnya penyempurnaan Kurikulum 2004 atau
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pada tahun 2006 pemerintah Depdiknas
mengeluarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perbedaan pokok KBK
dan KTSP adalah pada KBK pihak pusat menyediakan secara lengkap perangkat
kurikulum (standar kompetensi, indikator, materi pokok, dan sebagainya)
sehingga pihak sekolah tinggal mengaplikasikannya, sedangkan pada KTSP pihak
pusat hanya menyediakan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pokok
dan indikator disusun oleh pihak sekolah.
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum
untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
yang disusun secara otonom oleh pihak sekolah/Daerah dalam rangka mewujudkan
implementasi Standar Nasional Pendidikan. Hal tersebut dilaksanakan dengan cara
melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan
dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006. Komponen-komponen Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun pihak sekolah/Daerah itu terdiri atas:
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender
pendidikan, dan silabus.
Di dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan:
·
Sekolah
dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum
tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum
dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk TK, SMP, SMA,
dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama
untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2).
·
Perencanan
proses pembelajaran meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi
ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal
20).
Berdasarkan
ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang luas untuk
melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan
pendidikan (dalam bentuk KTSP) yang sesuai dengan keadaan, potensi, dan
kebutuhan daerah, serta kondisi siswa masing-masing. Demikian juga halnya
dengan pengembangan Silabus dan RPP. Kedua piranti tersebut merupakan pedoman
yang paling operasional, yang lebih mencerminkan warna masing-masing pelaksana
pendidikannya.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut diatas saya selaku penulis dapat merumuskan pokok
permasalahan yaitu :
1.
Apakah pengertian KTSP
?
2.
Apakah pengertian
silabus ?
3.
Apa saja komponen –
komponen silabus ?
4.
Apakah pengertian RPP ?
5. Apa
saja komponen – komponen RPP ?
C.
Tujuan
Untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah “Perencanaan Pembelajaran” dan menjelaskan apa
itu pengertian KTSP, pengertian silabus dan RPP sesuai KTSP dan komponen –
komponennya. Makalah
ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan bagi pembaca dan penulis.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
dan Komponen KTSP
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah “kurikulum operasional yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.” KTSP
merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) dan merupakan kurikulum
operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan
atau sekolah.
Berdasarkan definisi tersebut, maka
pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk mengembangkan dan mengimplementasikan
kurikulum. Implementasi KTSP menuntut kemampuan sekolah dengan cara memberikan
otonomi yang lebih besar kepada sekolah dalam pengembangan kurikulum, karena
masing-masing sekolah lebih mengetahui tentang kondisi satuan pendidikannya.
Penyusunan KTSP mengacu pada Standar Isi dan (SI) dan Standar Kompetensi
Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan berpedoman pada panduan
yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan
ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.
Kurikulum merupakan suatu sistem
yang terdiri dari unsur-unsur yang disebut sebagai komponen kurikulum. Komponen
tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan mendukung yang
merupakan dasar utama dalam mencapai tujuan pendidikan.
Sebagaimana Panduan Penyusunan KTSP
yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), KTSP ada empat
komponen, yaitu tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan
muatan KTSP, kalender pendidikan, serta silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
B. SILABUS
1.
Pengertian
Silabus
Silabus
adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu
yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar.
Silabus
merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian.
Silabus
merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran,
pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
Silabus
berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut.:
a)
Kompetensi yang akan
ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan pembelajaran
b)
Kegiatan yang harus
dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut
c)
Upaya yang harus
dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta
didik
Silabus
bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih
lanjut, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan
pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian.
2.
Prinsip
Pengembangan Silabus
a.
Ilmiah
. Keseluruhan materi dan kegiatan yang
menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara
keilmuan.
b. Relevan. Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam
silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial,
emosional, dan spritual peserta didik.
c. Sistematis.
Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam
mencapai kompetensi.
d. Konsisten.
Adanya hubungan yang konsisten
(ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman
belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
e. Memadai. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan
sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
f. Aktual
dan Kontekstual. Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu,
teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
g. Fleksibel. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik,
pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan
masyarakat.
h. Menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah
kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).
3.
Unit
Waktu Silabus
a)
Silabus
mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk
mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat
satuan pendidikan.
b)
Penyusunan
silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun,
dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
c) Implementasi pembelajaran per semester menggunakan
penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk
mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
Khusus untuk SMK/MAK menggunakan
penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.
4.
Komponen
Silabus
Silabus dalam Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan terdiri dari beberapa komponen, sebagai berikut :
a.
Standar
Kompetensi Mata Pelajaran : batas dan arah
kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan oleh peserta didik setelah
mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu, kemampuan yang
dapat dilakukan atau ditampilkan siswa untuk suatu mat pelajaran, kompetensi
dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki siswa, kemampuan yang harus
dimiliki oleh lulusan dalam dalam suatu mata pelajaran tertentu. Standar
Kompetensi terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar
Isi.
b.
Kompetensi
Dasar : kemampuan minimal pada tiap mata
pelajaran yang harus dicapai siswa. Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi
untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran.
Misalnya,
mampu menyelesaikan diri dengan lingkungan dan sebagainya.Kompetensi Dasar
terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
c.
Hasil
belajar : kemampuan siswa dalam memenuhi suatu
tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar.Hasil
belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku
yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan,
sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji.Hasil belajar
bisa berbentuk pengetahuan, keterampilan,maupun sikap.
d.
Indikator
hasil belajar : ciri penanda ketercapain
kompetensi dasar.Indikator dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang
menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pda diri siswa.Tanda-tanda ini lebih
spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri siswa, target kompetensi dasar
tersebut sudah terpenuhi atau tercapai.
e.
Materi
pokok : pokok-pokok materi yang harus
dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan yang akan dinilai
dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar.Secara umum materi pokok dapat diklasifikasikan menjadi
empat jenis,yaitu
fakta,konsep,prisip,dan prosedur.
f.
Kegiatan
pembelajaran : bentuk atau pola umum kegiatan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.Strategi pembelajaran meliputi
kegiatan tatap muka dan non tatap muka
(pengalaman belajar).
g.
Alokasi
waktu : waktu yang diperlukan untuk menguasai
masing-masing kompetensi dasar.
h.
Penilaian
: jenis, bentuk, dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui atau
mengukur keberhasilan belajar siswa.
i.
Sarana
dan sumber belajar : sarana dan sumber
belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Komponen-komponen silabus di atas,
selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau
vertical.
5.
Format
Silabus
Format 1:
Horizontal
SILABUS
Sekolah : ........
Mata Pelajaran :
........
Kelas/Semester :
.......
Standar Kompetensi
: ........... Kompeten-
Si Dasar
|
Materi
Pokok/
Pembelaja-ran
|
Pengala-man
Belajar
|
Indikator
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
|
Sumber
Belajar
|
||
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
Contoh
Instrumen
|
||||||
Format 2:
Vertikal
SILABUS
Nama Sekolah :....................................
Mata Pelajaran :....................................
Kelas/Semester :....................................
1. Standar
Kompetensi : ..................................
2. Kompetensi
Dasar : ..................................
3. Materi
Pokok/Pembelajaran : ..................................
4. Kegiatan
Pembelajaran :
..................................
5. Indikator :
..................................
6. Penilaian :
..................................
7. Alokasi Waktu : ..................................
8. Sumber Belajar :
..................................
Catatan:
* Kegiatan
Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa, tetapi
diskenariokan oleh guru untuk mencapai SK dan KD
* Alokasi waktu:
termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit)
* Sumber belajar:
buku teks, alat, bahan, nara sumber,atau lainnya.
C. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran ( RPP )
1.
Pengertian
RPP
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal
20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan
rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian
hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41
Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus
untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
Rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian
pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar
Isi dan dijabarkan dalam silabus.
Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar
yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indicator untuk satu kali
pertemuan atau lebih.
RPP merupakan persiapan yang harus
dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan
tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun,
lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau
terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus
mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus
memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi
secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang
sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa
pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran
adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap
pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh
guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah
pertemuan selesai.
2.
Komponen
RPP
RPP disusun untuk setiap KD yang
dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang
penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di
satuan pendidikan.
Komponen-komponen rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) menurut permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang
standar proses terdiri dari :
1. Identitas Mata Pelajaran
meliputi : satuan pendidikan, kelas, semester, program studi, mata pelajaran
atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2. Standar Kompetensi
merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan
penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada
setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi Dasar adalah
sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran
tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata
kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan Pembelajaran menggambarkan
proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai
dengan kompetensi dasar.
6. Materi Ajar memuat
fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk
butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Alokasi Waktu ditentukan
sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. Metode Pembelajaran digunakan
oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan.
Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta
didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak
dicapai pada setiap mata pelajaran.
9. Kegiatan Pembelajaran :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal
dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi
dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses
pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses
pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan
sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang
dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam
bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak
lanjut.
10. Penilaian Hasil Belajar,
prosedur dan instrumen penilaian proses
dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan
mengacu kepada Standar Penilaian.
11. Sumber Belajar, penentuan
sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta
materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
3.
Prinsip
– Prinsip Penyusunan RPP
Prinsip-prinsip rencana pembelajaran menurut
Permendiknas no 41 tahun 2007 tentang standar proses terdiri dari :
a. Memperhatikan
perbedaan individu peserta didik.
b. RPP
disusun dengan memerhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat
intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya,
norma, nilai, dan lingkungan peserta didik.
c. Mendorong
Partisipasi aktif peserta didik.
d. Proses
pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong
motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif inspirasi, kemandirian, dan semangat
belajar.
e. Mengembangkan
Budaya Membaca dan menulis.
f. Proses
pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam
bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
g. Memberikan
Umpan Balik dan Tindak Lanjut, RPP memuat rancangan program pemberian umpan
balik positif, penguatan, pengayaan, remedi.
h. Keterkaitan
dan Keterpaduan, RPP disusun dengan memerhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara
SK,KD, Materi Pembelajaran, Kegiatn Pembelajaran, Indikator Pencapaian
Kompetensi Penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman
belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan
lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
b. Menerapkan
teknologi informasi dan komunikasi, RPP disusun dengan mempertimbangkan
peneraan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,
dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
4.
Format
RPP
Contoh
format:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SMP/MTs . :
...................................
Mata
Pelajaran :
...................................
Kelas/Semester :
...................................
Standar
Kompetensi :
...................................
Kompetensi
Dasar :
...................................
Indikator :
...................................
Alokasi
Waktu : ..... x 40 menit (…
pertemuan)
A.
Tujuan Pembelajaran
B.
Materi Pembelajaran
C.
Metode Pembelajaran
D.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pertemuan 2
E.
Sumber Belajar
F. Penilaian
D. Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Dalam draft Pengembangan Kurikulum 20013
diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang
mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat,
membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan.
Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat
pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum
20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).
Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya
meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum
2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati kurikulum 2004 (KBK) dan
Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama
seperti apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK
dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran
mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum
Learning, Pembelajaran
Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran
Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.
Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep
pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul
ketika ditanya, seberapa jauh
konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di
lapangan?
Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus
implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya
tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi
dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti
ini:
“Anggap saja dalam satu semester terjadi 16 kali
pertemuan tatap muka, berapa kali Anda melaksanakan pembelajaran dengan
menerapkan konsep pembelajaran mutakhir?”
Jawabannya
beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan
yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan
kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).
Berkaitan
dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir
dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan
yang berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:
1. Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).
Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua
kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan
ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran
mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika
mengajar dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi
guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai
akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang
dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun; dan (b) kategori sedang.
Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis
pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan
untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode
pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.
2. Masalah
keterbatasan motivasi (kemauan).
Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.
Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.
Kembali kepada persoalan Pendekatan dan Metode Pembelajaran
dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan
strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum
2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan
ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan
dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.
Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis
pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka
implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan
saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti,
perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar
dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran
yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan
melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin
lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.
Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan
berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013,
niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan
tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013
dengan Kurikulum sebelumnya.
E.
Analisa Mengenai Kurikulum 2013
untuk SMA
Analisa
Mengenai Kurikulum 2013 Untuk Sma Adalah Sebagai Berikut:
1.
Strategi Pengembangan Pendidikan
o Periode 1994 – 2012, wajib belajar
9 tahun (WAJAR DIKNAS 9 Tahun). Mulai 2013 wajib belajar 12 tahun (PMU).
o Lama tinggal di sekolah terdapat
penambahan 2 sampai 6 jam perminggu.
2.
Rasionalitas penambahan jam
Pelajaran
o Perubahan proses pembelajaran dari
siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu.
o Perubahan proses penilaian dari
berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis
kemampuan melalui penilaian proses dan output.
o Perbandingan dengan negara lain
menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat.
3.
Identifikasi Kurikulum 2013
o Kompetisi lulusan
a) Sepenuhnya menekankan pendidikan
karakter.
b) Keterampilan yang relevan.
c) Pengetahuan-pengetahuan saling
terkait.
o Materi pembelajaran
a) Relevan dengan kompetensi yang
dibutuhkan.
b) Materi esensial saja.
c) Sesuai dengan tingkat perkembangan
anak.
o Proses pembelajaran
a) Berpusat pada siswa (student
center learning).
b) Sifat sistem pembelajaran
kontekstual.
o Penilaian
a) Menekankan aspek kognitif, afektif,
dan psikomotorik secara proporsional.
b) Penilaian tes dan portofolio saling
melengkapi.
4.
Analisis elemen perubahan
o Kompetensi Lulusan
Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard
skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
o Kedudukan mata pelajaran
Kompetensi yang semula diturunkan dan mata pelajaran
berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
o Pendekatan (ISI)
Kompetensi
dikembangkan melalui;
1)
Tematik-integratif dalam semua mata pelajaran,
2)
Mata pelajaran,
3)
Mata pelajaran wajib dan pilihan, dan
4)
Mata pelajaran wajib, pilihan dan vokasi.
5.
Proses pembelajaran
o Proses pembelajaran SMA
Mata pelajaran wajib dan pilihan
sesuai dengan minat dan bakat.
6.
Ekstrakulikuler
o Pramuka sebagai ekstrakulikuler
wajib
Perlunya ekstrakulikuler
partisipasi siswa dalam permasalahan kemasyarakatan.
7.
Struktur kurikulum SMA
o Perlunya ujian nasional yang lebih
fleksibel.
o Ujian nasionalnya kelas 11.
o Usulan tanpa adanya penjurusan.
o Usulan penjurusan mulai kelas 10.
F.
Contoh Silabus dan RPP
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Sekolah :
SMPN RAO UTARA
Mata Pelajaran : IPS
Kelas :
IX
Semester :
I
Standar Kompetensi : Memahami
kondisi perkembangan negara di dunia
Kompetensi
Dasar : Mendeskripsikan PD II (
termasuk pendudukan Jepang ) serta
pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di indonesia
Indikator :
·
Menggambarkan
secara kronologis PD II
·
Mengidentifikasi
PD II di asia pasifik serta pendudukan militer jepang di indonesia.
·
Menjelaskan
pengaruh kebijakan pemerintahan pendudukan jepang terhadap kehidupan jepang
terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan pergerakan kebangsaan indonesia.
Alokasi waktu :
A.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah
proses pembelajaran peserta didik dapat :
1.
Menjelaskan
penyebab umum dan khusus PD II
2.
Mengidentifikasi
PD II di asia pasifik
3.
Mengidentifikasi
Pengaruh pendudukan jepang di bidang politik, sosial, dan ekonomi di indonesia.
B.
Materi
Pembelajaran
1.
Perang
Dunia II
2.
Pemerintahan
pendudukan militer jepang di indonesia
C.
Metode
Pembelajaran
1.
Ceramah
bervariasi
2.
Diskusi
3.
Iquiri
4.
Tanya
jawab
D.
Langkah-langkah
pembelajaran
PERTEMUAN
I
NO
|
KEGIATAN
|
PERKIRAAN
AKTIFITAS
|
ALOKASI
WAKTU
|
|
GURU
|
PESERTA
DIDIK
|
|||
A
B
|
PENDAHULUAN
KEGIATAN INTI
Eksplorasi
Elaborasi
Konfirmasi
PENUTUP
|
Absensi peserta didik
Apersepsi
Menjelaskan tujuan pembelajaran
Guru menyajikan peta perang Dunia II di papan tulis
Bertanya kepada peserta didik”
Seandainya anda terlibat perang apa yang kamu lakukan”
Guru membagikan kartu informasi kepada peserta didik
Menuliskan kerangka pembelajaran di papan tulis yaitu :
1.
Sebab
umum PD II
2.
Sebab
khusu PD II
3.
Negara-negara
Blok Sekutu
4.
Negara-negara
Blok Facis
Memberikan reward dan hukuman kepada peserta didik yang benar dan
yang salah dalam menuliskan kartu informasi ke papan tulis.
Menjelaskan dan memberikan penguatan terhadap jawaban peserta
didik
Memberikan kuis
Memberikan tugas kelompok,
1.
Klp.I
pengaruh pendudukan jepang di bidang politik
2.
Klp.II
pengaruh pendudukan jepang di bidang ekonomi
3.
Klp.
III pengaruh pendudukan jepang di bidang sosial.
|
Duduk dengan rapi dan tertib mendengar dan menyimak penjelasan
guru
Melihat dan memperhatikan peta yang disajikan di papan tulis
Menjawab pertanyaan guru.
Menerima kartu informasi dari guru
Menuliskan informasi yang diterima dari guru secara bergiliran ke
papan tulis sesuai dengan kerangka pembelajaran
Menerima reward dan punisment dari guru untuk yang benar dan yang
salah dalam menuliskan kartu informasi di papan tulis
Mendengar dan menyimak penjelasan guru
Mengerjakan Kuis
Mengerjakan tugas kelompok di rumah masing-masing.
|
5 menit
10 menit
35 menit
15 menit
15 menit
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/Semester :
X/1
Topik : Komunikasi dalam Kehidupan
Pertemuan Ke- :
Alokasi
Waktu : 2 jam pelajaran
A.
Kompetensi Inti
1.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.
Menghayati dan mengamalkan perlaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3.
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
4.
Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B.
Kompetensi Dasar
3.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan
bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk
mempersatukan bangsa
3.2
Menunjukkan sikap tanggung jawab,
peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat
anekdot mengenaipermasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik
3.3 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi,
prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
3.4 Menginterpretasi
makna teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan
kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
b. Memiliki
sikap tanggung jawab peduli, responsif, dan santun
dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuatanekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan
kreatif
c. Mengidentifikasi
struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara
lisan maupun tulisan
d. Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.
D.
Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa dapat
mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya
dalam menyusun anekdot sesuai dengan
kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
E.
Materi Pembelajaran
1. Ragam
(Bentuk) Bahasa
a.
Bahasa lisan meliputi:
-
Ragam
bahasa cakapan
-
Ragam
bahasa pidato
-
Ragam
bahasa kuliah
-
Ragam
bahasa panggung
Ciri-ciri bahasa lisan:
-
langsung;
-
tidak
terikat ejaan tetapi terikat situasi pembicaraan
-
tidak
efektif
-
kalimatnya
pendek-pendek
-
kalimat
sering terputus- tidak lengkap
-
lagu
kalimat situasional
b.
Bahasa tulisan meliputi:
-
ragam
bahasa teknis;
-
ragam
bahasa undang-undang;
-
ragam
bahasa catatan; dan
-
ragam
bahas surat.
Ciri-ciri ragam bahasa
tulis:
-
santun;
-
efektif;
-
bahasa
disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak;
-
ejaan
digunakan sebagai pedoman; dan
-
penggunaan
kosa-kata pada dasarnya sudah dibakukan.
2.
Kaidah
Bahasa Indonesia
a.
Ejaan
dan pungtuasi
b.
Kata
baku dan tidak baku
3.
Pengertian
dan konsep anekdot
4.
Penggunaan
Bahasa Indonesia sesuai dengan konteks
F.
Alokasi waktu
2 x 45 Menit
G.
Strategi/Metode/Pendekatan Pembelajaran
a.
Model Pembelajaran Saintifik
b.
Metode: eksplorasi,
elaborasi, konfirmasi.
H.
Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN
|
DESKRIPSI KEGIATAN
|
ALOKASI WAKTU
|
Pendahuluan
|
1. Siswa
merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan
pembelajaran sebelumnya.
2. Siswa
menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3. Siswa
menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
|
|
Inti
|
1. Siswa mendapatkan fotokopi anekdot dan nego-
siasi dari koran yang dibagikan guru.
2. Siswa mencermati penggunaan bahasa dan kaidah
penulisan anekdot dan negosiasi pada koran
3. Siswa menganalisis penggunaan kaidah bahasa
Indonesia dalam tulisan tersebut.
4. Siswa mengidentifikasi kata atau kalimat yang
tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
5. Siswa merespon pertanyaan tentang hal-hal
yang berhubungan dengan penggunaan kaidah bahasa Indonesia.
6. Siswa mengamati
dan mendata objek yang akan dijadikan bahan tulisan.
7. Siswa menuliskan hasil pengamatan ke dalam rubrik
yang telah disediakan tentang penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks
8. Siswa mempresentasikan melalui permainan
peran, kemudian saling mengoreksi hasil presentasi tersebut dengan memberikan
saran perbaikan untuk penyempurnaan.
9. Siswa memperbaiki hasil tulisan berdasarkan
saran dari kelompok lain sesuai dengan rubrik yang diberikan oleh guru.
10.
Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan yang dialami saat menulis.
11.
Siswa menyimak umpan balik dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam menulisdan hasil
observasi guru pada
saat siswa berdiskusi.
12.
Siswa menyempurnakan kembali hasil tulisannya berdasarkan umpan
balik dari kelompok lain dan guru.
13.
Guru memberikan penghargaan terhadap tulisan yang terbaik dari
kelompok.
|
|
Kegiatan
Penutup
|
1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2. Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan.
3. Siswa
dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
|
I.
SUMBER/MEDIA PEMBELAJARAN
- Sumber :
- Media : Poster, anekdot dalam surat
kabar
J.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
a. Menggunakan
bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
|
Penilaian Observasi
|
Lembar penilaian sikap
|
b. Memiliki
sikap tanggung jawab] peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa
Indonesia untuk membuat anekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan
kreatif
|
1. Penilaian
Observasi kinerja penulisan laporan.
|
1. Tes
tertulis.
2. Rubrik
penilaian kinerja.
|
c.
Mengidentifikasi struktur dan kaidah
pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara lisan maupun
tulisan
|
||
d. Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun
tulisan.
|
1. Latihan
menyusun teks anekdot,.
|
1. Lembaran
tugas latihan.
2. Rubrik
penilaian latihan.
|
Lampiran 1 Lembar Pengamatan
LEMBAR
PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran
:..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
|
Nama
Siswa
|
Penggunaan
Diksi
|
Keefektifan
Kalimat
|
Kesesuaian
konteks
|
|||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
1.
|
|||||||||||||
2.
|
|||||||||||||
3
|
|||||||||||||
4
|
|||||||||||||
5
|
|||||||||||||
Keterangan
1
= kurang
2
= sedang
3
= baik
4
= sangat baik
Lampiran 2:
Lembar Pengamatan
LEMBAR
PENGAMATAN PERKEMBANGAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN
Mata Pelajaran :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran :....................................................................................................
Waktu Pengamatan:
............................................................................................
Karakter yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah
kerja keras dan tanggung jawab.
Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan
kerja keras
1. BT (belum tampak) jika
sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas
2. MT (mulai tampak) jika
menunjukkan sudah ada usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3. MB (mulai berkembang) jika
menunjukkan ada usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas yang cukup sering dan mulai
ajeg/konsisten
4. MK (membudaya) jika
menunjukkan adanya usaha
sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
tugas secara terus-menerus
dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
|
Nama
Siswa
|
Kreatif
|
Komunikatif
|
Kerja
keras
|
|||||||||
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
1.
|
|||||||||||||
2.
|
|||||||||||||
3
|
|||||||||||||
4
|
|||||||||||||
5
|
|||||||||||||
6
|
|||||||||||||
7
|
|||||||||||||
10
|
|||||||||||||
11
|
|||||||||||||
Pedoman Penskoran
Aspek
|
Skor
|
Siswa
menjawab pernyataan benar dengan alasan benar
|
3
|
Siswa menjawab pernyataan benar tapi tidak didukung oleh alasan
benar
|
2
|
Siswa menjawab pernyataan salah
|
1
|
SKOR
MAKSIMAL
|
6
|
Soal Nomor 2 dan 3
Rubrik penilaian
No.
|
Kriteria Penilaian
|
Skor
|
Bobot
|
1.
|
Pilihan kata
a. tepat
dan sesuai
b. kurang
tepat dan sesuai
c. tidak
tepat dan sesuai
|
3
2
1
|
5
|
2.
|
Kalimat
a. mudah
dipahami
b. sedikit
sulit dipahami
c. sulit
dipahami
|
2
1
0
|
3
|
3.
|
Ejaan dan tanda baca
a. tidak
ada yang salah
b. sedikit
yang salah
c. banyak
yang salah
|
2
1
0
|
2
|
Jakarta,
Juni 2013
Guru
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SatuanPendidikan : SMP
Kelas/Semester : VII/1
Mata
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Teks Hasil
Observasi
Jumlah
Pertemuan : 3 x Pertemuan
A.
Kompetensi Inti
a. Menghargai dan menghayati ajaran
agama yang dianutnya
b. Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
c. Memahami
pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata
B.
Kompetensi Dasar
1.2 Menghargai
dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa
sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
2.1 Memiliki
perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi
hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
3.1
Memahami teks hasil observasi,
tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui
lisan maupun tulisan
C.
Indikator Pencapaian
Kompetensi
1. Menghargai
dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa
sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
2. Menghargai
dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa
sebagai sarana menyajikan informasi lisan dan tulis
3. Memiliki
perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi
hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
4. Mengetahui
isi teks hasil observasi
5. Mengetahui
struktur teks hasil observasi
6. Mengetahui
ciri bahasa teks hasil observasi
D.
Tujuan Pembelajaran
5. Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menghargai
dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa
sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis
6. Selama
dan setelah proses pembelajaran, siswa menghargai dan mensyukuri keberadaan
bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana menyajikan
informasi lisan dan tulis
7.
Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan sikap jujur,
tanggung jawab, dan santun dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam
menyusun/memproduksi hasil observasi baik lisan maupun tulisan
8.
Setelah membaca
teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui isi teks hasil
laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan.
9.
Setelah membaca
teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui struktur teks hasil
laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan
10. Setelah membaca
teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui cirri bahasa
teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan
E.
Materi Pembelajaran
·
Teks hasil observasi
·
Struktur teks hasil observasi
·
Ciri bahasa teks hasil observasi
F.
Alokasi Waktu
6
x 45 Menit
G.
Metode Pembelajaran
Metode Inkuiri,
diskusi, tanya jawab, penugasan, dan presentasi.
H.
Kegiatan Pembelajaran
1.
Pertemuan Pertama
a.
Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa
menrespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2) Siswa
menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3) Siswa
menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan
4) Untuk menarik minat, siswa
mendengarkan pembacaan puisi bertema lingkungan hidup yang berjudul “Tanah
Kelahiran” karya Ramadhan K.H.
5) Siswa diberi pemahaman tentang teks
laporan hasil observasi yang dikaitkan dengan
fenomena yang terjadi di sekitar siswa. Guru menggugah kesadaran siswa
agar mencintai lingkungan hidup
b.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Siswa mengamati sebuah gambar
tentang lingkungan hidup.
2) Siswa menjawab pertanyaan yang berhubungan
dengan apa yang dilihat dalam gambar dan pengetahuan siswa tentang lingkungan
alam Indonesia atau lingkungan yang ada di sekitar siswa.
Elaborasi
3) Siswa mengambil undian yang berisi
istilah kebahasaan. Lalu, masing-masing siswa menyebutkan kata yang sama,
bersatu membentuk kelompok kecil.
4) Siswa mendapatkan fotokopi teks
hasil observasi.
5) Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca
dan menjawab pertanyaan tentang isi teks hasil observasi.
6) Salah satu kelompok melaporkan
hasil diskusinya.
7) Kelompok lain merespon atau
menanggapi dengan responsif dan santun.
8) Siswa mengisi latihan berupa
mencocokan kalimat dan kata yang isinya berkaitan dengan teks.
9) Siswa bersama guru membahas hasil
latihan.
Konfirmasi
10) Bersama guru, siswa
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang
dialami saat memahami isi teks hasil observasi
11) Siswa mendengarkan umpan balik dan
penguatan dari guru atas pernyataan
mereka tentang hambatan dalam memahami isi teks
hasil observasi
12) Siswa terbaik mendapatkan
penghargaan dari guru.
c.
Kegiatan Penutup
1) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan
3) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut
pembelajaran
2.
Pertemuan
Kedua
a.
Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan
dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2) Siswa
menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3) Siswa
menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan
b.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1) Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang
struktur teks hasil observasi
dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks
hasil observasi.
2) Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan struktur teks hasil
observasi.
Elaborasi
3) Siswa duduk kembali bersatu dengan
kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang.
4) Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca
dan berdiskusi menentukan struktur teks hasil observasi.
5) Wakil dari masing-masing kelompok
secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.
6) Kelompok lain merespon atau
menanggapi dengan responsif dan santun.
Konfirmasi
7) Bersama guru, siswa
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang
dialami saat memahami struktur teks hasil observasi
8) Siswa mendengarkan umpan balik dan
penguatan dari guru atas pernyataan
mereka tentang hambatan dalam memahami struktur teks
hasil observasi.
b.
Kegiatan Penutup
1) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilakukan
3) Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut
pembelajaran
Pertemuan Ketiga
a.
Kegiatan Pendahuluan
1) Siswa
menrespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2) Siswa
menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3) Siswa
menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
b.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1)
Kedalaman
pengetahuan dan kemampuan siswa tentang
ciri-ciri bahasa teks hasil observasi dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks
hasil observasi.
2)
Siswa
bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan ciri-ciri bahasa teks hasil
observasi.
Elaborasi
3)
Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya
masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang
4)
Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca
dan berdiskusi menentukan ciri-ciri bahasa teks hasil observasi.
5)
Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran
melaporkan hasil diskusinya.
Konfirmasi
6)
Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami ciri-ciri bahasa teks
hasil observasi
7)
Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas
pernyataan mereka tentang hambatan
dalam memahami ciri-ciri bahasa teks hasil observasi
c.
Kegiatan Penutup
1)
Siswa
bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2)
Siswa
melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3)
Siswa
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
4)
Siswa
menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
I.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a.
Penilaian Proses
No
|
Aspek yang dinilai
|
Teknik Penilaian
|
Waktu Penilaian
|
Instrumen Penilaian
|
Keterangan
|
1.
|
Religius
|
Pengamatan
|
Proses
|
Lembar Pengamatan
|
Hasil penilaian nomor 1 dan 2
untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn
|
2.
|
Tanggung jawab
|
||||
3.
|
Peduli
|
||||
4.
|
Responsif
|
||||
5.
|
Santun
|
b.
Penilaian Hasil
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
Teknik
Penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Instrumen
|
Mengetahui isi teks hasil observasi
|
Tes
tertulis
|
Tes uraian
|
1. Bacalah
dengan saksama teks laporan hasil observasi berikut! Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
|
Mengetahui struktur teks
laporan hasil observasi
|
Tes
tertulis
|
Tes uraian
|
2. Identifikasikanlah dan jelaskan
struktur teks laporan hasil observasi!
|
Mengetahui cirri-ciri bahasa teks laporan hasil
observasi
|
Tes
tertulis
|
Tes uraian
|
3. Identifikasikanlah dan jelaskan
cirri-ciri bahasa teks laporan hasil observasi!!
|
PedomanPenskoran
:
Soal
no. 1
Aspek
|
Skor
|
Siswa
menjawab pertanyaan
|
|
·
Jawaban betul
|
1
|
Soal
no. 2
Aspek
|
Skor
|
Siswa
mengidentifikasi struktur teks observasi
|
|
·
Jawaban sempurna
|
5
|
·
Jawaban kurang
sempurna
|
3
|
·
Jawaban tidak
sempurna
|
1
|
SKOR MAKSIMAL
|
5
|
Soal no. 3
Aspek
|
Skor
|
Siswa
mengidentifikasi ciri-ciri bahasa teks
laporan hasil observasi
|
|
·
Jawaban sempurna
|
5
|
·
Jawaban kurang
sempurna
|
3
|
·
Jawaban tidak
sempurna
|
1
|
SKOR MAKSIMAL
|
5
|
J.
Sumber Belajar
Ismail
Marahimin. 2008. Penulisan Populer.
Jakarta: Pustaka Jaya
Parera, J.P.
2003. Menulis Tertib dan Sistematis.
Jakarta : Erlangga
Keraf,
Gorys. 2004. Argumentasi
dan Deskripsi. Ende Flores: Nusa Indah
Jakarta, Juli 2013
Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Endang Kurniawan, M. Pd.
Lampiran
Lembar
Pengamatan
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran :....................................................................................................
Waktu Pengamatan:
............................................................................................
Sikap yang diintegrasikan dan
dikembangkan adalah perilaku religius, jujur, tanggung
jawab, dan santun.
Indikator perkembangan sikap perilaku religius,
jujur, tanggung jawab, dan santun.
5.
BT
(belum tampak) jika sama sekali tidak
menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
6.
MT
(mulai tampak) jika menunjukkan sudah
ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih
sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.
MB
(mulai berkembang) jika menunjukkan
ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.
MK
(membudaya) jika menunjukkan
adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
|
Nama Siswa
|
Religius
|
Jujur
|
Tanggung jawab
|
Santun
|
||||||||||||
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
BT
|
MT
|
MB
|
MK
|
||
1.
|
|||||||||||||||||
2.
|
|||||||||||||||||
3.
|
|||||||||||||||||
4.
|
|||||||||||||||||
5.
|
|||||||||||||||||
6.
|
|||||||||||||||||
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan
dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, dimana pihak sekolah diberikan
kewenangan penuh untuk secara mandiri mengembangkan dan mengimplementasikan
kurikulum sesuai dengan kondisi satuan pendidikannya.
2.
KTSP terdiri dari
tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum
tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
3.
Pemberlakuan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut guru untuk mampu membuat
administrasi pembelajaran yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Setelah
sekolah menetapkan KTSP maka guru wajib menJabarkan Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan kedalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
4.
Silabus
harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling
berkaitan untuk memenuhi target pencapaian kompetensi dasar. Bentuk silabus
sebenarnya dapat bervariasi dan dapat dikembangkan sendiri oleh sekolah.
Komponen yang minimal harus terdapat dalam sebuah silabus ialah kompetensi
dasar, hasil belajar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi
waktu, sumber/alat/bahan, dan penilaian.
Format silabus dapat dibuat dalam bentuk narasi maupun kolom/matriks.
5.
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran merupakan kelanjutan yang harus dibuat guru
berdasarkan silabus yang telah dibuat dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
DAFTAR
PUSTAKA
Permendiknas 22, 23 dan 24 Tahun 2006
Permendiknas
22, 23 dan 24 Tahun 2006
Depdiknas.
2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan. Jakarta.
Mulyasa,
E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kunandar, Guru
Profesional Implementasi KTSP dan Sokses Dalam Sertifikasi Guru, Jakarta:
Raja Grapindo Persada, 2007.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar