MAKALAH PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK
PERKEMBANGAN SOSIAL
DISUSUN OLEH :
EMHA MARTITAH HAQ ( 1204698 )
FARLANZ JULIHESKY ( 1200393 )
MIRA HANDAYANI ( 1200392
)
NOVA MARDIANIS ( 1204676
)
WINDY TRISNA. H (
1204699 )
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK yang berjudul “Perkembangan
Sosial” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Makalah ini
disusun untuk melengkapi salah satu tugas Perkembangan Peserta Didik, sesuai dengan
ketentuan yang diberikan oleh dosen pembimbing mata kuliah yang bersangkutan.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis sadar
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mohon maaf
apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam makalah
ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
dari para pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.
Padang, Mei
2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.
Tujuan.......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Pengertian Perkembangan Sosial................................................................. 3
B.
Kharakteristik Perkembangan Sosial Remaja............................................... 6
C.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial........................ 6
D.
Usaha – usaha Guru dan Orang tua dalam Menunjang
Perkembangan Sosial Remaja 9
E.
Pengaruh Perkembangan Sosial Terhadap Tingkah Laku.......................... 10
BAB III PENUTUP............................................................................................. 11
A.
Kesimpulan................................................................................................ 11
B.
Saran.......................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Selama
rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan
dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan
manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat
perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga
profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang
efektif untuk menangani para remaja ini.
Masa
remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anak – anak dan
masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak
ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat
dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia
belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap.
Perkembangan
sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai
individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai
atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan
lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau
percintaan. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti
opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada
lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku
yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti
luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku
tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik,
miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat
dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial,
situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan
masalah sebagai berikut.
1. Apa yang
dimaksud dengan perkembangan sosial?
2. Apa saja ciri – ciri perkembangan
sosial ?
3. Bagaimana karakteristik perkembangan
sosial remaja?
4. Apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan sosial?
5. Pengaruh perkembangan sosial
terhadap tingkah laku?
C.
Tujuan
Untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah “Perkembangan Peserta Didik” dan menjelaskan apa itu pengertian, cirri – cirri, kharakteristik, pengaruh, dan factor –
factor yang mempengaruhi perkembangan sosial. Makalah
ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan bagi pembaca dan penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perkembangan Sosial
Perkembangan
sosial adalah sebuah proses interaksi yang dibangun oleh
seseorang dengan orang lain. Perkembangan sosial ini berupa jalinan interaksi
anak dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara, teman bermain, hingga
masyarakat secara luas.
Perkembangan
sosial adalah proses belajar mengenal norma dan peraturan
dalam sebuah komunitas. Manusia akan selalu hidup dalam kelompok, sehingga
perkembangan sosial adalah mutlak bagi setiap orang untuk di pelajari,
beradaptasi dan menyesuaikan diri.
Pengertian perkembangan sosial menurut beberapa ahli
Menurut (Dr.H.Syamsu Yusuf LN., M.Pd.:122) Perkembangan sosial merupakan
pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai
proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral,
dan tradisi; melebur diri menjadi suatu kesatuan dan saling berkomunikasi dan
bekerja sama.
Perkembangan sosial adalah
kemajuan yang progresif
melalui kegiatan yang terarah dari
individu dalam pemahaman atas warisan sosial dan formasi pola tingkah lakunya
yang luwes. Hal itu disebabkan oleh adanya kesesuaian yang layak antara dirinya
dengan warisan sosial itu.
Menurut
Elizabeth B. Hurlock, perkembangan sosial adalah
kemampuan seseorang dalam bersikap atau tata cara perilakunya dalam
berinteraksi dengan unsur sosialisasi di masyarakat.
Singgih D
Gunarsah, perkembangan sosial merupakan kegiatan manusia sejak
lahir, dewasa, sampai akhir hidupnya akan terus melakukan penyesuaian diri
dengan lingkungan sosialnya yang menyangkut norma-norma dan sosial budaya
masyarakatnya.
Abu Ahmadi,
berpendapat bahwa perkembangan sosial telah dimulai sejak manusia itu lahir.
Sebagai contoh, anak menangis saat dilahirkan, atau anak tersenyum saat disapa.
Hal ini membuktikan adanya interaksi sosial antara anak dan lingkungannya.
Jadi, dapat diartikan bahwa perkembangan sosial akan
menekankan perhatiannya kepada pertumbuhan yang bersifat progresif. Seorang
individu yang lebih besar tidak bersifat statis dalam pergaulannya, karena
dirangsang oleh lingkungan sosial, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan kelompok
dimana ia sebagai salah satu anggota kelompoknya.
Suatu penelitian
longitudinal yang dilakukan oleh Bronson, menyimpulkan adanya tiga pola
orientasi sosial, yaitu:
a. Withdrawal
vs. Expansive
Anak yang tergolong withdrawal
adalah anak yang mempunyai kecenderungan menarik diri dalam kehidupan sosial,
sehingga dia lebih senang hidup menyendiri. Sebaliknya anak expansive
suka menjelajah, mudah ergaul dengan orang lain sehingga pergaulannya luas.
b. Reaxtive vs aplacidity
Anak yang reactive pada umumnya
memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingg mereka banyak kegiatan, sedangkan
anak yang aplacidity mempunyai sifat acuh tak acuh bahkan tak peduli
terhadap kegiatan sosial. Akibatnya mereka terisolir dalam pergaulan sosial.
c. Passivity
vs Dominant
Anak yang berorientasi passivity
sebenarnya banyak mengikuti kegiatan sosial namun mereka cukup puas sebagai
anggota kelompok saja, sebaliknya anak yang dominant mempunyai
kecenderungan menguasai dan mempengaruhi teman-temannya sehingga memiliki
motivasi yang tinggi untuk menjadi pemimpin.
Dalam
masa perkembangan ini, seorang remaja mulai tergugah rasa sosial untuk ingin
bergabung dengan anggota-anggota kelompok yang lain. Pergaulannya yang dulu
terbatas dengan keluarga, tetangga dan teman-teman sekolah; saat ini dia ingin
lebih meluaskan pergaulannya sehingga tidak jarang mereka meninggalkan rumah.
Menurut Otto Rank, pada diri remaja terjadi perubahan yang sangat drastis,
yaitu dari keadaan tergantung pada orang lain (dependence) pada masa
kanak-kanak menuju kepada keadaan mandiri (independence) pada masa dewasa.
Tahap-tahap perubahan itu adalah sebagai berikut (Sarwono, 2001):
1.
Pembebasan kehendak dari
kekuatan-kekuatan dari dalam sendiri maupun dari lingkungannya (misalnya dari
orang tuanya yang selama ini mendominasinya).
2.
Pemilahan kepribadian (division in
personality). Dalam tahap ini terjadi perpecahan (discunity) antara kehendak
(will) dan kontrak kehendak (counter will). Terjadilah perjuangan moral antara
dorongan-dorongan neurotik (kecenderungan untuk tetap tertekan) dengan
dorongan-dorongan kreatif (kecenderungan untuk mencipta, mengatur). Akibat dari
konflik moral itu timbullah perasaan bersalah, menyesali dan menyalahkan diri
sendiri (self criticism) dan perasaan rendah diri. Kalau proses ini
berkepanjangan remaja yang bersangkutan akan terlibat dalam gejala neurotik,
tetapi kalau ia bisa mengatasi tahap ini dengan baik, remaja yang bersangkutan
akan masuk ketahap berikutnya dimana ia akan menjadi manusia yang produktif
kreatif.
3.
Integrasi antara kehendak dan
kontrak-kehendak menjadi pribadi yang harmonis.
Tahapan
perkembangan dan konflik yang dikemumakan oleh Erikson menyebut fase remaja ini
sebagai fase identitas lawan kekaburan peran (role diffusion). Individu pada
tahap ini sudah ingin menonjolkan identitas dirinya, akan tetapi ia masih
terperangkap oleh masih kaburnya peran dia dalam lingkungan asalnya. Kaburnya
peran remaja dalam lingkungannya mengakibatkan remaja mulai membentuk
kelompok-kelompok atau dalam bahasa Kartini Kartono disebut sebagai gang.
Penggabungan diri dengan anggota kelompok yang lain sebenarnya merupakan usaha
mencari nilai-nilai baru dan ingin berjuang mencari nilai-nilai baru dan ingin
berjuang mencapai nilai-nilai itu, sebab remaja mulai meragukan kewibawaan dan
kebijaksanaan orang tua, norma-norma yang ada dan sebagainya (Mulyono, 1995).
B.
Kharakteristik
Perkembangan Sosial Remaja
Sejumlah
karakteristik menonjol dari perkembangan sosial remaja, yaitu sebagai
berikut :
1.
Berkembangnya kesadaran akan kesunyian
dan dorongan akan pergaulan
Masa remaja bisa disebut sebagai
masa sosial karena sepanjang masa remaja hubungan social semakin tampak jelas
dan sangat dominan. Kesadaran akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha
mencari kompensasi dengan mencari hubungan dengan orang lain atau berusaha
mencari pergaulan.
2.
Adanya upaya memilih nilai-nilai
sosial
Ada 2 kemungkinan yang ditempuh oleh
remaja ketika berhadapan dengan nilai-nilai sosial tertentu, yaitu menyesuaikan
diri dengan nilai-nilai tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala
akibatnya. Ini berarti bahwa reaksi terhadap keadaan tertentu akan berlangsung
menurut norma-norma tertentu pula.
3.
Meningkatnya ketertarikan pada lawan
jenis
Remaja sangat sadar akan dirinya
tentang bagaimana pandangan lawan jenis mengenai dirinya. Pergaulan sesama
teman lawan jenis dirasakan sangat penting, tetapi cukup sulit, karena di
samping harus memperhatikan norma pergaulan sesame remaja juga terselip
pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup .
4.
Mulai cenderung memilih karakter
tertentu
Mulai tampak kecenderungan untuk
memilih karier tertentu meskipun dalam pemilihan karier tersebut masih
mengalami kesulitan
C.
Faktor
– faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan
sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan
anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental
terutama emosi dan inteligensi.
a.
Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan
pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak,
termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga
merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga
berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya
keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses pendidikan yang bertujuan
mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola
pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang
lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
b.
Kematangan anak
Bersosialisasi
memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam
proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan
intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula
menentukan.
Dengan
demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik
sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
c.
Status Sosial Ekonomi
Kehidupan
sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga
dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak
yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam
keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan
sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku
di dalam keluarganya.
Dari
pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif
yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan
sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya.
Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu
mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal
ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari
kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya
sendiri.
d.
Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai
proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial
anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi
oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku
yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di
kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan
kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan
bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk
perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e.
Kapasitas Mental, Emosi, dan
Integensi
Kemampuan
berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan
masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan
berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi,
kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat
menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
f.
Sikap saling pengertian dan
kemampuan memahami orang lain
merupakan
modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh
remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.
D.
Usaha
– usaha Guru dan Orang tua dalam Menunjang Perkembangan Sosial Remaja
Berbagai upaya yang dapat dilakukan
guru dan orang tua dalam membantu perkembangan social remaja adalah berikut ini
:
TINGKAH LAKU SOSIAL
|
USAHA PENGEMBANGAN
|
A.
Tertarik
Kepada Lawan Jenis
1. Cinta
monyet.
2. Cinta
terarah kepada satu orang.
3. Jatuh
cinta berkali – kali merupakan pengujian identitas diri.
B.
Kesadaran
Sosial
1. Tidak
tergantung secara social.
2. Tidak
menerima social yang otoriter.
3. Memiliki
“gang” untuk berbagi rasa, mendapatkan sokongan dalam rangka melepaskan diri
dari keterikatan dengan orang tua.
|
1. Mengembangkan
konsep diri positif.
2. Menciptakan
kerjasama dalam belajar.
3. Memberikan
model cara berhubungan social yang bermoral, agama dan adat istiadat.
1. Beri
kesempatan untuk bergaul dalam kegiatan yang positif dan produktif.
2. Suasana
demokrasi dengan guru, orang tua, serta orang dewasa lainnya.
3. Guru
dan orang tua ikut berpartisipasi dalam gang, dan menjadi model.
|
E.
Pengaruh
Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
Pikiran
remaja sering dipengaruhi oleh hide-ide dari teori – teori yang menyebabkan
sikap kritis terhadap situasi dan orang lain .
Pengaruh
egosentris sering terlihat pada pemikiran remaja, yaitu :
a)
Cita-cita dan idealisme yang baik , terlalu menitik beratkan
pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat jauh dan kesulitan-kesuliatn praktis.
b)
Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri belum disertai
pendapat orang lain. Pencerminan sifat egois dapat menyebabkan kesulitan dan
ketidakpuasan dalam menghadapi pendapat orang lain , maka sifat ego semakin
kecil sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang semakin baik dan matang .
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia
sehubungan dengan meningkatnya kenutuhan hidup manusia.
2.
Sesuai dengan tahap perkembangannya, interaksi remaja dengan
orang tua memiliki kekhasan tersendiri.
3.
Karakteristik perkembangan sosial remaja yaitu :
a)
Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan
pergaulan.
b)
Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial
c)
Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis
d)
Mulai cenderung memilih karakter tertentu
4.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial yaitu :
a)Kematangan anak
b)
Keluarga
c)Status Sosial Ekonomi
d)
Pendidikan
e)Kapasitas Mental, Emosi, dan
Integensi
5.
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori –
teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.
B.
Saran
Perlu adanya kerja sama dari remaja
itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar
perkembangan remaja di bidang sosial dapat dilalui secara terarah, mengingat
masa remaja merupakan masa yang paling menentukan bagi kebarhasilan remaja
dimasa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad dan Muhammad Asrori.
2004. Psikologi Remaja. Jakarta : Bumi Aksara.
Syah, Muhibbin.2010. Psikologi
Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Santrock, W., John. (2003). Adolescence.
Erlangga: Jakarta.
Santrock,W.,John. (2002). Perkembangan
Masa Hidup (Life Span Development). Erlangga:
Jakarta.
Papalia,E.,Diane. (2008). Psikologi Perkembangan
(Human Development). Kencana: Jakarta.
Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosda.
Hurlock, E. B.
(1988). Perkembangan Anak (Jilid 1).
Jakarta: Erlangga.
Rochmah, E. Y.
(2005). Psikologi Perkembangan.
Ponorogo: TERAS.
Yusuf, S.LN.
(2000). Psikologi Perkembangan Anak dan
Remaja. Bandung: Rosda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar