PENGARUH PENGGUNAAN
MEDIA GAMBAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP
HASIL BELAJAR SISWA KELAS II PADA
MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DI SDN 28 AIR TAWAR TIMUR PADANG
DI SDN 28 AIR TAWAR TIMUR PADANG
Diajukan Sebagai Salah
Satu Syarat Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester pada Jurusan Kurikulum dan
Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

DISUSUN OLEH
:
EMHA MARTITAH HAQ
1204698/ 2012
KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah Swt.
atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan laporan PENDIDIKAN
PENELITIAN KUANTITATIF yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Gambar sebagai
Media Pembelajaran Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas
II Pada Mata Pelajaran
Matematika di SDN
28 Air Tawar Timur Padang” sesuai dengan waktu
yang telah ditetapkan.
Laporan
ini disusun sebagai salah
satu syarat untuk memenuhi
tugas akhir semester Pendidikan Penelitian Kuantitatif, sesuai dengan
ketentuan yang diberikan oleh Bapak Drs.
Zelhendri Zen, M.Pd sebagai dosen pengajar.
Ucapan
terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
terselesaikannya laporan ini.
Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis
memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian materi
dalam laporan ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari para pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita.
Padang, Juni 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1
A. Latar
Belakang Masalah.................................................................... 1
B. Identifikasi
Masalah.......................................................................... 2
C. Pembatasan
Masalah.......................................................................... 2
D. Rumusan
Masalah.............................................................................. 3
E. Tujuan
Penelitian............................................................................... 3
F. Manfaat
Penelitian............................................................................. 3
BAB II LANDASAN................................................................................... 4
A. Kajian
Teori....................................................................................... 4
1. Media
Pembelajaran..................................................................... 4
2. Media
Gambar............................................................................. 5
a. Pengertian
Media Gambar..................................................... 5
b. Kelebihan
dan Kekurangan Media Gambar.......................... 5
c. Karakteristik
Media Gambar................................................. 6
d. Manfaat
Media Gambar......................................................... 7
e. Penggunaan
Media Gambar................................................... 8
3. Matematika.................................................................................. 8
4. Hasil
Belajar................................................................................. 9
B. Hipotesis............................................................................................ 10
C. Kerangka
Konseptual........................................................................ 11
BAB III METODE
PENELITIAN............................................................ 12
A. Jenis
Penelitian................................................................................... 12
B. Populasi
dan Sampel.......................................................................... 12
C. Teknik
dan Alat Pengumpul Data..................................................... 13
D. Jenis
Data dan Sumber Data.............................................................. 13
E. Teknik
Analisis Data.......................................................................... 14
BAB IV HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHASAN......................... 17
A. Hasil
Penelitian.................................................................................. 17
B. Analisis
Data...................................................................................... 19
C. Pembahasan....................................................................................... 23
BAB V KESIMPULAN DAN
SARAN..................................................... 24
A. Kesimpulan........................................................................................ 24
B. Saran.................................................................................................. 24
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 25
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
LAMPIRAN 4
LAMPIRAN 5
LAMPIRAN 6
LAMPIRAN 7
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Dalam proses belajar mengajar, dua
unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran.
Pembelajaran yang dilakukan di Indonesia rata – rata masih menggunakan media
papan tulis, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan guru tentang media
dan semakin canggihnya teknologi yang menyebabkan setiap orang lebih senang
melakukan sesuatu yang serba instan.
Mata pelajaran Matematika adalah salah satu pelajaran yang paling dianggap
sulit oleh sebagian besar siswa. Kegiatan pembelajaran cenderung berisikan
rumus – rumus yang monoton dan membosankan. Rumus – rumus tersebut lebih sering
hanya diperlihatkan di buku atau ditulis ulang oleh Guru di papan tulis.
Pembelajaran berjalan dengan monoton dan banyak siswa yang kurang aktif dalam
pembelajaran.
Rendahnya motivasi siswa dalam mata pelajaran
Matematika berdampak pada rendahnya
hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas, diperlukan suatu
media yang dapat membangkitkan minat siswa dalam pembelajaran Matematika,
sehingga bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Upaya peningkatan minat dan
hasil belajar siswa ini dapat dilakukan dengan menggunakan media gambar pada
mata pelajaran Matematika.
Media gambar merupakan media yang cukup unik dimana
ia menggambarkan apa pemikiran lisan yang ditangkap oleh siswa. Selain itu
media gambar juga merupakan media yang sangat menarik terutama bagi siswa
sekolah dasar karena berisikan berbagai macam gambar yang beradu dengan
warna-warna menarik sehingga siswa akan lebih cepat menyerap materi pelajaran
dengan melihat media yang dipakai oleh guru dalam belajar mengajar, sehingga
siswa akan semakin tertarik dengan materi yang dibahas, oleh karena itu siswa
tidak akan merasa cepat bosan dalam menerima suatu materi yang disampaikan oleh
gurunya.
Berdasarkan fenomena
tersebut, penulis tertarik untuk membahas masalah mengenai “Pengaruh
penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa
kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang”.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat
diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut :
1. Masih
banyak guru – guru yang kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup
tentang media pembelajaran, khususnya media gambar.
2. Masih
kurang optimalnya penggunaan media gambar dalam pembelajaran.
3. Hasil
belajar siswa dan siswi kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang tergolong
rendah.
C.
Pembatasan
Masalah
Untuk itu penulis membatasi masalah pada beberapa
hal mengenai:
1. Pengertian
Media Pembelajaran
2. Pengertian
Media Gambar
3. Pengertian
Mata Pelajaran Matematika
4. Pengertian
Hasil Belajar
5. Pengaruh
penggunaan Media Gambar terhadap hasil belajar siswa
D.
Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah
di atas dapat dirumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah
yang dimaksud dengan media pembelajaran?
2. Apakah
defenisi dari media gambar?
3. Apakah
defenisi dari mata pelajaran Matematika?
4. Apakah
defenisi dari hasil belajar?
5. Bagaimana
pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas II pada
mata pelajaran Matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang?
E.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk
memenuhi tugas mata kuliah “Penelitian Pendidikan Kuantitatif”, selain itu juga
bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai pengaruh penggunaan media
gambar pada mata pelajaran Matematika.
F.
Manfaat
Penelitian
Adapula manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan karya
ilmiah ini adalah:
1. Bagi
Guru
Karya
ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan bagi guru tentang media gambar.
2. Bagi
Siswa
Karya
ilmiah ini dapat menjadikan siswa tidak cepat bosan dapat menyerap pelajaran
dengan baik.
BAB II
LANDASAN
A.
Kajian
Teori
1.
Media
Pembelajaran
Secara harfiah,
media berarti perantara atau pengantar. Sadiman (1993:6) mengemukakan bahwa
media adalah media atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam
bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Gerlach dan ely (1971) mengatakan, apabila dipahami secara
garis besar, maka media adalah manusia,materi atau kejadian yang membangun
suatu kondisi atau membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan,
atau sikap. Dalam pengertian ini, guru,buku teks, dan lingkungan sekolah
merupakan media.
Secara
lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat – alat grafis, fotografis, elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Berdasarkan
uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat
yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas
makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran
dengan lebih baik dan sempurna.
Menurut
Allen, terdapat sembilan kelompok media, yaitu: visual diam (gambar), film,
televisi, obyek tiga dimensi, rekaman, pelajaran terprogram, demonstrasi, buku
teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklarifikasikan, Allen juga
mengaitkan antara jenis media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan
belajar tertentu tetapi lemah untuk tujuan belajar yang lain.
2.
Media
Gambar
a.
Pengertian
Media Gambar
Gambar/ foto
adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum yang
dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Setiap ahli memberikan
pengertian yang berbeda terhadap media gambar, meskipun secara esensial
terhadap suatu kesamaan yakni sebagai alat bantu atau sarana yang digunakan
untuk membantu proses komunikasi pada saat kegiatan belajar mengajar
berlangsung.
Dalam
buku media intruksional edukatif dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan media
gambar adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses
belajar mengajar yang dapat berupa foto dan lukisan (Rohani, 1997: 21).
Sedangkan ahli lain mengatakan bahwa: “Media gambar adalah alat atau sarana
yang merupakan reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi yakni lukisan maupun
foto sebagai perantara dalam berkomunikasi dalam proses belajar mengajar”
(Nasution, 1992: 11).
Dari
pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar itu merupakan sarana
pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar yang
dapat berupa foto dan lukisan.
b.
Kelebihan
dan Kekurangan Media Gambar
Kelebihan
Media Gambar/ foto yaitu:
1.
Sifat kongkrit: gambar/ foto
kelihatannya realitis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media
verbal media.
2.
Gambar dapat mengatasi batas,
ruang dan waktu. Tidak semua benda objek atau pariwisata dapat dibawa ke kelas
dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/pariwisata tersebut.
3.
Media gambar/ foto
dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
4.
Foto dapat memperjelas suatu
masalah dalam bidang apa saja dan dalam tingkat usia berapa saja, sehingga
dapat mencegah dan membetulkan kesalahfahaman.
5.
Foto harganya murah dan gampang didapat
serta digunakan.
6.
Media gambar mudah dimanfaatkan di dalam
kegiatan belajar mengajar, tanpa memerlukan perlengkapan apa pun.
Kekurangan media
gambar, yaitu:
1.
Gambar atau foto hanya menekankan persepsi
indera mata.
2.
Gambar yang terlalu ribet/ terlalu kompleks
kurang efektif dalam kegiatan pembelajaran.
3.
Ukuran media gambar tidak cukup besar untuk
tujuan pengajaran kelompok besar.
c.
Karakteristik Media Gambar
Media
gambar adalah salah satu alat yang penting bagi pengajaran dan pendidikan. Oleh
sebab itu media gambar yang hendak dipergunakan hendaknya memenuhi karakteristik-karakteristik
tertentu, sehingga seorang guru akan memilih menggunakan serta memamfaatkan
media gambar tersebut secara efektivitas dan efisiensi.
Dalam
buku media intruksional edukatif bahwa karakteristik yang ada pada media gambar
adalah :
1)
Sederhana dan mudah dilihat,
2)
Warna-warna yang digunakan harus
menarik dan menambah kejelasan,
3)
Tidak terlalu banyak ragam dan
jenisnya (Rohani, 1997: 35)
Sedangkan
ahli lain mengatakan:
1)
Sederhana dan mudah pembuatannya.
2)
Relatif murah di tinjau dari segi
biaya.
3)
Dapat menarik perhatian peserta
didik. (Sadiman, 2007: 29).
Dari
kedua pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan media
gambar harus memiliki karakteristik sebagai berikut: Bentuknya sederhana dan
mudah dilihat, warna-warnanya dapat menarik para peserta didik, mudah digunakan
serta tidak terlalu banyak ragam jenisnya. Dengan demikian media bergambar
harus memenuhi karakteristik-karakteristik seperti tersebut di atas, sehingga
dapat memperlancar proses belajar.
d.
Manfaat
Media Gambar
Manfaat
yang dimiliki media gambar didalam proses belajar mengajar adalah sebagai
berikut:
a)
Media gambar dapat membantu
tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa,
b)
Media gambar dapat memberikan
pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan
siswa,
c)
Media gambar dapat memberikan
pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi
dan keragaman yang lebih banyak belajar (Hamalik, 1994: 25).
Ada
beberapa alasan media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa
berkaitan dengan mamfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa
antara lain:
1)
Pembelajaran akan lebih menarik
perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,
2)
Bahan pengajaran akan lebih jelas
maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa
dalam menguasai tujuan, pengajaran yang lebih baik,
3)
Siswa lebih banyak melakukan
kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga
aktifitas lain seperti: mengamati, melakukan, mendemonstarsikan dan lain-lain
(Sudjana dan Rifa’i, 1994: 24).
Dari
kedua pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa media gambar sangat
bermamfaat untuk menghindari terjadinya verbalisme, membangkitkan minat,
menimbulkan motivasi, menarik perhatian siswa,
dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran serta mengaktifkan siswa
dalam kegiatan belajar dan mengaktifkan pemberian ransangan untuk belajar.
e.
Penggunaan Media Gambar
Dari
uraian secara teoritis di atas, dapat disimpulkan bahwa media gambar berwarna
adalah alat bantu yang dipergunakan didalam pembelajaran Matematika untuk
mempermudah siswa dalam menerapkan pembelajaran.
Dengan
pemanfaatan media pembelajaran khususnya pada pembelajaran Matematika
memungkinkan timbulnya interaksi edukatif yang efektif antara guru dan siswa,
dan antara siswa dengan siswa. Hal ini dapat mempengaruhi proses belajar
mengajar menjadi lebih efektif dalam segala aktivitas belajar. Melalui
penggunaan media gambar anak dapat belajar lebih aktif.
3.
Matematika
Matematika
merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang
dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Dengan demikian, pelajaran
matematika tersusun sedemikian rupa sehingga pengertian terdahulu lebih
mendasari pengertian berikutnya. James dan James mengatakan bahwa matematika
adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, dan konsep – konsep yang
berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi
kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. Matematika tumbuh
dan berkembang karena proses berfikir, oleh karena itu logika adalah dasar
untuk terbentuknya matematika.
Berikut
ini beberapa defenisi atau pengertian matematika dari beberapa ahli yang
diungkapkan oleh Robert E. Reys. (1998:2) :
a. Matematika
adalah suatu studi atau kajian tentang pola dan hubungan.
b. Matematika
adalah suatu cara berfikir.
c. Matematika
adalah seni, digolongkan dengan tata urutan dan kejelasan di dalamnya.
d. Matematika
adalah suatu bahasa, menggunakan istilah dan simbol tertentu dengan hati –
hati.
e. Matematika
adalah suatu alat.
Berdasarkan
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah suatu ilmu yang
berhubungan tentang konsep – konsep dan struktur-struktur yang abstrak.
4.
Hasil
Belajar
Hasil adalah sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dsb) oleh usaha
;(Dedy Sugono, 2008:528). Sedangkan belajar sebagaimana telah diuraikan di atas
adalah proses perubahan tingkah laku, sehingga hasil belajar dapat diartikan
sebagai sesuatu yang diadakan oleh usaha merubah tingkah laku.
Menurut Sri Rumini, dkk
(1995:61) hasil belajar siswa merupakan kapasitas manuasia yang nampak dalam
tingkah laku. Tingkah laku yang dimaksud adalah tingkah laku siswa yang
ditampilkan berkaitan dengan hasil belajar dengan memberikan gambaran yang
lebih nyata, hal ini tentunya berkaitan dengan hasil dan proses di sekolah.
Sedangkan menurut Nana Sudjana (2006:22) hasil belajar siswa adalah kemampuan
yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.
Hasil
belajar adalah angka yang diperoleh siswa yang telah berhasil
menuntaskan konsep-konsep mata pelajaran sesuai dengan kriteria ketuntasan
minimal (KKM) yang ditetapkan sesuai
dengan kurikulum yang berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan
sebagai perubahan tingkah laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran.
Hasil belajar dapat diklasifikasikan
menjadi tiga ranah, yaitu ranah
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Prinsip
yang mendasari penilaian hasil belajar yaitu untuk memberi harapan bagi siswa
dan guru untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas dalam arti
siswa menjadi pembelajar yang efektif dan guru menjadi motivator yang baik.
Dalam kaitan dengan itu, guru dan pembelajar dapat menjadikan informasi hasil
penilaian sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah,
sehingga mereka dapat memperbaiki dan meningkatkan belajarnya (Rasyid, 2008 :
67).
Menurut
Sri Rumini, dkk (1995:61) hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu
faktor yang berasal dari individu yang sedang belajar, dan faktor yang berasal
dari luar diri individu. Faktor yang berasal dari dalam diri individu
dikelompokkan menjadi dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor psikis. Salah
satu faktor yang berasal dari luar diri individu adalah guru dan lingkungan
belajar.
B.
Hipotesis
Hipotesis merupakan
jawaban sementara yang harus di uji kebenarannya. Arikunto (2006 :71)
mengatakan bahwa hipotesis adalah jawaban
sementara terhadap permasalahan dalam penelitian ini yang kebenarannya harus diuji sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah :
HI
: ” Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai
media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran
matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”
H0 : ” Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap
hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar
Timur Padang.”
C.
Kerangka
Konseptual
|
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
|
|
Kelas Kontrol
|
|
Kelas Eksperimen
|
|
Pembelajaran
Menggunakan Media Gambar
|
|
Pembelajaran
Tanpa Menggunakan Media Gambar
|
|
Tes Hasil Belajar
|
|
Tes Hasil Belajar
|
|
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
|
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis
Penelitian
Penelitian ini termasuk
penelitian kuantitatif dengan meggunakan metode kuasi eksperimen. Jenis penelitian ini digunakan
sebagai perangkat penelitian untuk meneliti masalah tentang pengaruh penggunaan
media gambar sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II
pada mata pelajaran Matematika.
B.
Populasi
dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan
subjek penelitian dimana apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada
dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya juga disebut studi populasi atau
studi sensus. Penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga
dan subjeknya tidak terlalu banyak. (Arikunto, 2006 : 130 )
Berdasarkan pendapat di atas, maka
penentuan populasi dalam penelitian ini adalah siswa – siswi kelas II SDN 28 Air Tawar Timur
Padang yang berjumlah 33 orang.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari
populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang dimaksud dengan sampel adalah
sebagian wakil dari suatu populasi yang akan diteliti.
C.
Teknik
dan Alat Pengumpul Data
1. Teknik
Pengumpul Data
Salah
satu kegiatan dalam penelitian adalah menentukan cara mengukur variabel
penelitian dan alat pengumpulan data. Untuk mengukur variabel diperlukan
instrumen penelitian dan instrumen ini berfungsi untuk digunakan mengumpulkan
data. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode tes.
Metode
tes menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan sejumlah item
pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan
kepada subjek penelitian. Pada penelitian ini model tes digunakan untuk
mengumpulkan data mengenai hasil belajar siswa. Tes dalam penelitian ini
berbentuk tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda yang memuat beberapa
pertanyaan soal matematika yang berjumlah 40 butir soal.
2. Alat
Pengumpul Data
Alat
pengumpul data adalah suat alat yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan
data. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
soal tes, yang digunakan untuk melihat hasil belajar siswa.
D.
Jenis
Data dan Sumber Data
1. Jenis
Data
Jenis
data ada dua macam, yaitu :
1) Data
kualitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam kata – kata atau simbol.
2) Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk
angka-angka.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif yang berbentuk angka – angka berupa nilai siswa kelas II SDN 28 Air
Tawar Timur Padang.
2. Sumber
Data
Sumber
data yang diambil dalam penelitian ini diperoleh langsung dari siswa kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang.
E.
Teknik
Analisis Data
Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah perbedaan dua rata-rata nilai dengan
menggunakan uji t yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas
sampel.
1.
Uji
Normalitas
Uji normalitas digunakan
untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas
dilakukan dengan menggunakan teknik uji Liliefors.
Langkah-langkah nya adalah :
1) Urutkan
data dari yang paling kecil sampai yang paling besar
2) Tentukan
nilai rata-rata (X)
X =
3) Tentukan
simpangan baku (S)
4) Hitung
Zi untuk setiap data dengan menggunakan rumus :
Zi
5) Hitung
F(Zi) untuk setiap data yang sudah dibakukan tersebut (Zi) dengan mempedomani
nilai Z.
6) Hitung S
(Zi) setiap data dengan cara membagi nomor urut data dengan jumlah data.
kecuali jika ada dua data atau lebih mempunyai nilai yang sama, maka S (Zi)
sama. Yaitu nomor urut yang terakhir dari data yang sama itu dibagi dengan
jumlah data.
7) Hitung
selisih F (Zi) dengan S (Zi) untuk setiap data.
8) Lihat
Harga L hitung dibandingkan dengan harga L tabel.
Bila L Hitung < L tabel, berarti data berdistribusi normal.
2.
Uji
Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk
mengetahui apakah sampel berasal dari
kelompok yang homogen. Teknik yang akan digunakan dalam uji homogenitas ini
adalah uji Bartlett.
Langkah-langkahnya adalah :
1) Hitung
(dk) Long S2 seperti pada tabel dibawah ini :
Sampel ke
|
Dk
|
Si2
|
Log S2
|
(dk)Log S2
|
|
1
2
K
|
n1-1
n2-1
nk-1
|
1/(n1-1)
1/(n2-1)
1/(nk-1)
|
S12
S22
Sk2
|
Log S12
Log S22
Log Sk2
|
(n1-1) Log S12
(n2-1) Log S22
(nk-1) Log Sk2
|
Jumlah
|
-
|
-
|
2) Hitung
varians gabungan dari sampel dengan cara sebagai berikut :
S2 =
3) Hitung
Log dari S2 atau Log dari varian gabungan
4) Hitung
satuan B deengan rumus :
B = (Log s2)
ni-1)
5) Untuk
uji Barlett digunakan statistik Chi kuadrat dengan rumus:
χ2 = (L n 10) [ B-
ni-1) Log si2
]
L n 10 = 2,3026
logaritma asli dari bilangan 10
6) Bandingkan
hasil perhitungan χ2 hitung dengan tabel.
3.
Uji
Hipotesis
Pengujian ini dilakukan untuk
mengetahui seberapa besar perbedaan peningkatan hubungan sosial siswa antara
kelas kontrol dengan kelas eksperimen berdasarkan hasil tes yang telah
dilakukan sehingga dapat menunjukkan apakah hipotesis yang diajukan diterima
atau ditolak.
HI
: ” Terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai
media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran
matematika di SDN 28 Air Tawar Timur Padang.”
H0 : ” Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan dalam penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran terhadap
hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran matematika di SDN 28 Air Tawar
Timur Padang.”
Untuk menguji kedua hipotesis tersebut, dapat digunakan rumus
T-test sebagai berikut :
t =
keterangan :
t = Angka beda rata-rata X1-X2
X1 = Rata-rata kelompok eksperimen
X2 = Rata-rata kelompok kontrol
SD2=
Varians
SD = Standar Deviasi
N1 =
Jumlah kelompok eksperimen
N2 =
Jumlah kelompok kontrol
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Penelitian
Data yang dideskripsikan
dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu data tentang hasil belajar
siswa yang diajar dengan menggunakan media gambar disebut dengan kelompok
eksperimen dan data tentang hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa media
gambar disebut dengan kelompok kontrol. Untuk melihat nilai perbandingan hasil
belajar dapat dilihat pada tabel berikut ini.
1.
Deskripsi
Data
Tabel 1.
Deskripsi Data Belajar Matematika Siswa Kelas II dengan menggunakan Media
Gambar dan yang tidak menggunakan Media Gambar
Variabel
|
Menggunakan Media Gambar
|
Tanpa Menggunakan Media Gambar
|
N
|
33
|
33
|
Nilai Tertinggi
|
97
|
95
|
Nilai Terendah
|
55
|
48
|
Jumlah Nilai
|
2706
|
2440
|
Rata-rata
|
82.45
|
73.30
|
SD
|
9.91
|
13.83
|
Varians
|
98.20
|
191.27
|
1. Data Hasil Belajar Siswa
dengan Menggunakan Media Gambar
Data diperoleh dari hasil belajar
siswa kelas II SDN 28 Air Tawar Timur Padang Semester 2 Tahun Pelajaran
2013/2014. Jumlah siswa yang belajar dengan menggunakan media gambar yaitu 33
orang dalam satu kelas. Setelah diperoleh nilai hasil belajar tersebut, maka
terlihat bahwa nilai tertinggi yang berhasil dicapai siswa adalah 97 dan nilai
terendahnya adalah 55. Untuk lebih lengkapnya rentangan interval nilai hasil
belajar Matematika kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2. Data Frekuensi Hasil Belajar
Siswa Kelas Eksperimen pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II SDN 28 Air Tawar
Timur Padang
Kelas Interval
|
Titik Tengah
|
F
|
%
|
95 – 99
|
93
|
4
|
12.12%
|
90 – 94
|
88
|
4
|
12.12%
|
85 – 89
|
83
|
8
|
24.24%
|
80 – 84
|
78
|
4
|
12.12%
|
75 – 79
|
73
|
7
|
21.21%
|
70 – 74
|
68
|
3
|
9.09%
|
65 – 69
|
63
|
1
|
3.03%
|
60 – 64
|
58
|
1
|
3.03%
|
55 - 59
|
53
|
1
|
3.03%
|
Jumlah
|
33
|
100%
|
Dari tabel di atas terlihat bahwa kelas interval yang memiliki frekuensi absolute tertinggi adalah rentangan nilai 85-89. Selain itu dari keseluruhan skor yang diperoleh siswa dapat diketahui bahwa jumlah nilai yang berhasil dicapai adalah 2706 dengan nilai rata-rata 82.45 dan standar deviasi sebesar 9.91. Dari tabel di atas dapat dilihat interval nilai siswa yang memperoleh hasil belajar dengan nilai 55 sampai dengan nilai 97.
2. Data Hasil Belajar Siswa
tanpa menggunakan Media Gambar
Data hasil belajar siswa yang diperoleh dari kelas kontrol
tanpa menggunakan media gambar pada saat pembelajaran dengan jumlah siswa 33
orang. Dari hasil belajar yang dicapai siswa terlihat bahwa nilai tertinggi
adalah 95 dan nilai terendahnya adalah 48. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini.
Tabel 3. Data Frekuensi Hasil Belajar
Siswa Kelas Kontrol pada Mata Pelajaran Matematika Kelas II SDN 28 Air Tawar
Timur Padang
Kelas Interval
|
Titik Tengah
|
F
|
%
|
91-95
|
93
|
6
|
18.18%
|
86-90
|
88
|
2
|
6.06%
|
81-85
|
83
|
4
|
12.13%
|
76-80
|
78
|
2
|
6.06%
|
71-75
|
73
|
5
|
15.15%
|
66-70
|
68
|
1
|
3.03%
|
61-65
|
63
|
6
|
18.18%
|
56-60
|
58
|
5
|
15.15%
|
51-55
|
53
|
0
|
0%
|
46-50
|
48
|
2
|
6.06%
|
Jumlah
|
33
|
100 %
|
Dari tabel di atas terlihat bahwa kelas interval yang
memiliki frekuensi absolute tertinggi adalah rentangan nilai 91-95 dan 61-65.
Selain itu dari keseluruhan skor yang diperoleh siswa dapat diketahui bahwa
jumlah nilai yang berhasil dicapai adalah 2440 dengan nilai rata-rata 73.30 dan
standar deviasi sebesar 13.83. Dari tabel di atas dapat dilihat interval nilai
siswa yang memperoleh hasil belajar dengan nilai 48 sampai dengan nilai 95.
B.
Analisis
Data
Untuk menarik kesimpulan dari hasil penelitian, dilakukan uji
hipotesis dengan menggunakan uji t, tetapi sebelumnya dilakukan uji normalitas
dan uji homogenitas.
1.
Uji
Persyaratan Data
a. Uji
Normalitas
Uji normalitas digunakan
untuk mengetahui apakah data sampel berdistribusi normal atau tidak. Untuk
menguji normalitas maka digunakan uji Liliefors.
Jika Lhitung >
Ltabel maka data berdistribusi tidak normal.
Jika Lhitung <
Ltabel maka data berdistribusi normal.
Berdasarkan perhitungan
pengujian yang dilakukan dengan Liliefors terhadap kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol ditemukan hasil bahwa kelas eksperimen mempunyai Lhitung 0.0708
sedangkan Ltabel dengan n=33 adalah 0.1544 untuk taraf signifikan α
0,05. Ini berarti bahwa Lhitung < Ltabel yaitu 0.0708
< 0.1544. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk kelas eksperimen
data berasal dari kelompok yang berdistribusi normal.
Pada kelas kontrol ditemukan
bahwa hasil untuk Lhitung 0.1196 dan untuk Ltabel dengan
n=33 adalah 0.1544 untuk taraf signifikan α 0,05. Ini berarti bahwa Lhitung
< Ltabel yaitu 0.1196 < 0.1544. Dari data tersebut dapat
disimpulkan bahwa untuk kelas kontrol data berasal dari kelompok yang
berdistribusi normal.
Tabel 4.
Hasil Perhitungan Pengujian Liliefors Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
No
|
Kelompok
|
N
|
Lhitung
|
Ltabel
|
Keterangan
|
1
|
Eksperimen
|
33
|
0.0708
|
0.1544
|
Normal
|
2
|
Kontrol
|
33
|
0.1196
|
0.1544
|
Normal
|
b. Uji
Homogenitas
Pengujian homogenitas
menggunakan Uji Barlett. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data
berasal dari kelompok yang homogen, antara kelas eksperimen dengan kelas
kontrol.
Jika chi kuadrat hitung <
chi kuadrat tabel maka data berasal dari kelompok yang homogen.
Jika chi kuadrat hitung >
chi kuadrat tabel maka data berasal dari kelompok yang tidak homogen.
Tabel 5.
Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Kelas
|
Α
|
χ2 hitung
|
χ² tabel
|
Kesimpulan
|
Eksperimen
|
0,05
|
3.499
|
3.841
|
Homogen
|
Kontrol
|
Dari tabel di atas terlihat
bahwa χ2 hitung kelas
eksperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari χ² tabel yaitu 3.499 < 3.841, berarti kelas
eksperimen dan kelas kontrol memiliki varians yang homogen.
2.
Uji
Hipotesis
Setelah uji
normalitas dan uji homogenitas kemudian dilanjutkan dengan pengujian t-test.
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan untuk nilai kedua
kedua kelompok.
Jika thitung < ttabel berarti tidak
terdapat perbedaan yang signifikan.
Jika thitung > ttabel berarti terdapat
perbedaan yang signifikan.
Berikut ini akan digambarkan pengolahan data
dengan t-test :
Tabel 6. Data Hasil Perhitungan Nilai
Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Aspek
|
Kelas Eksperimen
|
Kelas Kontrol
|
N
|
33
|
33
|
82.45
|
73.30
|
|
SD2
|
98.20
|
191.27
|
Perhitungannya
:
t =
t =
t =
t =
t =
t = 3.0419
df = (N1 – 1) + (N2 – 1) = (33 – 1)
+ (33 – 1) = 64
ttabel
untuk α 0,05 dengan df sebesar 64 adalah 1.980
Untuk menguji hipotesis digunakan t-test. Dari hasil uji
hipotesis dengan menggunakan t-test diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 7. Hasil Pengujian dengan t-test
No
|
Kelompok
|
Hasil Rata-rata Kelas
|
t hitung
|
t tabel
α 0,05
|
1
|
Eksperimen
|
82.45
|
3.0419
|
1.980
|
2
|
Kontrol
|
73.30
|
Hasil perhitungan t-test diperoleh thitung sebesar 3.0419sedangkan ttabel 1.980. Dengan demikian thitung > ttabel
yaitu 3.0419 > 1.980. Jadi hipotesis pertama yang menyatakan hasil
belajar kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar kelompok
kontrol (dapat dibuktikan). Hipotesis kedua tentang pengujian signifikansi perbedaan
dengan uji t diperoleh thitung 3.0419 sedangkan ttabel
1.980 (thitung > ttabel) berarti terdapat perbedaan
secara signifikan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hasil
analisis tersebut di atas menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media gambar
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di SDN 28 Air Tawar
Timur Padang.
C.
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis
data yang telah diperoleh, dikemukakan bahwa hasil belajar siswa kelas
eksperimen mempunyai perbedaan yang signifikan dengan hasil belajar siswa kelas
kontrol yang belajar tanpa menggunakan media gambar pada taraf kepercayaan 5%.
Hal ini dapat diketahui
dari uraian deskripsi data dan analisis data di atas, terlihat angka rata-rata
yang diperoleh menunjukkan bahwa kelas yang belajar dengan menggunakan media
gambar tinggi hasil belajarnya dari kelas yang belajar dengan tanpa menggunakan
media gambar.
Berdasarkan
hasil tes akhir siswa berupa soal tes yang diberikan kepada kelas eksperimen
dan kelas kontrol, diperoleh hasil bahwa di kelas eksperimen siswa yang
mendapat nilai di atas 75 adalah 27 orang dan siswa yang mendapat nilai dibawah
75 berjumlah 6 orang. Sedangkan pada kelas kontrol siswa yang memperoleh nilai
di atas 75 berjumlah 18 orang dan siswa yang memperoleh nilai di bawah 75
berjumlah 15 orang. Dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan
yaitu 75, sehingga siswa yang mencapai nilai di bawah 75 belum mencapai
ketuntasan dalam belajar. Dan hasil pembelajaran kelas eksperimen diperoleh rata-rata
belajar siswa 82.45 dengan nilai tertinggi 97 dan nilai terendah 55. Sedangkan
hasil belajar kelas kontrol diperoleh rata-rata belajar siswa 73.30 dengan
nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 48.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat
disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dalam pembelajaran Matematika siswa
kelas II di SDN 28 Air Tawar Timur Padang berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Hal ini terlihat dari nilai rata – rata kelas eksperimen yang lebih
tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis
yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
B.
Saran
Dari kesimpulan di atas, penulis ingin mengemukakan saran, antara
lain :
1. karena
penggunaan media gambar dapat meningkatkan minat, motivasi, dan aktivitas
belajar siswa, ada baiknya setiap guru SD dapat menjadikan media gambar sebagai
sebuah media alternatif yang baik dalam pembelajaran di kelas.
2. Untuk
dapat mencapai hasil belajar siswa yang diinginkan, ada baiknya setiap guru SD
dapat mengombinasikan berbagai metode pembelajaran dengan Media Gambar yang
digunakan. Hal ini, disebabkan penggunaan media gambar belum menjamin
keberhasilan belajar siswa jika digunakan sebagai satu-satunya alternatif.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto.
“Media Pembelajaran: Peranannya Sangat
Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran”. Yogyakarta: Penerbit Gava
Media, 2010.
Kustandi,
Cecep dan Sutjipto, Bambang. “Media
Pembelajaran: Manual dan Digital”. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2011.
Rohani,
Ahmad. “Media Intruksional Edukatif”.
Cetakan Pertama. Jakarta: Penerbit PT Rineka Cipta, 1997.
Sadiman,
Arief, dkk. “Media Pendidikan:
Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya”. Cetakan ke-16. Jakarta:
Penerbit Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada, 2012.
Syafril.
2010. Statistika. Padang : FIP UNP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar