Selasa, 24 Maret 2015

Evaluasi Pembelajaran

EVALUASI PEMBELAJARAN
LAPORAN PERENCANAAN, PEMBUATAN, PELAKSANAAN
DAN ANALISIS SOAL



LogoUNP1-300x300









DISUSUN OLEH :
                  EMHA MARTITAH HAQ       (1204698)


DOSEN PEMBIMBING:
DRS. SYAFRIL, M.PD


KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2014




KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan EVALUASI PEMBELAJARAN yang berjudul “Laporan Perencanaan, Pembuatan, Pelaksanaan Dan Analisis Soal” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk melengkapi tugas-tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran dan memaparkan perencanaan, pembuatan, pelaksanaan dan analisis soal uji coba yang telah diujikan.
Ucapan terima kasih diucapkan kepada Bapak Drs. Syafril, M.Pd selaku dosen mata kuliah Evaluasi Pembelajaran yang telah memberikan bimbingan dan arahan, beserta kepala sekolah SD Negeri 28 Air Tawar Timur, Ibu Efiana Rosita M. Pd dan Ibu Riski Purnama Sari, S.Pd yang telah bersedia memberikan izin dan arahan untuk melaksanakan uji coba soal dan teman-teman sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat waktu.
Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan penyampaian dalam laporan ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita.
Padang,      April  2014

                                                                                                            
             Penulis                       




                                                                                
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................            i
DAFTAR ISI................................................................................................           ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................           1
A.    Perencanaan Tes.................................................................................           2
B.     Pembuatan Tes...................................................................................           3
C.     Pelaksanaan Tes.................................................................................           3
BAB II ANALISIS BUTIR SOAL............................................................           4
A.    Indeks Kesukaran..............................................................................           4
B.     Daya Pembeda...................................................................................           5
C.     Efektivitas Distraktor........................................................................           6
D.    Pembahasan dan Perbaikan Soal........................................................           7
BAB III ANALISIS PERSYARATAN TES............................................           8
A.    Validitas.............................................................................................           8
B.     Reliabilitas.........................................................................................           9
BAB IV SIMPULAN..................................................................................         11
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kisi Kisi
Lampiran 2 Soal Uji Coba
Lampiran 3 Kunci Jawaban
Lampiran 4 Lembar Jawaban
Lampiran 5 Surat Rekomendasi
Lampiran 6 Foto Pelaksanaan
Lampiran 7 Hasil Uji Coba
Lampiran 8 Indeks Kesukaran
Lampiran 9 Analisis Daya Pembeda
Lampiran 10 Efektifitas Distraktor
Lampiran 11 Rekap Analisis Butir Soal
Lampiran 12 Tabel  Analisis Persyaratan Validitas Soal
Lampiran 13Tabel Analisis Persyaratan Reliabiltas Soal





BAB I
PENDAHULUAN

Komponen dalam pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Proses belajar mengajar termasuk penguasaan materi selalu akan berorientasi kepada tujuan pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak, baru akan terjawab setelah diadakan evaluasi dengan persyaratan memperhatikan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran. Evaluasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh evaluator terhadap suatu peristiwa atau kejadian. Alat yang digunakan sebagai sarana untuk menentukan nilai adalah tes. Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan pendidikan dan pembelajaran saat itu.
Tes sebagai alat evaluasi dalam pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengukur prestasi hasil belajar siswa, tes yang baik perlu memperhatikan tingkat kesukaran soal, daya beda soal, efektifitas distraktor dan reliabilitas tes. Sesuai dengan perkembangan dalam dunia pendidikan maka alat evaluasi yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat itu. Begitu juga kualitas dari alat evaluasi diharapkan harus memperhatikan tingkat kesukaran soal, daya beda soal, efektifitas distraktor dan reliabilitas soal. Oleh karena itu, soal-soal kompetensi sistem starter dan pengisian sebagai salah satu alat evaluasi harus diketahui bagaimanakah kualitas soalsoalnya.
Pada penelitian ini peneliti mengembangkan soal-soal tes pilihan ganda atau tes objektif matematika kelas II SD di SDN 28 Air Tawar Timur. Tes objektif  adalah tes yang semua informasi yang diperlukan peserta tes untuk memberikan respon telah disediakan oleh penyusun tes, sehingga peserta tes tinggal memilihnya. Jawaban yang berupa pilihan bersifat deterministik, sehingga hanya ada dua kemungkinan kebenaran jawaban – benar atau salah. Tes objektif yang telah diuji cobakan selama 2 jam pelajaran dengan banyak soal sebanyak 40 buah soal.
Dalam pembuatan tes ini banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari tahap perencanaan, pembuatan dan sampai pada akhirnya tes tersebut dilaksanakan. Sekarang kita akan membahas tahap-tahapan tersebut.

A.      Perencanaan Tes
Dalam langkah perencanaan tes ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan. Ada pun langkah-langkahnya yaitu:
1.    Menentukan Atau Merumuskan Tujuan Tes
Merumuskan tujuan tes sangatlah penting, sebab tanpa tujuan yang jelas tes yang kita buat akan berjalan tanpa arah dan akhirnya mengakibatkan tes tersebut kehilangan arti dan fungsinya. Sebelum membuat sebuah tes, kita harus mengetahui tes jenis apa dan untuk tujuan apa tes tersebut kita buat.
2.    Mengidentifikasi Hasil-Hasil Belajar (Learning Outcomes) Yang Akan Diukur Dengan Tes Itu
3.    Menentukan Atau Menandai Hasil - Hasil Belajar Yang Spesifik
4.    Merinci Mata Pelajaran Atau Bahan Pelajaran Yang Akan Diukur Dengan Tes Itu
Dalam merinci mata pelajaran, maka mahasiswa selaku peneliti beerjasama dengan SD Negeri 28 Air Tawar Timur khususnya guru Kelas II dengan melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan meminta silabus dan buku sebagai acuan dalam menentukan materi-materi yang akan diuji cobakan.
5.    Menyiapkan Tabel Spesifikasi
Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut.  Tabel spesifikasi ini dilampirkan pada lampiran 1.
6.    Menggunakan Tabel Spesifikasi Tersebut Sebagai Dasar Penyusunan Tes



B.       Pembuatan Tes
Setelah dibuat table spesifikasi dan kisi-kisi soal,  maka selanjutnya adalah langkah pembuatan soal yang akan diujikan, sesuai dengan table spesifikasi, kisi-kisi soal dan materi yang ada dapat dibuat soal yang akan dilampirkan pada lampiran 1 dan ada lembar jawaban pada lampiran 4, serta kunci jawaban pada lampiran 3. Soal yang telah dibuat dan telah diuji cobakan dilampirkan pada lampiran 2.
C.      Pelaksanaan Tes
Soal tes yang telah selesai dibuat diuji cobakan pada tanggal 20 Maret 2014 kepada murid kelas II SDN 28 Air Tawar Timur. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba ini adalah sebanyak 33 orang, tes ini dilakukan dengan tujuan untuk latihan praktek pada mata kuliah evaluasi pembelajaran dan melihat sejauh mana ingatan dan penguasaan murid tentang mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Setelah saya melakukan tes uji coba ini, saya melampirkan bukti dokumentasi pada lampiran 6 dan surat dari kepala sekolah SD Negeri 28 Air Tawar Timur yang menyatakan bahwa telah melaksanakan observasi di sekolah tersebut pada lampiran 5.
Selain itu dalam pelaksanaan tes hasil belajar ini, peneliti yang juga sebagai penguji telah mendapatkan banyak sekali bantuan dari pihak sekolah, termasuk guru kelas 2 yakni Ibu Riski Purnama Sari, S.Pd dan juga mendapatkan banyak masukan dari kepala sekolah Ibu Efiana Rosita M. Pd dan berbagai pihak sekolah yang bersangkutan. Selain itu, bimbingan juga terus dilakukan oleh Bapak Drs.Syafril, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Evaluasi Pembelajaran sehingga peneliti tidak sampai menyimpang dari batasan-batasan yang berlaku.





BAB II
ANALISIS BUTIR SOAL

A.      Indeks Kesukaran
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00 - 1,00 (Aiken (1994: 66). Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu. Perhitungan indeks kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Rumusnya adalah seperti berikut ini (Nitko, 1996: 310).
Rounded Rectangle: Tingkat Kesukaran (P) = Jumlah Siswa yang Menjawab Benar Butir Soal
    Jumlah Siswa yang Mengikuti Tes
 



Rounded Rectangle: P 0,00 - 0,30 soal tergolong sukar
P 0,31 - 0,70 soal tergolong sedang
P 0,71 - 1,00 soal tergolong mudah

Klasifikasi tingkat kesukaran soal dapat dicontohkan seperti berikut ini.



Dalam konstruksi tes, tingkat kesukaran butir soal sangat penting karena tingkat kesukaran butir dapat: (1) mempengaruhi karakteristik distribusi skor (mempengaruhi bentuk dan penyebaran skor tes atau jumlah soal dan korelasi antarsoal), (2) berhubungan dengan reliabilitas. Menurut koefisien alfa clan KR-20, semakin tinggi korelasi antar soal, semakin tinggi reliabilitas.
Perhitungan indeks kesukaran pada jawaban hasil tes ujicoba ini dalam bentuk tabel dapat dilihat pada halaman lampiran 8.
B.     Daya Pembeda
 Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan siswa yang tidak/ kurang/ belum menguasai materi yang ditanyakan. Manfaat daya pembeda butir soal adalah seperti berikut ini.
1)     Untuk meningkatkan mutu setiap butir soal melalui data empiriknya. Berdasarkan indeks daya pembeda, setiap butir soal dapat diketahui apakah butir soal itu baik, direvisi, atau ditolak.
2)     Untuk mengetahui seberapa jauh setiap butir soal dapat mendeteksi/ membedakan kemampuan siswa, yaitu siswa yang telah memahami atau belum memahami materi yang diajarkan guru.
Indeks daya pembeda setiap butir soal biasanya juga dinyatakan dalam bentuk proporsi. Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang bersangkutan membedakan siswa yang telah memahami materi dengan peserta didik yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal, maka semakin kuat/baik soal itu. Jika daya pembeda negatif (<0) berarti lebih banyak kelompok bawah (peserta didik yang tidak memahami materi) menjawab benar soal dibanding dengan kelompok atas (peserta didik yang memahami materi yang diajarkan guru).
Text Box: D=B_A/J_A  - B_B/J_B = PA-PB

Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.

Text Box: Ket: 
1. BA : Banyak peserta kelompok atas yang menjawab soal itu   dengan benar.
2. BB : Banyak Peserta Kelompok Bawah yang menjawab soal itu dengan benar.
3. JA : Banyak peserta kelompok atas.
4. JB : Banyak peserta kelompok bawah.
 




Kelompok atas dan kelompok bawah diperoleh dengan terlebih dahulu merangking peserta berdasarkan skor yang diperoleh. Kemudian 27% dari siswa yang memperoleh skor tertinggi diambil sebagai kelompok atas, dan 27% dari siswa yang memperoleh skor terendah diambil sebagai kelompok bawah.
Mengingat peserta tes pada uji coba sebanyak 33 orang maka kelompok atas dan kelompok bawah masing-masing diambil 27% x 33 = 8.91 dibulatkan menjadi 9 orang.
Klasifikasi daya pembeda:
Text Box: 1. D :  0,00-0,20: jelek (poor)
2. D :  0,21-0,40: cukup (satistifactory)
3. D :  0,41-0,70: baik (good)
4. D :  0,71-1,00: baik sekali (excellent)
5. D : negative, semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negative sebaiknya dibuang saja.

6. 
 




Perhitungan daya pembeda pada jawaban hasil tes ujicoba ini dalam bentuk  tabel dapat dilihat pada halaman lampiran 9.

C.    Efektivitas Distraktor
Distraktor adalah suatu pola yang menggambarkan bagaimana peserta tes menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada setiap butir item. Pengecoh (distractor), bertujuan untuk mengecoh mereka yang kurang mampu (tidak tahu) untuk dibedakan dengan yang mampu (lebih tahu).
Distraktor sudah berfungsi dengan baik jika sudah dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes (p > 5%) dan jika kurang atau sama dengan 5% (p ≤ 5%) berarti distraktor tidak berfungsi dengan baik. Mengingat jumlah peserta tes adalah 33 orang. Maka pengecoh dikatakan baik apabila dipilih oleh minimal 5% x 33 = 1.65 dibulatkan menjadi 2.
Jadi, soal uji coba ini memiliki distraktor yang baik apabila dipilih minimal oleh 2 orang.
Suatu distractor dapat diperlakukan dengan tiga cara:
1.        Diterima, karena sudah baik.
2.        Ditolak, karena tidak baik.
3.        Ditulis kembali karena kurang baik.
Tabel analisis distraktor ini dilampirkan pada halaman lampiran 10.

D.    Pembahasan dan Perbaikan Soal
Soal-soal yang telah diujikan masih banyak perlu perbaikan, karena soal-soal tersebut masih banyak yang belum sesuai dengan kriteria soal yang baik.
Hal ini terlihat dari taraf kesukaran soal yang bisa dikatakan rata-rata rendah. Sedangkan sesuai dengan klasifikasinya soal yang dianggap baik adalah soal yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah.
Tidak hanya dari taraf kesukaran hal ini juga terlihatpada daya pembeda yang kebanyakan berada pada kategori jelek dan cukup.
Dilihat dari segi efektifitas distraktor pun, masih banyak distraktor yang tidak berfungsi seperti yang terlihat pada halaman lampiran 10. Karena sebuah distraktor dianggap berfungsi apabila dipilih oleh minimal 5% dari peserta tes.
Untuk mempermudah dalam melihat analisis butir soal, dalam laporan ini di lampirkan tabel rekap analisis butir soal, yang memuat indeks kesukaran, daya pembeda dan efektifitas distraktor. Lampiran ini dilampirkan pada halaman lampiran 11.












BAB III
ANALISIS PERSYARATAN TES

A.           Validitas
Validitas adalah suatu alat ukur yang mengukur objek yang seharusnya diukur dengan kriteria tertentu. Sebuah tes dapat dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Secaragaris besar terdapat dua macam validitas, yaitu validitas logis dan validitas empiris.
Cara mengetahui validitas alat ukur dapat dilakukan dengan rumus korelasi product moment. Rumus korelasi product moment ada dua macam yaitu:
a.         Korelasi product moment dengan simpangan
Dimana:
= koefisien korelasi antara varabel X dan Y, dua variable yang dikorelasikan (dan )
= jumlah perkalian x dan y
x2= kuadrat x
y2      = kuadrat y
b.        Korelasi product momentdengan angka kasar
Rumus-Korelasi
Untuk menentukan hasil dari tes kita yang lakukan apakah valid atau tidak. Maka kita dapat melakukan penafsiran dengan dua cara, yaitu:
1.             Dengan melihat harga r dan diinterpretasikan misalnya tinggi, cukup, dan sebagainya.
2.             Dengan berkonsultasi ke tabel harga kritik r product momentsehingga dapat diketahui signifikan tidaknya korelasi.
Pengujian validitas dari hasil uji coba dilampirkan pada halaman lampiran 12 dengan menggunakan perbandingan pada nilai Ulangan Harian 1 dan Ulagan Harian 2 sesuai dengan data yang didapatkan dari sekolah pada waktu melakukan uji coba soal.

B.            Reliabilitas
Reliabilitas tes berhubungan dengan konsistensi hasil pengukuran, yaitu seberapa konsisten skor dari satu pengukuran ke pengukuran berikutnya. Reliabilitas dinyatakan dengan koefisien reliabilitas yaitu koefisien korelasi yang menujukkan derajat hubungan antara dua hasil pengukuran yang diperoleh dari instrument atau prosedur yang sama.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menguji reliabilitas diantaranya:
a.              Metode Bentuk Paralel
b.             Metode Tes Ulang
c.              Metode Belah Dua (Split-Half Method)
Dalam menggunakan metode ini kita menggunakan rumus Spearmen-Brown:
Dimana:
  =Korelasi antara skor-skor setiap belahan
=Koefisien reliabilitas yang dilampirkan





d.             Menggunakan rumus Alpha
                              
http://adekusnadi.files.wordpress.com/2012/10/rumus-varians.png?w=630http://adekusnadi.files.wordpress.com/2012/10/rumus-reliabilitas.png?w=630

Pengujian reliabilitas dari hasil uji coba dilampirkan pada halaman lampiran 13.
























BAB IV
SIMPULAN

Berdasarkan tes uji coba yang dilakukan di SD Negeri 28 Air Tawar Timur, Padang, maka kesimpulan dari evaluasi ini adalah:
1.             Tes yang diujikan adalah soal objektif berbentuk pilihan ganda empat option yang terdiri dari 40 butir soal. Soal ini disusun sesuai dengan lingkup dan materi pokok bahasan yang telah dipelajari dikelas II SD pada mata pelajaran matematika
2.             Uji coba dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2014,  kepada murid kelas II SDN 28 Air Tawar Timur,Padang. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba ini adalah sebanyak 33 orang.
3.             Hasil dari tes tersebut menunjukkan, bahwa soal yang di yang diujikan valid dan reliable.
4.             Dari soal yang telah diuji dan dilakukan penilaian masih banyak perbaikan yang harus dilakukan karena soal masih belum memenuhi syarat sebuah soal yang baik.





KISI KISI SOAL MATEMATIKA
KELAS 2 ( DUA )

Sekolah                       : SDN 28 Air Tawar Timur                                                                                     Jumlah soal                  : 40 soal
Kelas                           : 2 ( Dua )                                                                                                                   Bentuk soal                  : Pilihan Ganda
Semester                     : II ( Dua )                                                                                                                  Waktu                                    : 90 menit
Mata pelajaran          : Matematika                                                                                                            
Penyusun                   : Emha Martitah Haq ( 1204698 )

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI AJAR
C1 (50%)
C2 (30%)
C3 (20%)
NO. SOAL
JUMLAH
1.      Perkalian Bilangan













2.      Pembagian Bilangan Dua Angka












3.      Mengubah Bentuk Perkalian ke Bentuk Pembagian




4.      Menghitung Secara Cepat Perkalian dan Pembagian oleh Bilangan 2









5.      Operasi Hitung Campuran









6.      Memecahkan Masalah Sehari – hari yang Melibatkan Operasi Hitung Campuran
1.1  Mengenal Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang




1.2  Fakta Perkalian Bilangan





2.1  Mengenal
Pembagian sebagai Pengurangan Berulang




2.2  Fakta Pembagian Bilangan




3.1    Mengubah Bentuk Perkalian ke Bentuk Pembagian




4.1  Perkalian dengan Bilangan 2




4.2  Pembagian dengan Bilangan 2





5.1   Aturan Pengerjaan Operasi Hitung Campuran







6.1  Memecahkan Masalah Sehari – hari yang Melibatkan Operasi Hitungan Campuran

1.1.1        Siswa mampu menghitung perkalian dengan cara penjumlahan berulang

1.2.1           Siswa dapat mengingat perkalian dengan cara membilang loncat pada garis bilangan

2.1.1        Siswa mampu menghitung pembagian dengan cara pegurangan berulang

2.2.1       Siswa dapat mengigat pembagian dengan cara pengelompokkan

3.1.1        Siswa mampu mengubah bentuk perkalian ke bentuk pembagian

4.1.1        Siswa mampu melakukan perkalian dengan bilangan 2

4.2.1       Siswa mampu melakukan pembagian dengan bilangan 2

5.1.1        Siswa mampu menyelesaikan soal pemecahan hitungan campuran sesuai aturan yang ditetapkan


6.1.1        Siswa mampu menyelasaikan soal – soal pemecahan masalah yang melibatkan operasi hitungan campuran
Perkalian dan Pembagian Bilangan
3






2






2







1





2






3





2




















2






3






2







1





2



















4












1





















4

























5









1










3, 4, 7, 8, 9, 32





1, 2, 5, 6, 11






10, 14, 15,  34






12, 13, 17, 18, 24, 30




16, 19, 29, 31





36, 23, 20





37, 21






22, 25, 26, 27, 28, 33, 38, 39, 40







35


6






5






4







6





4






3





2






9









1








Keterangan :
C1 (Pengetahuan) =  
C2 (Pemahaman) =
C3 (Penerapan/aplikasi ) =






SOAL UJI COBA TES
SDN 28 AIR TAWAR TIMUR

Mata Pelajaran    : Matematika                          Hari/ Tanggal: Kamis/ 20 Maret 2014
Kelas/ Semester  : 2/ II                                      Waktu             : 90 menit

Berilah tanda silang ( X ) pada huruf A, B, atau C pada lembar jawaban yang telah disediakan!
 



1.                   X                 =
Bentuk perkalian dari gambar di atas adalah. . .
a.    3 x 3 
b.    2 x 3
c.    4 x 3
d.    6 x 3
2.    3 x 5 = b,                    b=. . .
a.    8
b.    15
c.    9
d.    18
3.    4 x 3  sama artinya dengan. . .
a.    4+4+4+4
b.    4+4+4+3
c.    3+3+3
d.    3+3+3+3



4.                           X                       =                         X       
Berdasarkan gambar di atas 3 x 3 = . .
a.    6
b.    3
c.    9
d.    12
5.    10 x 3 = . . .
a.    10
b.    30
c.    13
d.    20
6.     

   0              6              12                      18
6 x 3 = n,          n = . . .
a.    18
b.    6
c.    12
d.    0

7.    5 + 5 + 5 = 3 x 5 = . . .
a.    5
b.    10
c.    15
d.    8
8.                                                                             X                 = . . .

Berdasarkan gambar di atas, 4 x 4 = . . .
a.    16
b.    4
c.    12
d.    8
9.    Ibu membuat 10 kue tiap hari. Berapa jumlah kue yang dibuat Ibu dalam seminggu ?
a.    100
b.    70
c.    60
d.    50
10.   24 : 8 = 24 – 8 – 8 – 8 = 0
Ada 3 kali pengurangan sampai habis.
Jadi, 24 : 8 = . . .
a.    1
b.    2
c.    3
d.   

4x6
 

4 x 7
 

5 x 6
 

9 x 3
 
4
11.  
A               B             C              D
Operasi hitung perkalian yang nilainya paling kecil adalah . . .
a.    A
b.    B
c.    C
d.    D
12.                         
:                 
Hasil pembagian dari gambar di atas adalah . . . .
a.    12
b.    3
c.    4
d.    9
13.                            Bintang – bintang di
                           samping akan dibagikan
                           pada 5 anak sama
                           banyak.
Tiap anak mendapatkan . . .
a.    3 bintang
b.    4 bintang
c.    5 bintang
d.    6 bintang
14.   36 : 3 = . . .
a.    9
b.    10
c.    11
d.    12
15.    16 : 4 = . . .
a.    2
b.    3
c.    4
d.    5
16.  9 x 4 = 36
 36 : 4 = . . .
a.    8
b.    9
c.    10
d.    11

17.   10 : 5 = 10 – 5 – 5 = 0
Bilangan di atas membuktikan bahwa pembagian adalah. . .
a.    Penjumlahan berulang
b.    Pengurangan berulang
c.    Pembagian berulang
d.    Perkalian berulang
18. Sebuah kardus dapat diisi oleh 4 buah bola. Jika terdapat 16 bola, maka dibutuhkan . . .
a.    6 buah kardus
b.    5 buah kardus
c.    3 buah kardus
d.    4 buah kardus
19.   15 x 5 = 75
   75 : 5 = . . .
a.    13
b.    14
c.    15
d.    16
20.   10 x 2 = . . .
a.    12
b.    30
c.    20
d.    8
21.   14 : 2 = . . .
a.    16
b.    7
c.    8
d.    12
22.   15 –  2 X 3  = . . .
a.    9
b.    39
c.    5
d.    10
23.   18 x 2 = . . .
a.    22
b.    9
c.    20
d.    36
24. Ani mempunyai 30 permen, Ani membagi 2 permennya dengan Budi. Maka masing – masing mempunyai . . .
a.    13 permen
b.    14 permen
c.    15 permen
d.    16 permen
25. Anisa mempunyai kue sebanyak 15 buah, kemudian dibelikan ayah 7 buah. Setelah itu diberikan kepada adiknya sebanyak 8 biji. Sisa kue Anisa jumlahnya ada . . . .
a.22
b.    14
c.    32
d.    30
26.   32 – ( 16 x 2 ) = . . .
a.    0
b.    1
c.    2
d.    32
27.   38 – ( 20 : 5 ) = . . .
a.    14
b.    24
c.    34
d.    44



28. Ibu membagi 30 kue kepada Citra, Ilfan, dan Farah sama banyak. Sebelumnya Citra sudah memiliki 5 kue. Jadi, jumlah kue Citra sekarang adalah . . .
a.    15
b.    25
c.    10
d.    35
29.   10 x 5 = 50. Jika diubah ke bentuk pembagian menjadi . . .
a.    50 : 10 = 5
b.    50 : 5 = 10
c.    10 : 5 = 50
d.    5 : 10 = 50
30. Di kelas terdapat 28 siswa. Mereka akan membentuk 7 kelompok belajar sama banyak. Jadi, banyak siswa di tiap kelompok belajar adalah . . .
a.    35
b.    21
c.    5
d.    4
31. 32 : 8 = 4. Jika diubah ke bentuk perkalian menjadi . . .
a.    8 x 4 = 32
b.    32 x 4 = 8
c.    32 x 8 = 4
d.    4 x 32 = 4
32.   6 + 6 + 6 sama artinya dengan . . .
a.    3 x 3
b.    6 x 6
c.    3 x 2
d.    6 x 3

33. Di sebuah ruangan terdapat 10 baris kursi. Tiap baris terdiri dari 4 kursi. Sebanyak 2 kursi tidak dapat dipakai karena rusak. Berapa kursi yang masih bisa dipakai ?
a.    83
b.    38
c.    42
d.    18
34.   49 : 7 = k, maka k adalah . . .
a.    8
b.    9
c.    7
d.    6
35. Sebuah mobil mempunyai 4 roda. Berapa banyak roda yang dipunyai 5 mobil?
a.    14
b.    12
c.    8
d.    20
36.   17 x 2 = . . .
a.    32
b.    15
c.    34
d.    19
37.   50 : 2 = . . .
a.    25
b.    48
c.    20
d.    52
38.  20 + ( 5 x 5 ) = . . .
a.    25
b.    30
c.    45
d.    20

39. Rani mempunyai 50 buku. Buku tersebut diberikan kepada Sari dan Rudi masing - masing 6 buku. Berapa sisa buku Rani?
a.    56
b.    38
c.    44
d.    40
40. Bu Guru membagikan 30 buku pelajaran kepada 6 siswa sama banyak. Salah satu siswa yang menjadi juara pertama diberi tambahan 3 buku lagi. Berapa buku yang diterima oleh siswa yang menjadi juara pertama ?
a.    5
b.    9
c.    7

d.    8







KUNCI JAWABAN


1.    A
2.    B
3.    D
4.    C
5.    B
6.    A
7.    C
8.    A
9.    B
10. C



11. D
12. B
13. A
14. D
15. C
16. B
17. B
18. D
19. C
20. C



21. B
22. A
23. D
24. C
25. B
26. A
27. C
28. A
29. BONUS
30. D



31. A
32. D
33. B
34. C
35. D
36. C
37. A
38. C
39. B
40. D









 LEMBAR JAWABAN
Nama          :
Kelas :
Berilah tanda silang ( X ) pada jawaban pada huruf A, B, atau C !


1
A
B
C
D
2
A
B
C
D
3
A
B
C
D
4
A
B
C
D
5
A
B
C
D
6
A
B
C
D
7
A
B
C
D
8
A
B
C
D
9
A
B
C
D
10
A
B
C
D
11
A
B
C
D
12
A
B
C
D
13
A
B
C
D
14
A
B
C
D
15
A
B
C
D
16
A
B
C
D
17
A
B
C
D
18
A
B
C
D
19
A
B
C
D
20
A
B
C
D

21
A
B
C
D
22
A
B
C
D
23
A
B
C
D
24
A
B
C
D
25
A
B
C
D
26
A
B
C
D
27
A
B
C
D
28
A
B
C
D
29
A
B
C
D
30
A
B
C
D
31
A
B
C
D
32
A
B
C
D
33
A
B
C
D
34
A
B
C
D
35
A
B
C
D
36
A
B
C
D
37
A
B
C
D
38
A
B
C
D
39
A
B
C
D
40
A
B
C
D























Tidak ada komentar:

Posting Komentar