Selasa, 24 Maret 2015

Perkembangan Peserta Didik

MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PERKEMBANGAN SOSIAL




DISUSUN OLEH :
             EMHA MARTITAH HAQ       ( 1204698 )
             FARLANZ JULIHESKY         ( 1200393 )
             MIRA HANDAYANI                ( 1200392 )
             NOVA MARDIANIS                ( 1204676 )
            WINDY TRISNA. H                 ( 1204699 )­­­



KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2012



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK yang berjudul “Perkembangan Sosial” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini disusun untuk melengkapi salah satu tugas Perkembangan Peserta Didik, sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.



Padang,      Mei 2013



                                                                                                              Penulis








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.     Tujuan.......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.    Pengertian Perkembangan Sosial................................................................. 3
B.     Kharakteristik Perkembangan Sosial Remaja............................................... 6
C.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial........................ 6
D.    Usaha – usaha Guru dan Orang tua dalam Menunjang Perkembangan Sosial Remaja                      9
E.     Pengaruh Perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku.......................... 10
BAB III PENUTUP............................................................................................. 11
A.    Kesimpulan................................................................................................ 11
B.     Saran.......................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 12




BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini.
Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anak – anak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap.
Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan perkembangan sosial?
2.      Apa saja ciri – ciri perkembangan sosial ?
3.      Bagaimana karakteristik perkembangan sosial remaja?
4.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial?
5.      Pengaruh perkembangan sosial terhadap tingkah laku?  

C.     Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah “Perkembangan Peserta Didik” dan menjelaskan apa itu pengertian, cirri – cirri, kharakteristik, pengaruh, dan factor – factor yang mempengaruhi perkembangan sosial.  Makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi pembaca dan penulis.











BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial adalah sebuah proses interaksi yang dibangun oleh seseorang dengan orang lain. Perkembangan sosial ini berupa jalinan interaksi anak dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara, teman bermain, hingga masyarakat secara luas.
Perkembangan sosial adalah proses belajar mengenal norma dan peraturan dalam sebuah komunitas. Manusia akan selalu hidup dalam kelompok, sehingga perkembangan sosial adalah mutlak bagi setiap orang untuk di pelajari, beradaptasi dan menyesuaikan diri.

Pengertian perkembangan sosial menurut beberapa ahli
Menurut (Dr.H.Syamsu Yusuf LN., M.Pd.:122) Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi; melebur diri menjadi suatu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama.
Perkembangan sosial adalah kemajuan yang progresif melalui kegiatan yang terarah dari individu dalam pemahaman atas warisan sosial dan formasi pola tingkah lakunya yang luwes. Hal itu disebabkan oleh adanya kesesuaian yang layak antara dirinya dengan warisan sosial itu.
Menurut Elizabeth B. Hurlock, perkembangan sosial adalah kemampuan seseorang dalam bersikap atau tata cara perilakunya dalam berinteraksi dengan unsur sosialisasi di masyarakat.
Singgih D Gunarsah, perkembangan sosial merupakan kegiatan manusia sejak lahir, dewasa, sampai akhir hidupnya akan terus melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan sosialnya yang menyangkut norma-norma dan sosial budaya masyarakatnya.
Abu Ahmadi, berpendapat bahwa perkembangan sosial telah dimulai sejak manusia itu lahir. Sebagai contoh, anak menangis saat dilahirkan, atau anak tersenyum saat disapa. Hal ini membuktikan adanya interaksi sosial antara anak dan lingkungannya.
Jadi, dapat diartikan bahwa perkembangan sosial akan menekankan perhatiannya kepada pertumbuhan yang bersifat progresif. Seorang individu yang lebih besar tidak bersifat statis dalam pergaulannya, karena dirangsang oleh lingkungan sosial, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan kelompok dimana ia sebagai salah satu anggota kelompoknya.
Suatu penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Bronson, menyimpulkan adanya tiga pola orientasi sosial, yaitu:
a.  Withdrawal vs. Expansive
                        Anak yang tergolong withdrawal adalah anak yang mempunyai kecenderungan menarik diri dalam kehidupan sosial, sehingga dia lebih senang hidup menyendiri. Sebaliknya anak expansive suka menjelajah, mudah ergaul dengan orang lain sehingga pergaulannya luas.
b.   Reaxtive vs aplacidity
                        Anak yang reactive pada umumnya memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingg mereka banyak kegiatan, sedangkan anak yang aplacidity mempunyai sifat acuh tak acuh bahkan tak peduli terhadap kegiatan sosial. Akibatnya mereka terisolir dalam pergaulan sosial.
c.  Passivity vs Dominant
                        Anak yang berorientasi passivity sebenarnya banyak mengikuti kegiatan sosial namun mereka cukup puas sebagai anggota kelompok saja, sebaliknya anak yang dominant mempunyai kecenderungan menguasai dan mempengaruhi teman-temannya sehingga memiliki motivasi yang tinggi untuk menjadi pemimpin.
       Dalam masa perkembangan ini, seorang remaja mulai tergugah rasa sosial untuk ingin bergabung dengan anggota-anggota kelompok yang lain. Pergaulannya yang dulu terbatas dengan keluarga, tetangga dan teman-teman sekolah; saat ini dia ingin lebih meluaskan pergaulannya sehingga tidak jarang mereka meninggalkan rumah. Menurut Otto Rank, pada diri remaja terjadi perubahan yang sangat drastis, yaitu dari keadaan tergantung pada orang lain (dependence) pada masa kanak-kanak menuju kepada keadaan mandiri (independence) pada masa dewasa. Tahap-tahap perubahan itu adalah sebagai berikut (Sarwono, 2001):
1.         Pembebasan kehendak dari kekuatan-kekuatan dari dalam sendiri maupun dari lingkungannya (misalnya dari orang tuanya yang selama ini mendominasinya).
2.         Pemilahan kepribadian (division in personality). Dalam tahap ini terjadi perpecahan (discunity) antara kehendak (will) dan kontrak kehendak (counter will). Terjadilah perjuangan moral antara dorongan-dorongan neurotik (kecenderungan untuk tetap tertekan) dengan dorongan-dorongan kreatif (kecenderungan untuk mencipta, mengatur). Akibat dari konflik moral itu timbullah perasaan bersalah, menyesali dan menyalahkan diri sendiri (self criticism) dan perasaan rendah diri. Kalau proses ini berkepanjangan remaja yang bersangkutan akan terlibat dalam gejala neurotik, tetapi kalau ia bisa mengatasi tahap ini dengan baik, remaja yang bersangkutan akan masuk ketahap berikutnya dimana ia akan menjadi manusia yang produktif kreatif.
3.         Integrasi antara kehendak dan kontrak-kehendak menjadi pribadi yang harmonis.
Tahapan perkembangan dan konflik yang dikemumakan oleh Erikson menyebut fase remaja ini sebagai fase identitas lawan kekaburan peran (role diffusion). Individu pada tahap ini sudah ingin menonjolkan identitas dirinya, akan tetapi ia masih terperangkap oleh masih kaburnya peran dia dalam lingkungan asalnya. Kaburnya peran remaja dalam lingkungannya mengakibatkan remaja mulai membentuk kelompok-kelompok atau dalam bahasa Kartini Kartono disebut sebagai gang. Penggabungan diri dengan anggota kelompok yang lain sebenarnya merupakan usaha mencari nilai-nilai baru dan ingin berjuang mencari nilai-nilai baru dan ingin berjuang mencapai nilai-nilai itu, sebab remaja mulai meragukan kewibawaan dan kebijaksanaan orang tua, norma-norma yang ada dan sebagainya (Mulyono, 1995).
B.   Kharakteristik Perkembangan Sosial Remaja
Sejumlah karakteristik menonjol dari perkembangan sosial remaja, yaitu  sebagai berikut :
1.      Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan
Masa remaja bisa disebut sebagai masa sosial karena sepanjang masa remaja hubungan social semakin tampak jelas dan sangat dominan. Kesadaran akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha mencari kompensasi dengan mencari hubungan dengan orang lain atau berusaha mencari pergaulan.
2.      Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial
Ada 2 kemungkinan yang ditempuh oleh remaja ketika berhadapan dengan nilai-nilai sosial tertentu, yaitu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala akibatnya. Ini berarti bahwa reaksi terhadap keadaan tertentu akan berlangsung menurut norma-norma tertentu pula.
3.      Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis
Remaja sangat sadar akan dirinya tentang bagaimana pandangan lawan jenis mengenai dirinya. Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakan sangat penting, tetapi cukup sulit, karena di samping harus memperhatikan norma pergaulan sesame remaja juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup .
4.      Mulai cenderung memilih karakter tertentu
Mulai tampak kecenderungan untuk memilih karier tertentu meskipun dalam pemilihan karier tersebut masih mengalami kesulitan

C.   Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.

a.      Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.

b.      Kematangan anak
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.
Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
c.       Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya.
Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.
d.      Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e.       Kapasitas Mental, Emosi, dan Integensi
Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.

f.       Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain       
merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.

D.   Usaha – usaha Guru dan Orang tua dalam Menunjang Perkembangan Sosial Remaja
Berbagai upaya yang dapat dilakukan guru dan orang tua dalam membantu perkembangan social remaja adalah berikut ini :
TINGKAH LAKU SOSIAL
USAHA PENGEMBANGAN
A. Tertarik Kepada Lawan Jenis
1.      Cinta monyet.
2.      Cinta terarah kepada satu orang.
3.      Jatuh cinta berkali – kali merupakan pengujian identitas diri.


B.  Kesadaran Sosial
1.      Tidak tergantung secara social.
2.      Tidak menerima social yang otoriter.
3.      Memiliki “gang” untuk berbagi rasa, mendapatkan sokongan dalam rangka melepaskan diri dari keterikatan dengan orang tua.

1.      Mengembangkan konsep diri positif.
2.      Menciptakan kerjasama dalam belajar.
3.      Memberikan model cara berhubungan social yang bermoral, agama dan adat istiadat.

1.      Beri kesempatan untuk bergaul dalam kegiatan yang positif dan produktif.
2.      Suasana demokrasi dengan guru, orang tua, serta orang dewasa lainnya.
3.      Guru dan orang tua ikut berpartisipasi dalam gang, dan menjadi model.








E.   Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh hide-ide dari teori – teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain .
Pengaruh egosentris sering terlihat pada pemikiran remaja, yaitu :
a)      Cita-cita dan idealisme yang baik , terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat jauh dan kesulitan-kesuliatn praktis.
b)     Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri belum disertai pendapat orang lain. Pencerminan sifat egois dapat menyebabkan kesulitan dan ketidakpuasan dalam menghadapi pendapat orang lain , maka sifat ego semakin kecil sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang semakin baik dan matang .













BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1.      Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kenutuhan hidup manusia.
2.      Sesuai dengan tahap perkembangannya, interaksi remaja dengan orang tua memiliki kekhasan tersendiri.
3.      Karakteristik perkembangan sosial remaja yaitu :
a)      Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan.
b)      Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial
c)      Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis
d)     Mulai cenderung memilih karakter tertentu
4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial yaitu :
a)Kematangan anak
b)            Keluarga
c)Status Sosial Ekonomi
d)           Pendidikan
e)Kapasitas Mental, Emosi, dan Integensi
5.      Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori – teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.

B.   Saran
Perlu adanya kerja sama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang sosial dapat dilalui secara terarah, mengingat masa remaja merupakan masa yang paling menentukan bagi kebarhasilan remaja dimasa depan.

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad dan Muhammad Asrori. 2004. Psikologi Remaja. Jakarta : Bumi Aksara.
Syah, Muhibbin.2010. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Santrock, W., John. (2003). Adolescence. Erlangga: Jakarta.
Santrock,W.,John. (2002). Perkembangan Masa Hidup (Life Span Development). Erlangga: Jakarta.
Papalia,E.,Diane. (2008). Psikologi Perkembangan (Human Development). Kencana: Jakarta.
Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosda.
Hurlock, E. B. (1988). Perkembangan Anak (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Rochmah, E. Y. (2005). Psikologi Perkembangan. Ponorogo: TERAS.
Yusuf, S.LN. (2000). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosda.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar