Selasa, 24 Maret 2015

Pendidikan Penelitian Kuantitatif

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DI
SDN 28 AIR TAWAR TIMUR PADANG
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester pada Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang


Description: UNP.jpeg






DISUSUN OLEH :
EMHA MARTITAH HAQ
1204698/ 2012



KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014





KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan PENDIDIKAN PENELITIAN KUANTITATIF yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Gambar sebagai Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas akhir semester Pendidikan Penelitian Kuantitatif, sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Bapak Drs. Zelhendri Zen, M.Pd sebagai dosen pengajar.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya laporan ini.
Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi dalam laporan ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita.
Padang,      Juni 2014

                                                                                                            
              Penulis                      




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................            i
DAFTAR ISI................................................................................................           ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................           1
A.    Latar Belakang Masalah....................................................................           1
B.     Identifikasi Masalah..........................................................................           2
C.     Pembatasan Masalah..........................................................................           2
D.    Rumusan Masalah..............................................................................           3
E.     Tujuan Penelitian...............................................................................           3
F.      Manfaat Penelitian.............................................................................           3
BAB II LANDASAN...................................................................................           4
A.    Kajian Teori.......................................................................................           4
1.      Media Pembelajaran.....................................................................           4
2.      Media Gambar.............................................................................           5
a.       Pengertian Media Gambar.....................................................           5
b.      Kelebihan dan Kekurangan Media Gambar..........................           5
c.       Karakteristik Media Gambar.................................................           6
d.      Manfaat Media Gambar.........................................................           7
e.       Penggunaan Media Gambar...................................................           8
3.      Matematika..................................................................................           8
4.      Hasil Belajar.................................................................................           9
B.     Hipotesis............................................................................................         10
C.     Kerangka Konseptual........................................................................         11
BAB III METODE PENELITIAN............................................................         12
A.    Jenis Penelitian...................................................................................         12
B.     Populasi dan Sampel..........................................................................         12
C.     Teknik dan Alat Pengumpul Data.....................................................         13
D.    Jenis Data dan Sumber Data..............................................................         13
E.     Teknik Analisis Data..........................................................................         14
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.........................         17
A.    Hasil Penelitian..................................................................................         17
B.     Analisis Data......................................................................................         19
C.     Pembahasan.......................................................................................         23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................         24
A.    Kesimpulan........................................................................................         24
B.     Saran..................................................................................................         24
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................         25
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan di Indonesia rata – rata masih menggunakan media papan tulis, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan guru tentang media dan semakin canggihnya teknologi yang menyebabkan setiap orang lebih senang melakukan sesuatu yang serba instan.
Mata pelajaran Matematika adalah  salah satu pelajaran yang paling dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Kegiatan pembelajaran cenderung berisikan rumus – rumus yang monoton dan membosankan. Rumus – rumus tersebut lebih sering hanya diperlihatkan di buku atau ditulis ulang oleh Guru di papan tulis. Pembelajaran berjalan dengan monoton dan banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.
Rendahnya motivasi siswa dalam mata pelajaran Matematika  berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas, diperlukan suatu media yang dapat membangkitkan minat siswa dalam pembelajaran Matematika, sehingga bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya peningkatan minat dan hasil belajar siswa ini dapat dilakukan dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran Matematika.
Media gambar merupakan media yang cukup unik dimana ia menggambarkan apa pemikiran lisan yang ditangkap oleh siswa. Selain itu media gambar juga merupakan media yang sangat menarik terutama bagi siswa sekolah dasar karena berisikan berbagai macam gambar yang beradu dengan warna-warna menarik sehingga siswa akan lebih cepat menyerap materi pelajaran dengan melihat media yang dipakai oleh guru dalam belajar mengajar, sehingga siswa akan semakin tertarik dengan materi yang dibahas, oleh karena itu siswa tidak akan merasa cepat bosan dalam menerima suatu materi yang disampaikan oleh gurunya.
Berdasarkan fenomena tersebut, penulis tertarik untuk membahas masalah mengenai “Pengaruh penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang”.

B.     Identifikasi Masalah                  
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
1.      Masih banyak guru – guru yang kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran, khususnya media gambar.
2.      Masih kurang optimalnya penggunaan media gambar dalam pembelajaran.
3.      Hasil belajar siswa dan siswi kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang tergolong rendah.

C.    Pembatasan Masalah                 
Untuk itu penulis membatasi masalah pada beberapa hal mengenai:
1.   Pengertian Media Pembelajaran
2.   Pengertian Media Gambar
3.   Pengertian Mata Pelajaran Matematika
4.   Pengertian Hasil Belajar
5.   Pengaruh penggunaan Media Gambar terhadap hasil belajar siswa


D.    Rumusan Masalah                     
Berdasarkan batasan masalah di atas dapat dirumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2. Apakah defenisi dari media gambar?
3. Apakah defenisi dari mata pelajaran Matematika?
4. Apakah defenisi dari hasil belajar?
5. Bagaimana pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran Matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang?

E.     Tujuan Penelitian                       
Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah “Penelitian Pendidikan Kuantitatif”, selain itu juga bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai pengaruh penggunaan media gambar pada mata pelajaran Matematika.

F.     Manfaat Penelitian
Adapula manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan karya ilmiah ini adalah:
1.    Bagi Guru
Karya ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan bagi guru tentang media gambar.
2.    Bagi Siswa
Karya ilmiah ini dapat menjadikan siswa tidak cepat bosan dapat menyerap pelajaran dengan baik.


BAB II
LANDASAN

A.    Kajian Teori                   
1.      Media Pembelajaran
Secara harfiah, media berarti perantara atau pengantar. Sadiman (1993:6) mengemukakan bahwa media adalah media atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan ely (1971) mengatakan, apabila dipahami secara garis besar, maka media adalah manusia,materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi atau membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru,buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.
Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat – alat grafis, fotografis, elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.
Menurut Allen, terdapat sembilan kelompok media, yaitu: visual diam (gambar), film, televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran terprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklarifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tetapi lemah untuk tujuan belajar yang lain.

2.      Media Gambar
a.      Pengertian Media Gambar
Gambar/ foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Setiap ahli memberikan pengertian yang berbeda terhadap media gambar, meskipun secara esensial terhadap suatu kesamaan yakni sebagai alat bantu atau sarana yang digunakan untuk membantu proses komunikasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Dalam buku media intruksional edukatif dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan media gambar adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar yang dapat berupa foto dan lukisan (Rohani, 1997: 21). Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa: “Media gambar adalah alat atau sarana yang merupakan reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi yakni lukisan maupun foto sebagai perantara dalam berkomunikasi dalam proses belajar mengajar” (Nasution, 1992: 11).
Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar itu merupakan sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar yang dapat berupa foto dan lukisan.

b.      Kelebihan dan Kekurangan Media Gambar
Kelebihan Media Gambar/ foto yaitu:
1.   Sifat kongkrit: gambar/ foto kelihatannya realitis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal media.
2.   Gambar dapat mengatasi batas, ruang dan waktu. Tidak semua benda objek atau pariwisata dapat dibawa ke kelas dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/pariwisata tersebut.
3.   Media gambar/ foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
4.   Foto dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan dalam tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah dan membetulkan kesalahfahaman.
5.   Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan.
6.   Media gambar mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar, tanpa memerlukan perlengkapan  apa pun.
Kekurangan media gambar, yaitu:
1.   Gambar atau foto hanya menekankan persepsi indera mata.
2.   Gambar yang terlalu ribet/ terlalu kompleks kurang efektif dalam kegiatan pembelajaran.
3.   Ukuran media gambar tidak cukup besar untuk tujuan pengajaran kelompok besar.

c.       Karakteristik Media Gambar
Media gambar adalah salah satu alat yang penting bagi pengajaran dan pendidikan. Oleh sebab itu media gambar yang hendak dipergunakan hendaknya memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu, sehingga seorang guru akan memilih menggunakan serta memamfaatkan media gambar tersebut secara efektivitas dan efisiensi.
Dalam buku media intruksional edukatif bahwa karakteristik yang ada pada media gambar adalah :
1)      Sederhana dan mudah dilihat,
2)      Warna-warna yang digunakan harus menarik dan menambah kejelasan,
3)      Tidak terlalu banyak ragam dan jenisnya (Rohani, 1997: 35)
Sedangkan ahli lain mengatakan:
1)      Sederhana dan mudah pembuatannya.
2)      Relatif murah di tinjau dari segi biaya.
3)      Dapat menarik perhatian peserta didik. (Sadiman, 2007: 29).
Dari kedua pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan media gambar harus memiliki karakteristik sebagai berikut: Bentuknya sederhana dan mudah dilihat, warna-warnanya dapat menarik para peserta didik, mudah digunakan serta tidak terlalu banyak ragam jenisnya. Dengan demikian media bergambar harus memenuhi karakteristik-karakteristik seperti tersebut di atas, sehingga dapat memperlancar proses belajar.

d.      Manfaat Media Gambar
Manfaat yang dimiliki media gambar didalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
a)      Media gambar dapat membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa,
b)      Media gambar dapat memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa,
c)      Media gambar dapat memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak belajar (Hamalik, 1994: 25).
Ada beberapa alasan media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa berkaitan dengan mamfaat media pengajaran dalam proses  belajar siswa antara lain:
1)      Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,
2)      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa dalam menguasai tujuan, pengajaran yang lebih baik,
3)      Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktifitas lain seperti: mengamati, melakukan, mendemonstarsikan dan lain-lain (Sudjana dan Rifa’i, 1994: 24).
Dari kedua pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa media gambar sangat bermamfaat untuk menghindari terjadinya verbalisme, membangkitkan minat, menimbulkan motivasi, menarik perhatian siswa, dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran serta mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar dan mengaktifkan pemberian ransangan untuk belajar.
e.       Penggunaan Media Gambar
Dari uraian secara teoritis di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar berwarna adalah alat bantu yang dipergunakan didalam pembelajaran Matematika untuk mempermudah siswa dalam menerapkan pembelajaran.
Dengan pemanfaatan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran Matematika memungkinkan timbulnya interaksi edukatif yang efektif antara guru dan siswa, dan antara siswa dengan siswa. Hal ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dalam segala aktivitas belajar. Melalui penggunaan media gambar anak dapat belajar lebih aktif.

3.      Matematika
Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Dengan demikian, pelajaran matematika tersusun sedemikian rupa sehingga pengertian terdahulu lebih mendasari pengertian berikutnya. James dan James mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, dan konsep – konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berfikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika.
Berikut ini beberapa defenisi atau pengertian matematika dari beberapa ahli yang diungkapkan oleh Robert E. Reys. (1998:2) :
a.       Matematika adalah suatu studi atau kajian tentang pola dan hubungan.
b.      Matematika adalah suatu cara berfikir.
c.       Matematika adalah seni, digolongkan dengan tata urutan dan kejelasan di dalamnya.
d.      Matematika adalah suatu bahasa, menggunakan istilah dan simbol tertentu dengan hati – hati.
e.       Matematika adalah suatu alat.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah suatu ilmu yang berhubungan tentang konsep – konsep dan struktur-struktur yang abstrak.

4.      Hasil Belajar             
Hasil adalah sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha ;(Dedy Sugono, 2008:528). Sedangkan belajar sebagaimana telah diuraikan di atas adalah proses perubahan tingkah laku, sehingga hasil belajar dapat diartikan sebagai sesuatu yang diadakan oleh usaha merubah tingkah laku.
Menurut Sri Rumini, dkk (1995:61) hasil belajar siswa merupakan kapasitas manuasia yang nampak dalam tingkah laku. Tingkah laku yang dimaksud adalah tingkah laku siswa yang ditampilkan berkaitan dengan hasil belajar dengan memberikan gambaran yang lebih nyata, hal ini tentunya berkaitan dengan hasil dan proses di sekolah. Sedangkan menurut Nana Sudjana (2006:22) hasil belajar siswa adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.
Hasil belajar adalah  angka yang  diperoleh siswa yang telah berhasil menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan  sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran. Hasil  belajar dapat diklasifikasikan menjadi tiga ranah,  yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Prinsip yang mendasari penilaian hasil belajar yaitu untuk memberi harapan bagi siswa dan guru untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas dalam arti siswa menjadi pembelajar yang efektif dan guru menjadi motivator yang baik. Dalam kaitan dengan itu, guru dan pembelajar dapat menjadikan informasi hasil penilaian sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah, sehingga mereka dapat memperbaiki dan meningkatkan belajarnya (Rasyid, 2008 : 67).
Menurut Sri Rumini, dkk (1995:61) hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang berasal dari individu yang sedang belajar, dan faktor yang berasal dari luar diri individu. Faktor yang berasal dari dalam diri individu dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor psikis. Salah satu faktor yang berasal dari luar diri individu adalah guru dan lingkungan belajar.

B.     Hipotesis              
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang harus di uji kebenarannya. Arikunto (2006 :71) mengatakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan dalam penelitian ini yang kebenarannya harus diuji sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah :
HI : ” Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”
 H0 : ” Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”


C.    Kerangka Konseptual               


PEMBELAJARAN MATEMATIKA
 



                                    

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen
 



Pembelajaran Menggunakan Media Gambar

Pembelajaran Tanpa Menggunakan Media Gambar
                                      



Tes Hasil Belajar
 


Tes Hasil Belajar
                                                                        

PEMBELAJARAN MATEMATIKA
 












BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian               
Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan meggunakan metode kuasi  eksperimen. Jenis penelitian ini digunakan sebagai perangkat penelitian untuk meneliti masalah tentang pengaruh penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran Matematika.

B.     Populasi dan Sampel      

a.        Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian dimana apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjeknya tidak terlalu banyak. (Arikunto, 2006 : 130 )
Berdasarkan pendapat di atas, maka penentuan populasi dalam penelitian ini adalah siswa – siswi kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang yang berjumlah 33 orang.

b.      Sampel
              Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut,  maka yang dimaksud dengan sampel adalah sebagian wakil dari suatu populasi yang akan diteliti.




C.    Teknik dan Alat Pengumpul Data                   
1.      Teknik Pengumpul Data
Salah satu kegiatan dalam penelitian adalah menentukan cara mengukur variabel penelitian dan alat pengumpulan data. Untuk mengukur variabel diperlukan instrumen penelitian dan instrumen ini berfungsi untuk digunakan mengumpulkan data. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode tes.
Metode tes menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan sejumlah item pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan  kepada subjek penelitian. Pada penelitian ini model tes digunakan untuk mengumpulkan data mengenai hasil belajar siswa. Tes dalam penelitian ini berbentuk tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda yang memuat beberapa pertanyaan soal matematika yang berjumlah 40 butir soal.
2.      Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data adalah suat alat yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar soal tes, yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa.

D.    Jenis Data dan Sumber Data    
1.      Jenis Data
Jenis data ada dua macam, yaitu :
1)      Data kualitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam kata – kata atau simbol.
2)      Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka-angka.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berbentuk angka – angka berupa nilai siswa kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang.
2.      Sumber Data
Sumber data yang diambil dalam penelitian ini diperoleh langsung dari siswa  kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang.

E.     Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbedaan dua rata-rata nilai dengan menggunakan uji t yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sampel.
1.    Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik uji Liliefors.
Langkah-langkah nya adalah :
1)   Urutkan data dari yang paling kecil sampai yang paling besar
2)   Tentukan nilai rata-rata (X)
X =      
3)   Tentukan simpangan baku (S)
4)   Hitung Zi untuk setiap data dengan menggunakan rumus :
Zi
5)   Hitung F(Zi) untuk setiap data yang sudah dibakukan tersebut (Zi) dengan mempedomani nilai Z.
6)   Hitung S (Zi) setiap data dengan cara membagi nomor urut data dengan jumlah data. kecuali jika ada dua data atau lebih mempunyai nilai yang sama, maka S (Zi) sama. Yaitu nomor urut yang terakhir dari data yang sama itu dibagi dengan jumlah data.
7)   Hitung selisih F (Zi) dengan S (Zi) untuk setiap data.
8)   Lihat Harga L hitung dibandingkan dengan harga L tabel.
Bila L Hitung <  L tabel, berarti data berdistribusi normal.




2.    Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel  berasal dari kelompok yang homogen. Teknik yang akan digunakan dalam uji homogenitas ini adalah uji Bartlett.
Langkah-langkahnya adalah :
1)   Hitung (dk) Long S2 seperti pada tabel dibawah ini :

Sampel ke
Dk
Si2
Log S2
(dk)Log S2
1
2
K
n1-1
n2-1
nk-1
1/(n1-1)
1/(n2-1)
1/(nk-1)
S12
S22
Sk2
Log S12
Log S22
Log Sk2
(n1-1) Log S12
(n2-1) Log S22
(nk-1) Log Sk2
Jumlah
ni-1)
-
-
ni-1) Log SI

2)   Hitung varians gabungan dari sampel dengan cara sebagai berikut :
S2 =
3)   Hitung Log dari S2 atau Log dari varian gabungan
4)   Hitung satuan B deengan rumus :
B = (Log s2) ni-1)
5)   Untuk uji Barlett digunakan statistik Chi kuadrat dengan rumus:
χ2 = (L n 10) [ B- ni-1) Log si2 ]
L n 10 = 2,3026   logaritma asli dari bilangan 10
6)   Bandingkan hasil perhitungan χ2 hitung dengan tabel.      

3.    Uji Hipotesis
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan peningkatan hubungan sosial siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan sehingga dapat menunjukkan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak.

HI : ” Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”
 H0 : ” Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”
Untuk menguji kedua hipotesis tersebut, dapat digunakan rumus T-test sebagai berikut :
      t =
keterangan :
t     =  Angka beda rata-rata X1-X2
X1  =  Rata-rata kelompok eksperimen
X2  =  Rata-rata kelompok kontrol
SD2=  Varians
SD =  Standar Deviasi
N1  = Jumlah kelompok eksperimen
N2  = Jumlah kelompok kontrol






BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian               
Data yang dideskripsikan dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu data tentang hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media gambar disebut dengan kelompok eksperimen dan data tentang hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa media gambar disebut dengan kelompok kontrol. Untuk melihat nilai perbandingan hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini.
1.    Deskripsi Data
Tabel 1. Deskripsi Data Belajar Matematika Siswa Kelas II dengan menggunakan Media Gambar dan yang tidak menggunakan Media Gambar
Variabel
Menggunakan Media Gambar
Tanpa Menggunakan Media Gambar
N
33
33
Nilai Tertinggi
97
95
Nilai Terendah
55
48
Jumlah Nilai
2706
2440
Rata-rata
82.45
73.30
SD
9.91
13.83
Varians
98.20
191.27

1.    Data Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Gambar
                Data diperoleh dari hasil belajar siswa kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014. Jumlah siswa yang belajar dengan menggunakan media gambar yaitu 33 orang dalam satu kelas. Setelah diperoleh nilai hasil belajar tersebut, maka terlihat bahwa nilai tertinggi yang berhasil dicapai siswa adalah 97 dan nilai terendahnya adalah 55. Untuk lebih lengkapnya rentangan interval nilai hasil belajar Matematika kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

      Tabel 2. Data Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang
Kelas Interval
Titik Tengah
F
%
95 – 99
93
4
12.12%
90 – 94
88
4
12.12%
85 – 89
83
8
24.24%
80 – 84
78
4
12.12%
75 – 79
73
7
21.21%
70 – 74
68
3
9.09%
65 – 69
63
1
3.03%
60 – 64
58
1
3.03%
55 - 59
53
1
3.03%
Jumlah

33
100%

Dari tabel di atas terlihat bahwa kelas interval yang memiliki frekuensi absolute tertinggi adalah rentangan nilai 85-89. Selain itu dari keseluruhan skor yang diperoleh siswa dapat diketahui bahwa jumlah nilai yang berhasil dicapai adalah 2706 dengan nilai rata-rata 82.45 dan standar deviasi sebesar 9.91. Dari tabel di atas dapat dilihat interval nilai siswa yang memperoleh hasil belajar dengan nilai 55 sampai dengan nilai 97.
2.    Data Hasil Belajar Siswa tanpa menggunakan Media Gambar
            Data hasil belajar siswa yang diperoleh dari kelas kontrol tanpa menggunakan media gambar pada saat pembelajaran dengan jumlah siswa 33 orang. Dari hasil belajar yang dicapai siswa terlihat bahwa nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendahnya adalah 48. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
     

      Tabel 3. Data Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang
Kelas Interval
Titik Tengah
F
%
91-95
93
6
18.18%
86-90
88
2
6.06%
81-85
83
4
12.13%
76-80
78
2
6.06%
71-75
73
5
15.15%
66-70
68
1
3.03%
61-65
63
6
18.18%
56-60
58
5
15.15%
51-55
53
0
0%
46-50
48
2
6.06%
Jumlah

33
100 %

            Dari tabel di atas terlihat bahwa kelas interval yang memiliki frekuensi absolute tertinggi adalah rentangan nilai 91-95 dan 61-65. Selain itu dari keseluruhan skor yang diperoleh siswa dapat diketahui bahwa jumlah nilai yang berhasil dicapai adalah 2440 dengan nilai rata-rata 73.30 dan standar deviasi sebesar 13.83. Dari tabel di atas dapat dilihat interval nilai siswa yang memperoleh hasil belajar dengan nilai 48 sampai dengan nilai 95.

B.     Analisis Data
Untuk menarik kesimpulan dari hasil penelitian, dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t, tetapi sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.


1.    Uji Persyaratan Data
a.    Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data sampel berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas maka digunakan uji Liliefors.
Jika Lhitung > Ltabel maka data berdistribusi tidak normal.
Jika Lhitung < Ltabel maka data berdistribusi normal.
Berdasarkan perhitungan pengujian yang dilakukan dengan Liliefors terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ditemukan hasil bahwa kelas eksperimen mempunyai Lhitung 0.0708 sedangkan Ltabel dengan n=33 adalah 0.1544 untuk taraf signifikan α 0,05. Ini berarti bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.0708 < 0.1544. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk kelas eksperimen data berasal dari kelompok yang berdistribusi normal.
Pada kelas kontrol ditemukan bahwa hasil untuk Lhitung 0.1196 dan untuk Ltabel dengan n=33 adalah 0.1544 untuk taraf signifikan α 0,05. Ini berarti bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.1196 < 0.1544. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk kelas kontrol data berasal dari kelompok yang berdistribusi normal.
Tabel 4. Hasil Perhitungan Pengujian Liliefors Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
No
Kelompok
N
Lhitung
Ltabel
Keterangan
1
Eksperimen
33
0.0708
0.1544
Normal
2
Kontrol
33
0.1196
0.1544
Normal

b.    Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas menggunakan Uji Barlett. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data berasal dari kelompok yang homogen, antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Jika chi kuadrat hitung < chi kuadrat tabel maka data berasal dari kelompok yang homogen.
Jika chi kuadrat hitung > chi kuadrat tabel maka data berasal dari kelompok yang tidak homogen.

Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas
Α
χ2 hitung
χ² tabel
Kesimpulan
Eksperimen
0,05
3.499
3.841
Homogen
Kontrol

Dari tabel di atas terlihat bahwa χ2 hitung kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari χ² tabel yaitu 3.499 < 3.841, berarti kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki varians yang homogen.

2.    Uji Hipotesis
                Setelah uji normalitas dan uji homogenitas kemudian dilanjutkan dengan pengujian t-test. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan untuk nilai kedua kedua kelompok.
      Jika thitung < ttabel berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
      Jika thitung > ttabel berarti terdapat perbedaan yang signifikan.
                     Berikut ini akan digambarkan pengolahan data dengan t-test :

      Tabel 6. Data Hasil Perhitungan Nilai Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Aspek
Kelas Eksperimen
Kelas Kontrol
N
33
33
82.45
73.30
SD2
98.20
191.27






Perhitungannya :
t = 
t =  
t =  
t =  
t =  
t =  3.0419
df = (N1 – 1) + (N2 – 1) = (33 – 1) + (33 – 1) = 64
ttabel untuk α 0,05 dengan df sebesar 64 adalah 1.980
                Untuk menguji hipotesis digunakan t-test. Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan t-test diperoleh hasil sebagai berikut.
      Tabel 7. Hasil Pengujian dengan t-test
No
Kelompok
Hasil Rata-rata Kelas
t hitung
t tabel
α 0,05
1
Eksperimen
82.45
3.0419
1.980
2
Kontrol
73.30

Hasil perhitungan t-test diperoleh thitung sebesar 3.0419sedangkan ttabel 1.980. Dengan demikian thitung > ttabel yaitu 3.0419 > 1.980. Jadi hipotesis pertama yang menyatakan hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar kelompok kontrol (dapat dibuktikan). Hipotesis kedua tentang pengujian signifikansi perbedaan dengan uji t diperoleh thitung 3.0419 sedangkan ttabel 1.980 (thitung > ttabel) berarti terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil analisis tersebut di atas menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.
C.  Pembahasan
          Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, dikemukakan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen mempunyai perbedaan yang signifikan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang belajar tanpa menggunakan media gambar pada taraf kepercayaan 5%.
                      Hal ini dapat diketahui dari uraian deskripsi data dan analisis data di atas, terlihat angka rata-rata yang diperoleh menunjukkan bahwa kelas yang belajar dengan menggunakan media gambar tinggi hasil belajarnya dari kelas yang belajar dengan tanpa menggunakan media gambar.
Berdasarkan hasil tes akhir siswa berupa soal tes yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh hasil bahwa di kelas eksperimen siswa yang mendapat nilai di atas 75 adalah 27 orang dan siswa yang mendapat nilai dibawah 75 berjumlah 6 orang. Sedangkan pada kelas kontrol siswa yang memperoleh nilai di atas 75 berjumlah 18 orang dan siswa yang memperoleh nilai di bawah 75 berjumlah 15 orang. Dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 75, sehingga siswa yang mencapai nilai di bawah 75 belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dan hasil pembelajaran kelas eksperimen diperoleh rata-rata belajar siswa 82.45 dengan nilai tertinggi 97 dan nilai terendah 55. Sedangkan hasil belajar kelas kontrol diperoleh rata-rata belajar siswa 73.30 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 48.






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran Matematika siswa kelas II di SDN 28 Air Tawar Timur Padang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata – rata kelas eksperimen yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat  perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

B.     Saran                   
Dari kesimpulan di atas, penulis ingin mengemukakan saran, antara lain :
1.      karena penggunaan media gambar dapat meningkatkan minat, motivasi, dan aktivitas belajar siswa, ada baiknya setiap guru SD dapat menjadikan media gambar sebagai sebuah media alternatif yang baik dalam pembelajaran di kelas.
2.      Untuk dapat mencapai hasil belajar siswa yang diinginkan, ada baiknya setiap guru SD dapat mengombinasikan berbagai metode pembelajaran dengan Media Gambar yang digunakan. Hal ini, disebabkan penggunaan media gambar belum menjamin keberhasilan belajar siswa jika digunakan sebagai satu-satunya alternatif.



DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. “Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran”. Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2010.
Kustandi, Cecep dan Sutjipto, Bambang. “Media Pembelajaran: Manual dan Digital”. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2011.
Rohani, Ahmad. “Media Intruksional Edukatif”. Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta, 1997.
Sadiman, Arief, dkk. “Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya”. Cetakan ke-16. Jakarta: Penerbit Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada, 2012.
Syafril. 2010. Statistika. Padang : FIP UNP.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar