Selasa, 24 Maret 2015

Perencanaan Pembelajaran

MAKALAH
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
KOMPONEN SILABUS DAN RPP SESUAI KTSP

UNP.jpeg

OLEH KELOMPOK 6 :
ANDRE KURNIA                    ( 1200386 )
EMHA MARTITAH HAQ      ( 1204698 )
IVANA RAHMAWANTI        ( 1204677 )
M. ALYAS BIN JOHARI        ( 1204655 )
RIDHO FEBRIAN                    ( 1204669 )
SEVENI YULVIA                    ( 1204651 )


KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2013




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PERENCANAAN PEMBELAJARAN yang berjudul “Komponen Silabus dan RPP sesuai KTSP” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas Perencanaan Pembelajaran, sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Ibu Dra. Zuwirna, M. Pd sebagai dosen pengajar.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.



Padang,      Oktober 2013



                                                                                                          Penulis








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.     Tujuan................................................................................................... ....... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.    Pengertian dan Komponen KTSP................................................................ 3
B.     Silabus.......................................................................................................... 4
1.      Pengertian Silabus.................................................................................. 4
2.      Prinsip Pengembangan Silabus............................................................... 4
3.      Unit Waktu Silabus................................................................................ 5
4.      Komponen Silabus................................................................................. 5
5.      Format Silabus....................................................................................... 7
C.     Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )................................................ 9
1.      Pengertian RPP...................................................................................... 9
2.      Komponen RPP................................................................................... 10
3.      Prinsip – prinsip Penyusunan RPP....................................................... 11
4.      Format RPP.......................................................................................... 13
D.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013................ 13
E.     Analisa Mengenai Kurikulum 2013 untuk SMA....................................... 16
F.      Contoh Silabus dan RPP............................................................................ 18
BAB III PENUTUP............................................................................................. 42
Kesimpulan............................................................................................................ 42
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 43



                                                                                                       


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Dalam rangka merespon masukan publik tentang pentingnya penyempurnaan Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pada tahun 2006 pemerintah Depdiknas mengeluarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Perbedaan pokok KBK dan KTSP adalah pada KBK pihak pusat menyediakan secara lengkap perangkat kurikulum (standar kompetensi, indikator, materi pokok, dan sebagainya) sehingga pihak sekolah tinggal mengaplikasikannya, sedangkan pada KTSP pihak pusat hanya menyediakan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Materi pokok dan indikator disusun oleh pihak sekolah.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi.  KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang disusun secara otonom oleh pihak sekolah/Daerah dalam rangka mewujudkan implementasi Standar Nasional Pendidikan. Hal tersebut dilaksanakan dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006. Komponen-komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun pihak sekolah/Daerah itu terdiri atas: tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan silabus.
Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan:
·         Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk TK, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2).
·         Perencanan proses pembelajaran meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20).

Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikan (dalam bentuk KTSP) yang sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa masing-masing. Demikian juga halnya dengan pengembangan Silabus dan RPP. Kedua piranti tersebut merupakan pedoman yang paling operasional, yang lebih mencerminkan warna masing-masing pelaksana pendidikannya.

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas saya selaku penulis dapat merumuskan pokok permasalahan yaitu :
1.      Apakah pengertian KTSP ?
2.      Apakah pengertian silabus ?
3.      Apa saja komponen – komponen silabus ?
4.      Apakah pengertian RPP ?
5.      Apa saja komponen – komponen RPP ?

C.   Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “Perencanaan Pembelajaran” dan menjelaskan apa itu pengertian KTSP, pengertian silabus dan RPP sesuai KTSP dan komponen – komponennya. Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi pembaca dan penulis.

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian dan Komponen KTSP
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab 1 Pasal 1 Ayat (15) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah “kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.” KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) dan merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah.
Berdasarkan definisi tersebut, maka pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum. Implementasi KTSP menuntut kemampuan sekolah dengan cara memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah dalam pengembangan kurikulum, karena masing-masing sekolah lebih mengetahui tentang kondisi satuan pendidikannya. Penyusunan KTSP mengacu pada Standar Isi dan (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.
Kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang disebut sebagai komponen kurikulum. Komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan mendukung yang merupakan dasar utama dalam mencapai tujuan pendidikan.
Sebagaimana Panduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), KTSP ada empat komponen, yaitu tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, serta silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

B.   SILABUS
1.     Pengertian Silabus
            Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
            Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
            Silabus merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar.
            Silabus berisikan komponen pokok yang dapat menjawab pertanyaan berikut.:
a)      Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu kegiatan  pembelajaran
b)      Kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan / membentuk kompetensi tersebut
c)      Upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki peserta didik
            Silabus bermanfaat sebagai pedoman sumber pokok dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian.

2.     Prinsip Pengembangan Silabus
a.      Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
b.      Relevan.  Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
c.       Sistematis. Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
d.      Konsisten. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
e.       Memadai.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
f.       Aktual dan Kontekstual.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
g.      Fleksibel.  Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
h.      Menyeluruh.  Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

3.     Unit Waktu Silabus
a)      Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di  tingkat  satuan pendidikan.
b)      Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
c)       Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk  SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.

4.     Komponen Silabus
Silabus dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terdiri dari beberapa komponen, sebagai berikut :
a.       Standar Kompetensi Mata Pelajaran : batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu, kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan siswa untuk suatu mat pelajaran, kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki siswa, kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam dalam suatu mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
b.      Kompetensi Dasar : kemampuan minimal pada tiap mata pelajaran yang harus dicapai siswa. Kompetensi dasar dalam silabus berfungsi untuk mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran.
Misalnya, mampu menyelesaikan diri dengan lingkungan dan sebagainya.Kompetensi Dasar terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
c.       Hasil belajar : kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam suatu kompetensi dasar.Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang dikaji.Hasil belajar bisa berbentuk pengetahuan, keterampilan,maupun sikap.
d.      Indikator hasil belajar : ciri penanda ketercapain kompetensi dasar.Indikator dalam silabus berfungsi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya perubahan perilaku pda diri siswa.Tanda-tanda ini lebih spesifik dan lebih dapat diamati dalam diri siswa, target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi atau tercapai.
e.       Materi pokok : pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator  pencapaian belajar.Secara umum  materi pokok dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis,yaitu  fakta,konsep,prisip,dan prosedur.
f.       Kegiatan pembelajaran : bentuk atau pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.Strategi pembelajaran meliputi kegiatan  tatap muka dan non tatap muka (pengalaman belajar).
g.      Alokasi waktu : waktu yang diperlukan untuk menguasai masing-masing kompetensi dasar.
h.      Penilaian : jenis, bentuk, dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur  keberhasilan belajar siswa.
i.        Sarana dan sumber belajar : sarana dan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
Komponen-komponen silabus di atas, selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau vertical.
5.     Format Silabus
Format 1: Horizontal
SILABUS
Sekolah           : ........
Mata Pelajaran : ........
Kelas/Semester : .......

Standar Kompetensi : ........... Kompeten-
Si Dasar
Materi
Pokok/
Pembelaja-ran
Pengala-man
Belajar
Indikator

Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber
Belajar
Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen





















Format 2: Vertikal
SILABUS

Nama Sekolah                               :....................................
Mata Pelajaran                              :....................................
Kelas/Semester                              :....................................
1. Standar Kompetensi               : ..................................
2. Kompetensi Dasar                   : ..................................
3. Materi Pokok/Pembelajaran : ..................................
4. Kegiatan Pembelajaran          : ..................................
5. Indikator                                  : ..................................
6. Penilaian                                  : ..................................
7. Alokasi Waktu                         : ..................................
8. Sumber Belajar                       : ..................................

Catatan:
* Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa, tetapi diskenariokan oleh guru untuk mencapai SK dan KD
* Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit)
* Sumber belajar: buku teks, alat, bahan, nara sumber,atau lainnya.











C.   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
1.     Pengertian RPP
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.  Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indicator untuk satu kali pertemuan atau lebih.
RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.
2.     Komponen RPP
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen-komponen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menurut permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses terdiri dari :
1.      Identitas Mata Pelajaran meliputi : satuan pendidikan, kelas, semester, program studi, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2.      Standar Kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3.      Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
4.      Indikator Pencapaian Kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5.      Tujuan Pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6.      Materi Ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7.      Alokasi Waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8.      Metode Pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
9.      Kegiatan Pembelajaran :
a.       Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b.      Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c.       Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
10.  Penilaian Hasil Belajar, prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11.  Sumber Belajar, penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

3.     Prinsip – Prinsip Penyusunan RPP
Prinsip-prinsip rencana pembelajaran menurut Permendiknas no 41 tahun 2007 tentang standar proses terdiri dari :
a.       Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
b.      RPP disusun dengan memerhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan lingkungan peserta didik.
c.       Mendorong Partisipasi aktif peserta didik.
d.      Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
e.       Mengembangkan Budaya Membaca dan menulis.
f.       Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
g.      Memberikan Umpan Balik dan Tindak Lanjut, RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi.
h.      Keterkaitan dan Keterpaduan, RPP disusun dengan memerhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK,KD, Materi Pembelajaran, Kegiatn Pembelajaran, Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
b.      Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, RPP disusun dengan mempertimbangkan peneraan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.








4.     Format RPP
Contoh format:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SMP/MTs                    . : ...................................
Mata Pelajaran            : ...................................
Kelas/Semester            : ...................................
Standar Kompetensi   : ...................................
Kompetensi Dasar       : ...................................
Indikator                     : ...................................
Alokasi Waktu            : ..... x 40 menit (… pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
B. Materi Pembelajaran
C. Metode Pembelajaran
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pertemuan 2
E. Sumber Belajar
               F. Penilaian

D.   Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Dalam draft Pengembangan Kurikulum 20013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).
Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati  kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti  apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum LearningPembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.
Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul ketika ditanya, seberapa jauh konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di lapangan?
Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti ini:
Anggap saja dalam  satu semester terjadi 16 kali pertemuan tatap muka, berapa kali Anda melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan konsep pembelajaran mutakhir?
Jawabannya beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).
Berkaitan dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan yang  berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:
1.      Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).
             Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika mengajar  dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun;  dan (b) kategori sedang. Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.
2. Masalah keterbatasan motivasi (kemauan).
            Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.
Kembali kepada persoalan Pendekatan dan  Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum 2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan dan  metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.
Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti, perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.
Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya. 
E.   Analisa Mengenai Kurikulum 2013 untuk SMA
Analisa Mengenai Kurikulum 2013 Untuk Sma Adalah Sebagai Berikut:
1.      Strategi Pengembangan Pendidikan
o   Periode 1994 – 2012, wajib belajar 9 tahun (WAJAR DIKNAS 9 Tahun). Mulai 2013 wajib belajar 12 tahun (PMU).
o   Lama tinggal di sekolah terdapat penambahan 2 sampai 6 jam perminggu.
2.      Rasionalitas penambahan jam Pelajaran
o   Perubahan proses pembelajaran dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu.
o   Perubahan proses penilaian dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output.
o   Perbandingan dengan negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat.
3.      Identifikasi Kurikulum 2013
o   Kompetisi lulusan
a)      Sepenuhnya menekankan pendidikan karakter.
b)      Keterampilan yang relevan.
c)      Pengetahuan-pengetahuan saling terkait.
o   Materi pembelajaran
a)      Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan.
b)      Materi esensial saja.
c)      Sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
o   Proses pembelajaran
a)      Berpusat pada siswa (student center learning).
b)      Sifat sistem pembelajaran kontekstual.
o   Penilaian
a)      Menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara proporsional.
b)      Penilaian tes dan portofolio saling melengkapi.
4.      Analisis elemen perubahan
o   Kompetensi Lulusan
Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
o   Kedudukan mata pelajaran
Kompetensi yang semula diturunkan dan mata pelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
o   Pendekatan (ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui;
1)      Tematik-integratif dalam semua mata pelajaran,
2)      Mata pelajaran,
3)      Mata pelajaran wajib dan pilihan, dan
4)      Mata pelajaran wajib, pilihan dan vokasi.
5.      Proses pembelajaran
o   Proses pembelajaran SMA
Mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan minat dan bakat.
6.      Ekstrakulikuler
o   Pramuka sebagai ekstrakulikuler wajib
Perlunya ekstrakulikuler partisipasi siswa dalam permasalahan kemasyarakatan.
7.      Struktur kurikulum SMA
o   Perlunya ujian nasional yang lebih fleksibel.
o   Ujian nasionalnya kelas 11.
o   Usulan tanpa adanya penjurusan.
o   Usulan penjurusan mulai kelas 10.






F.    Contoh Silabus dan RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : SMPN RAO UTARA
Mata Pelajaran          : IPS
Kelas                           : IX
Semester                     : I
Standar Kompetensi : Memahami kondisi perkembangan negara di dunia
Kompetensi Dasar     : Mendeskripsikan PD II ( termasuk pendudukan Jepang ) serta    pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di indonesia
Indikator                    :
·         Menggambarkan secara kronologis PD II
·         Mengidentifikasi PD II di asia pasifik serta pendudukan militer jepang di indonesia.
·         Menjelaskan pengaruh kebijakan pemerintahan pendudukan jepang terhadap kehidupan jepang terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan pergerakan kebangsaan indonesia.

Alokasi waktu            :
A.    Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran peserta didik dapat :
1.      Menjelaskan penyebab umum dan khusus PD II
2.      Mengidentifikasi PD II di asia pasifik
3.      Mengidentifikasi Pengaruh pendudukan jepang di bidang politik, sosial, dan ekonomi di indonesia.
B.     Materi Pembelajaran
1.      Perang Dunia II
2.      Pemerintahan pendudukan militer jepang di indonesia
C.    Metode Pembelajaran
1.      Ceramah bervariasi
2.      Diskusi
3.      Iquiri
4.      Tanya jawab



D.    Langkah-langkah pembelajaran

PERTEMUAN I
NO
KEGIATAN
PERKIRAAN AKTIFITAS
ALOKASI
WAKTU
GURU
PESERTA DIDIK
A




B



























PENDAHULUAN



KEGIATAN INTI
Eksplorasi





Elaborasi













Konfirmasi


PENUTUP

Absensi peserta didik
Apersepsi
Menjelaskan tujuan pembelajaran


Guru menyajikan peta perang Dunia II di papan tulis

Bertanya kepada peserta didik”
Seandainya anda terlibat perang apa yang kamu lakukan”

Guru membagikan kartu informasi kepada peserta didik

Menuliskan kerangka pembelajaran di papan tulis yaitu :
1.      Sebab umum PD II
2.      Sebab khusu PD II
3.      Negara-negara Blok Sekutu
4.      Negara-negara Blok Facis

Memberikan reward dan hukuman kepada peserta didik yang benar dan yang salah dalam menuliskan kartu informasi ke papan tulis.




Menjelaskan dan memberikan penguatan terhadap jawaban peserta didik

Memberikan kuis

Memberikan tugas kelompok,
1.      Klp.I pengaruh pendudukan jepang di bidang politik
2.      Klp.II pengaruh pendudukan jepang di bidang ekonomi
3.      Klp. III pengaruh pendudukan jepang di bidang sosial.
Duduk dengan rapi dan tertib mendengar dan menyimak penjelasan guru



Melihat dan memperhatikan peta yang disajikan di papan tulis

Menjawab pertanyaan guru.




Menerima kartu informasi dari guru


Menuliskan informasi yang diterima dari guru secara bergiliran ke papan tulis sesuai dengan kerangka pembelajaran





Menerima reward dan punisment dari guru untuk yang benar dan yang salah dalam menuliskan kartu informasi di papan tulis






Mendengar dan menyimak penjelasan guru



Mengerjakan Kuis

Mengerjakan tugas kelompok di rumah masing-masing.
5 menit





10 menit








35 menit























15 menit



15 menit






















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      :  SMA
Kelas/Semester            :  X/1
Mata Pelajaran            :  Bahasa Indonesia
Topik                           :  Komunikasi dalam Kehidupan
 Pertemuan Ke-           :
Alokasi Waktu            :  2 jam pelajaran

A.      Kompetensi Inti
1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.       Menghayati dan mengamalkan perlaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.       Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
4.       Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.      Kompetensi Dasar
3.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
3.2   Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenaipermasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik
3.3 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
3.4  Menginterpretasi makna teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secara lisan maupun tulisan
C.     Indikator Pencapaian Kompetensi
a.    Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
b.    Memiliki sikap tanggung jawab peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuatanekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan kreatif
c.    Mengidentifikasi struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan
d.    Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

D.     Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya dalam menyusun  anekdot sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.

E.      Materi Pembelajaran
1.    Ragam (Bentuk) Bahasa
a.    Bahasa lisan meliputi:
-          Ragam bahasa cakapan
-          Ragam bahasa pidato
-          Ragam bahasa kuliah
-          Ragam bahasa panggung
    Ciri-ciri bahasa lisan:
-          langsung;
-          tidak terikat ejaan tetapi terikat situasi pembicaraan
-          tidak efektif
-          kalimatnya pendek-pendek
-          kalimat sering terputus-  tidak lengkap
-          lagu kalimat situasional
b.   Bahasa tulisan meliputi:
-          ragam bahasa teknis;
-          ragam bahasa undang-undang;
-          ragam bahasa catatan; dan
-          ragam bahas surat.
    Ciri-ciri ragam bahasa tulis:
-          santun;
-          efektif;
-          bahasa disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak;
-          ejaan digunakan sebagai pedoman; dan
-          penggunaan kosa-kata pada dasarnya sudah dibakukan.

2.    Kaidah Bahasa Indonesia
a.         Ejaan dan pungtuasi
b.        Kata baku dan tidak baku
3.    Pengertian dan konsep anekdot
4.    Penggunaan Bahasa Indonesia sesuai dengan konteks

F.      Alokasi waktu
2 x 45 Menit

G.     Strategi/Metode/Pendekatan Pembelajaran
a.         Model Pembelajaran Saintifik
b.         Metode: eksplorasi, elaborasi, konfirmasi.

H.     Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Pendahuluan
1.    Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.    Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3.    Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.


Inti
1.    Siswa mendapatkan fotokopi anekdot dan nego- siasi dari koran yang dibagikan  guru.
2.    Siswa mencermati penggunaan bahasa dan kaidah penulisan anekdot dan negosiasi pada koran
3.    Siswa menganalisis penggunaan kaidah bahasa Indonesia dalam tulisan tersebut.
4.    Siswa mengidentifikasi kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
5.    Siswa merespon pertanyaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan kaidah bahasa Indonesia.
6.    Siswa mengamati dan mendata objek yang akan dijadikan bahan tulisan.
7.    Siswa menuliskan hasil pengamatan ke dalam rubrik yang telah disediakan tentang penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks
8.    Siswa mempresentasikan melalui permainan peran, kemudian saling mengoreksi hasil presentasi tersebut dengan memberikan saran perbaikan untuk penyempurnaan.
9.    Siswa memperbaiki hasil tulisan berdasarkan saran dari kelompok lain sesuai dengan rubrik yang diberikan oleh guru.
10.             Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan yang dialami saat menulis.
11.             Siswa menyimak umpan balik dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam menulisdan hasil observasi guru pada saat siswa berdiskusi.
12.             Siswa menyempurnakan kembali hasil tulisannya berdasarkan umpan balik dari kelompok lain dan guru.
13.             Guru memberikan penghargaan terhadap tulisan yang terbaik dari kelompok.

Kegiatan Penutup






1.    Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.    Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.
3.    Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.



I.        SUMBER/MEDIA PEMBELAJARAN

  1. Sumber            :
  2. Media              : Poster, anekdot dalam surat kabar

J.       Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
a.  Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa
Penilaian Observasi

Lembar penilaian sikap


b.  Memiliki sikap tanggung jawab] peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot baik melalui lisan maupun tulisan dengan kreatif
1.    Penilaian Observasi kinerja penulisan laporan.











1.     Tes tertulis.
2.     Rubrik penilaian kinerja.
c.   Mengidentifikasi struktur dan kaidah pembuatan anekdot dalam bahasa bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan
d.  Menyusun dengan tepat teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan.
1.    Latihan menyusun teks anekdot,.
1.    Lembaran tugas latihan.
2.    Rubrik penilaian latihan.














Lampiran 1 Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran  :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran  :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No.
Nama Siswa
Penggunaan Diksi
Keefektifan Kalimat
Kesesuaian konteks
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.













2.













3













4













5














Keterangan
1                    = kurang
2                    = sedang
3                    = baik
4                    = sangat baik










Lampiran 2:  Lembar Pengamatan

LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN AKHLAK DAN KEPRIBADIAN
Mata Pelajaran  :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran  :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Karakter yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah kerja keras dan tanggung jawab.

Indikator perkembangan karakter kreatif, komunikatif, dan kerja keras
1.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
2.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
Nama Siswa
Kreatif
Komunikatif
Kerja keras
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.













2.













3













4













5













6













7













10













11















Pedoman Penskoran

Aspek
Skor
Siswa menjawab pernyataan benar dengan alasan benar
3
Siswa menjawab pernyataan benar tapi tidak didukung oleh alasan benar
2
Siswa menjawab pernyataan salah
1
SKOR MAKSIMAL
6


Soal Nomor 2 dan 3
Rubrik penilaian
No.
Kriteria Penilaian
Skor
Bobot
1.
Pilihan kata
a.   tepat dan sesuai
b.   kurang tepat dan sesuai
c.   tidak tepat dan sesuai

3
2
1


5
2.
Kalimat
a.   mudah dipahami
b.   sedikit sulit dipahami
c.   sulit dipahami

2
1
0


3
3.
Ejaan dan tanda baca
a.   tidak ada yang salah
b.   sedikit yang salah
c.   banyak yang salah

2
1
0


2



Jakarta,            Juni 2013



Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SatuanPendidikan        : SMP
Kelas/Semester            : VII/1
Mata Pelajaran             : Bahasa Indonesia
Topik                            : Teks Hasil Observasi
Jumlah Pertemuan        : 3 x Pertemuan

A.    Kompetensi Inti
a.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
b.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,  peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
c.    Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
B.     Kompetensi Dasar
1.2       Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
2.1       Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
3.1       Memahami teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan
C.    Indikator Pencapaian Kompetensi
1.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
2.    Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana menyajikan informasi lisan dan tulis
3.    Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi
4.    Mengetahui isi teks hasil observasi
5.    Mengetahui struktur teks hasil observasi
6.    Mengetahui ciri bahasa teks hasil observasi
D.    Tujuan Pembelajaran
5.    Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis
6.    Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana menyajikan informasi lisan dan tulis
7.      Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat menunjukkan sikap jujur, tanggung jawab, dan santun dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam menyusun/memproduksi hasil observasi baik lisan maupun tulisan
8.      Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui isi teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan.
9.      Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui struktur teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan
10.  Setelah membaca teks hasil observasi dan mendiskusikannya siswa dapat mengetahui cirri bahasa teks hasil laporan observasi baik secara lisan maupun tulisan
E.     Materi Pembelajaran
·                  Teks hasil observasi
·                  Struktur teks hasil observasi
·                  Ciri bahasa teks hasil observasi
F.     Alokasi Waktu
6 x 45 Menit
G.    Metode Pembelajaran
Metode Inkuiri, diskusi,  tanya jawab, penugasan,  dan presentasi.
H.    Kegiatan Pembelajaran
1.      Pertemuan Pertama
a.      Kegiatan Pendahuluan
1)    Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2)    Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3)    Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
4)    Untuk menarik minat, siswa mendengarkan pembacaan puisi bertema lingkungan hidup yang berjudul “Tanah Kelahiran” karya Ramadhan K.H.
5)    Siswa diberi pemahaman tentang teks laporan hasil observasi yang dikaitkan dengan   fenomena yang terjadi di sekitar siswa. Guru menggugah kesadaran siswa agar  mencintai lingkungan hidup
b.      Kegiatan Inti
Eksplorasi
1)    Siswa mengamati sebuah gambar tentang lingkungan hidup.
2)    Siswa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan apa yang dilihat dalam gambar dan pengetahuan siswa tentang lingkungan alam Indonesia atau lingkungan yang ada di sekitar siswa.
Elaborasi
3)    Siswa mengambil undian yang berisi istilah kebahasaan. Lalu, masing-masing siswa menyebutkan kata yang sama, bersatu membentuk kelompok kecil.
4)    Siswa mendapatkan fotokopi teks hasil observasi.
5)    Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan menjawab pertanyaan tentang isi teks hasil observasi.
6)    Salah satu kelompok melaporkan hasil diskusinya.
7)    Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif dan santun.
8)    Siswa mengisi latihan berupa mencocokan kalimat dan kata yang isinya berkaitan dengan teks.
9)    Siswa bersama guru membahas hasil latihan.
Konfirmasi
10) Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami isi teks hasil observasi
11) Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami isi teks hasil observasi
12) Siswa terbaik mendapatkan penghargaan dari guru.
c.     Kegiatan Penutup
1)    Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2)    Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3)    Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
2.    Pertemuan Kedua
a.    Kegiatan Pendahuluan
1)  Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2)    Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3)    Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
b.   Kegiatan Inti
Eksplorasi
1)    Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang struktur teks hasil observasi dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks hasil observasi.
2)    Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan struktur teks hasil observasi.
Elaborasi
3)    Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang.
4)    Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan berdiskusi menentukan struktur teks hasil observasi.
5)    Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.
6)    Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif dan santun.
Konfirmasi
7)    Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami struktur teks hasil observasi
8)    Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami struktur teks hasil observasi.
b.      Kegiatan Penutup
1)     Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2)     Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3)     Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
Pertemuan Ketiga
a.    Kegiatan Pendahuluan
1)     Siswa menrespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2)     Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3)     Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.


b.   Kegiatan Inti
Eksplorasi
1)        Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang ciri-ciri bahasa teks hasil observasi dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks hasil observasi.
2)        Siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan ciri-ciri bahasa teks hasil observasi.
Elaborasi
3)        Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang
4)        Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan berdiskusi menentukan ciri-ciri bahasa teks hasil observasi.
5)        Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.
Konfirmasi
6)        Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat memahami ciri-ciri bahasa teks hasil observasi
7)        Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam memahami ciri-ciri bahasa teks hasil observasi
c.    Kegiatan Penutup
1)        Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2)        Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3)        Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
4)        Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran



I.       Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a.    Penilaian Proses
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Instrumen Penilaian
Keterangan
1.
Religius
Pengamatan
Proses

Lembar Pengamatan
Hasil penilaian nomor 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn
2.
Tanggung jawab
3.
Peduli
4.
Responsif
5.

Santun

b.   Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
Mengetahui isi teks hasil observasi
Tes tertulis
Tes uraian
1.      Bacalah dengan saksama teks laporan hasil observasi berikut! Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
Mengetahui struktur teks laporan hasil observasi
Tes tertulis
Tes uraian


2.      Identifikasikanlah dan jelaskan struktur teks laporan hasil observasi!
Mengetahui cirri-ciri bahasa teks laporan hasil observasi
Tes tertulis

Tes uraian

3.      Identifikasikanlah dan jelaskan cirri-ciri bahasa teks laporan hasil observasi!!



PedomanPenskoran :
Soal no. 1
Aspek
Skor
Siswa menjawab pertanyaan

·         Jawaban betul
1

Soal no. 2
Aspek
Skor
Siswa mengidentifikasi struktur teks observasi

·         Jawaban sempurna
5
·         Jawaban kurang sempurna
3
·         Jawaban tidak sempurna
1
SKOR MAKSIMAL
5
Soal no. 3
Aspek
Skor
Siswa mengidentifikasi ciri-ciri  bahasa teks laporan hasil observasi

·         Jawaban sempurna
5
·         Jawaban kurang sempurna
3
·         Jawaban tidak sempurna
1
SKOR MAKSIMAL
5


J.      Sumber Belajar
Ismail Marahimin. 2008. Penulisan Populer. Jakarta: Pustaka Jaya
Parera, J.P. 2003. Menulis Tertib dan Sistematis. Jakarta : Erlangga
Keraf, Gorys.  2004.  Argumentasi dan Deskripsi. Ende Flores: Nusa Indah

Jakarta,  Juli  2013
Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia


Endang Kurniawan, M. Pd.













Lampiran
Lembar Pengamatan
LEMBAR PENGAMATAN  SIKAP
Mata Pelajaran  :..................................................................................................
Kelas/Semester:....................................................................................................
Tahun Ajaran  :....................................................................................................
Waktu Pengamatan: ............................................................................................
Sikap  yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah perilaku religius, jujur, tanggung jawab, dan santun.
Indikator perkembangan sikap perilaku religius, jujur, tanggung jawab, dan santun.
5.      BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas
6.      MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
7.      MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas yang  cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
8.      MK (membudaya) jika menunjukkan adanya  usaha sungguh-sungguh  dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No.
Nama Siswa
Religius
Jujur
Tanggung jawab
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.

















2.

















3.

















4.

















5.

















6.


































BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, dimana pihak sekolah diberikan kewenangan penuh untuk secara mandiri mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kondisi satuan pendidikannya.
2.      KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
3.      Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menuntut guru untuk mampu membuat administrasi pembelajaran yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya.  Setelah sekolah menetapkan KTSP maka guru wajib menJabarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan kedalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
4.      Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian kompetensi dasar. Bentuk silabus sebenarnya dapat bervariasi dan dapat dikembangkan sendiri oleh sekolah. Komponen yang minimal harus terdapat dalam sebuah silabus ialah kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu, sumber/alat/bahan, dan penilaian.  Format silabus dapat dibuat dalam bentuk narasi maupun kolom/matriks.
5.      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan kelanjutan yang harus dibuat guru berdasarkan silabus yang telah dibuat dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. 





DAFTAR PUSTAKA
Permendiknas 22, 23 dan 24 Tahun 2006
Permendiknas 22, 23 dan 24 Tahun 2006
Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kunandar, Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sokses Dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2007.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar