EVALUASI PEMBELAJARAN
LAPORAN
PERENCANAAN, PEMBUATAN, PELAKSANAAN
DAN
ANALISIS SOAL

DISUSUN
OLEH :
EMHA MARTITAH HAQ (1204698)
DOSEN
PEMBIMBING:
DRS. SYAFRIL, M.PD
KURIKULUM
DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2014
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah Swt.
atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan laporan
EVALUASI PEMBELAJARAN yang
berjudul “Laporan Perencanaan, Pembuatan,
Pelaksanaan Dan Analisis Soal” sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Adapun
tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk melengkapi tugas-tugas mata kuliah
Evaluasi Pembelajaran dan memaparkan perencanaan,
pembuatan, pelaksanaan dan analisis soal uji
coba yang telah diujikan.
Ucapan
terima kasih diucapkan kepada Bapak Drs. Syafril, M.Pd selaku dosen
mata kuliah Evaluasi Pembelajaran yang telah memberikan bimbingan dan arahan,
beserta kepala sekolah SD Negeri 28 Air Tawar Timur, Ibu Efiana Rosita M. Pd
dan Ibu Riski Purnama Sari, S.Pd yang telah bersedia
memberikan izin dan arahan untuk melaksanakan uji coba soal dan
teman-teman sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat waktu.
Penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan
dan penyampaian dalam laporan ini. Selanjutnya penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat
bagi kita.
Padang, April
2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1
A. Perencanaan Tes................................................................................. 2
B. Pembuatan Tes................................................................................... 3
C. Pelaksanaan Tes................................................................................. 3
BAB II ANALISIS
BUTIR SOAL............................................................ 4
A. Indeks Kesukaran.............................................................................. 4
B. Daya Pembeda................................................................................... 5
C. Efektivitas Distraktor........................................................................ 6
D. Pembahasan dan Perbaikan Soal........................................................ 7
BAB III ANALISIS
PERSYARATAN TES............................................ 8
A. Validitas............................................................................................. 8
B. Reliabilitas......................................................................................... 9
BAB IV
SIMPULAN.................................................................................. 11
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kisi – Kisi
Lampiran 2 Soal Uji Coba
Lampiran 3 Kunci Jawaban
Lampiran 4 Lembar Jawaban
Lampiran 5 Surat Rekomendasi
Lampiran 6 Foto Pelaksanaan
Lampiran 7 Hasil Uji Coba
Lampiran 8 Indeks Kesukaran
Lampiran 9 Analisis Daya Pembeda
Lampiran 10 Efektifitas Distraktor
Lampiran 11 Rekap Analisis Butir Soal
Lampiran 12 Tabel Analisis Persyaratan Validitas Soal
Lampiran 13Tabel Analisis Persyaratan Reliabiltas
Soal
BAB
I
PENDAHULUAN
Komponen dalam pembelajaran yang meliputi tujuan
pembelajaran, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran merupakan kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Proses belajar mengajar termasuk penguasaan materi
selalu akan berorientasi kepada tujuan pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran
tercapai atau tidak, baru akan terjawab setelah diadakan evaluasi dengan persyaratan
memperhatikan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran. Evaluasi merupakan
suatu tindakan yang dilakukan oleh evaluator terhadap suatu peristiwa atau kejadian.
Alat yang digunakan sebagai sarana untuk menentukan nilai adalah tes. Tes pada umumnya
digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar
kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan pendidikan
dan pembelajaran saat itu.
Tes sebagai alat evaluasi dalam pendidikan mempunyai
peranan yang sangat penting dalam mengukur prestasi hasil belajar siswa, tes
yang baik perlu memperhatikan tingkat kesukaran soal, daya beda soal,
efektifitas distraktor dan reliabilitas tes. Sesuai dengan perkembangan dalam
dunia pendidikan maka alat evaluasi yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum
yang berlaku saat itu. Begitu juga kualitas dari alat evaluasi diharapkan harus
memperhatikan tingkat kesukaran soal, daya beda soal, efektifitas distraktor
dan reliabilitas soal. Oleh karena itu, soal-soal kompetensi sistem starter dan
pengisian sebagai salah satu alat evaluasi harus diketahui bagaimanakah
kualitas soalsoalnya.
Pada penelitian ini peneliti mengembangkan soal-soal
tes pilihan ganda atau tes objektif
matematika kelas II SD di SDN 28 Air Tawar Timur. Tes
objektif adalah tes yang semua
informasi yang diperlukan peserta tes untuk memberikan respon telah disediakan
oleh penyusun tes, sehingga peserta tes tinggal memilihnya. Jawaban yang berupa
pilihan bersifat deterministik, sehingga hanya ada dua kemungkinan kebenaran
jawaban – benar atau salah. Tes
objektif yang telah diuji cobakan selama 2 jam pelajaran dengan banyak soal
sebanyak 40 buah soal.
Dalam pembuatan tes ini banyak hal yang harus
diperhatikan, mulai dari tahap perencanaan, pembuatan dan sampai pada akhirnya
tes tersebut dilaksanakan. Sekarang kita akan membahas tahap-tahapan tersebut.
A.
Perencanaan
Tes
Dalam
langkah perencanaan tes ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan. Ada pun
langkah-langkahnya yaitu:
1.
Menentukan Atau Merumuskan Tujuan
Tes
Merumuskan tujuan tes sangatlah penting, sebab tanpa
tujuan yang jelas tes yang kita buat akan berjalan tanpa arah dan akhirnya
mengakibatkan tes tersebut kehilangan arti dan fungsinya. Sebelum membuat sebuah
tes, kita harus mengetahui tes jenis apa dan untuk tujuan apa tes tersebut kita
buat.
2.
Mengidentifikasi Hasil-Hasil Belajar
(Learning Outcomes) Yang Akan Diukur Dengan Tes Itu
3.
Menentukan Atau Menandai Hasil - Hasil
Belajar Yang Spesifik
4.
Merinci Mata Pelajaran Atau Bahan
Pelajaran Yang Akan Diukur Dengan Tes Itu
Dalam merinci mata pelajaran, maka mahasiswa selaku
peneliti beerjasama dengan SD Negeri 28 Air Tawar Timur khususnya guru Kelas II dengan
melakukan tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari dan meminta silabus
dan buku sebagai acuan dalam menentukan materi-materi yang akan diuji cobakan.
5.
Menyiapkan Tabel Spesifikasi
Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi,
aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Tabel spesifikasi ini dilampirkan pada
lampiran 1.
6.
Menggunakan Tabel Spesifikasi
Tersebut Sebagai Dasar Penyusunan Tes
B.
Pembuatan
Tes
Setelah dibuat table spesifikasi dan kisi-kisi soal, maka selanjutnya adalah langkah pembuatan soal yang akan diujikan, sesuai dengan table spesifikasi, kisi-kisi soal dan materi yang ada dapat dibuat soal yang akan dilampirkan pada lampiran 1 dan
ada lembar jawaban pada lampiran 4, serta kunci jawaban pada lampiran 3. Soal
yang telah dibuat dan telah diuji cobakan dilampirkan pada lampiran 2.
C.
Pelaksanaan
Tes
Soal
tes yang telah selesai dibuat diuji cobakan pada tanggal 20 Maret 2014 kepada murid kelas II SDN 28 Air
Tawar Timur. Jumlah siswa yang
mengikuti uji coba ini adalah sebanyak 33 orang, tes ini dilakukan dengan tujuan untuk latihan
praktek pada mata kuliah evaluasi pembelajaran dan melihat sejauh mana
ingatan dan penguasaan murid tentang mata pelajaran yang telah dipelajarinya.
Setelah saya melakukan tes uji coba ini, saya melampirkan bukti dokumentasi
pada lampiran 6 dan surat dari kepala sekolah SD Negeri 28 Air Tawar Timur
yang menyatakan bahwa telah melaksanakan observasi di sekolah tersebut pada lampiran 5.
Selain itu dalam
pelaksanaan tes hasil belajar ini, peneliti yang juga sebagai penguji
telah mendapatkan banyak sekali bantuan dari pihak sekolah, termasuk guru kelas
2 yakni Ibu Riski Purnama Sari, S.Pd dan juga mendapatkan
banyak masukan dari kepala sekolah Ibu Efiana Rosita M. Pd dan berbagai pihak
sekolah yang bersangkutan. Selain itu, bimbingan juga terus dilakukan oleh
Bapak Drs.Syafril, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Evaluasi Pembelajaran sehingga
peneliti tidak sampai menyimpang dari batasan-batasan yang berlaku.
BAB
II
ANALISIS
BUTIR SOAL
A.
Indeks
Kesukaran
Tingkat
kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat
kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks tingkat
kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya
berkisar 0,00 - 1,00 (Aiken (1994: 66). Semakin besar indeks tingkat kesukaran
yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu. Perhitungan
indeks kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Rumusnya adalah seperti
berikut ini (Nitko, 1996: 310).
![]() |
Klasifikasi tingkat kesukaran soal dapat dicontohkan seperti berikut ini.
Dalam
konstruksi tes, tingkat kesukaran butir soal sangat penting karena tingkat
kesukaran butir dapat: (1) mempengaruhi karakteristik distribusi skor
(mempengaruhi bentuk dan penyebaran skor tes atau jumlah soal dan korelasi
antarsoal), (2) berhubungan dengan reliabilitas. Menurut koefisien alfa clan
KR-20, semakin tinggi korelasi antar soal, semakin tinggi reliabilitas.
Perhitungan indeks kesukaran pada jawaban hasil tes ujicoba ini dalam
bentuk tabel dapat dilihat pada halaman lampiran 8.
B.
Daya
Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dapat membedakan antara
siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dan siswa yang tidak/ kurang/ belum menguasai materi yang ditanyakan. Manfaat daya pembeda butir soal
adalah seperti berikut ini.
1)
Untuk meningkatkan mutu setiap butir soal melalui data empiriknya.
Berdasarkan indeks daya pembeda, setiap butir soal dapat diketahui apakah butir
soal itu baik, direvisi, atau ditolak.
2)
Untuk mengetahui seberapa jauh setiap butir soal dapat mendeteksi/ membedakan kemampuan siswa, yaitu siswa yang telah
memahami atau belum memahami materi yang diajarkan guru.
Indeks daya
pembeda setiap butir soal biasanya juga dinyatakan dalam bentuk proporsi.
Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang
bersangkutan membedakan siswa yang telah memahami materi dengan peserta didik
yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai
dengan +1,00. Semakin tinggi daya pembeda suatu soal, maka semakin kuat/baik
soal itu. Jika daya pembeda negatif (<0) berarti lebih banyak kelompok bawah
(peserta didik yang tidak memahami materi) menjawab benar soal dibanding dengan
kelompok atas (peserta didik yang memahami materi yang diajarkan guru).
Untuk mengetahui daya pembeda soal bentuk pilihan
ganda adalah dengan menggunakan rumus berikut ini.![]() |
Kelompok
atas dan kelompok bawah diperoleh dengan
terlebih dahulu merangking peserta berdasarkan skor yang diperoleh. Kemudian
27% dari siswa yang memperoleh skor tertinggi diambil sebagai kelompok atas, dan 27% dari siswa
yang memperoleh skor terendah diambil sebagai kelompok bawah.
Mengingat
peserta tes pada uji coba sebanyak 33
orang maka kelompok atas
dan kelompok bawah
masing-masing diambil 27% x 33
= 8.91 dibulatkan menjadi 9 orang.
Klasifikasi
daya pembeda:
Perhitungan daya pembeda pada jawaban hasil tes ujicoba ini dalam
bentuk tabel dapat dilihat pada halaman
lampiran 9.
C.
Efektivitas
Distraktor
Distraktor adalah suatu pola
yang menggambarkan bagaimana peserta tes menentukan pilihan jawabannya terhadap
kemungkinan-kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada setiap butir item.
Pengecoh (distractor), bertujuan untuk mengecoh mereka yang kurang mampu
(tidak tahu) untuk dibedakan dengan yang mampu (lebih tahu).
Distraktor sudah berfungsi
dengan baik jika sudah dipilih oleh lebih dari 5% pengikut tes (p > 5%) dan
jika kurang atau sama dengan 5% (p ≤ 5%) berarti distraktor tidak berfungsi
dengan baik. Mengingat jumlah peserta tes adalah 33 orang. Maka pengecoh
dikatakan baik apabila dipilih oleh minimal 5% x
33 = 1.65 dibulatkan menjadi 2.
Jadi, soal uji coba ini memiliki distraktor
yang baik apabila dipilih minimal oleh 2 orang.
Suatu distractor dapat diperlakukan dengan tiga
cara:
1.
Diterima, karena sudah
baik.
2.
Ditolak, karena tidak
baik.
3.
Ditulis kembali karena
kurang baik.
Tabel
analisis distraktor ini dilampirkan pada halaman lampiran 10.
D.
Pembahasan
dan Perbaikan Soal
Soal-soal yang telah diujikan masih banyak perlu
perbaikan, karena soal-soal tersebut masih banyak yang belum sesuai dengan
kriteria soal yang baik.
Hal ini terlihat dari taraf kesukaran soal yang bisa
dikatakan rata-rata rendah. Sedangkan sesuai dengan klasifikasinya soal yang
dianggap baik adalah soal yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah.
Tidak hanya dari taraf kesukaran hal ini juga
terlihatpada daya pembeda yang kebanyakan berada pada kategori jelek dan cukup.
Dilihat dari segi efektifitas distraktor pun, masih
banyak distraktor yang tidak berfungsi seperti yang terlihat pada halaman
lampiran 10. Karena sebuah distraktor dianggap berfungsi apabila dipilih oleh
minimal 5% dari peserta tes.
Untuk
mempermudah dalam melihat analisis butir soal, dalam laporan ini di lampirkan
tabel rekap analisis butir soal, yang memuat indeks kesukaran, daya pembeda dan
efektifitas distraktor. Lampiran ini dilampirkan pada halaman lampiran 11.
BAB III
ANALISIS PERSYARATAN
TES
A.
Validitas
Validitas adalah suatu alat ukur yang mengukur objek yang seharusnya diukur dengan kriteria tertentu. Sebuah
tes dapat dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak
diukur. Secaragaris besar terdapat dua macam validitas, yaitu validitas logis
dan validitas empiris.
Cara
mengetahui validitas alat ukur dapat dilakukan dengan rumus korelasi product moment. Rumus korelasi product moment ada dua macam yaitu:
a.
Korelasi product moment dengan simpangan

Dimana:
x2= kuadrat
x
y2 = kuadrat y
b.
Korelasi product momentdengan angka kasar

Untuk
menentukan hasil dari tes kita yang lakukan apakah valid atau tidak. Maka kita
dapat melakukan penafsiran dengan dua cara, yaitu:
1.
Dengan melihat harga r
dan diinterpretasikan misalnya tinggi, cukup, dan sebagainya.
2.
Dengan berkonsultasi ke
tabel harga kritik r product momentsehingga
dapat diketahui signifikan tidaknya korelasi.
Pengujian
validitas dari hasil uji coba dilampirkan pada halaman lampiran 12 dengan
menggunakan perbandingan pada nilai Ulangan
Harian 1 dan Ulagan Harian 2 sesuai dengan data yang
didapatkan dari sekolah pada waktu melakukan uji coba soal.
B.
Reliabilitas
Reliabilitas
tes berhubungan dengan konsistensi hasil pengukuran, yaitu seberapa konsisten
skor dari satu pengukuran ke pengukuran berikutnya. Reliabilitas dinyatakan
dengan koefisien reliabilitas yaitu koefisien korelasi yang menujukkan derajat
hubungan antara dua hasil pengukuran yang diperoleh dari instrument atau
prosedur yang sama.
Banyak
cara yang dapat dilakukan untuk menguji reliabilitas diantaranya:
a.
Metode Bentuk Paralel
b.
Metode Tes Ulang
c.
Metode Belah Dua
(Split-Half Method)
Dalam
menggunakan metode ini kita menggunakan rumus Spearmen-Brown:

Dimana:
d.
Menggunakan rumus Alpha


BAB IV
SIMPULAN
Berdasarkan tes uji coba yang dilakukan di SD Negeri
28 Air Tawar Timur, Padang, maka kesimpulan dari evaluasi ini adalah:
1.
Tes yang diujikan adalah soal objektif berbentuk
pilihan ganda empat option yang terdiri dari 40 butir
soal. Soal ini disusun sesuai dengan lingkup dan
materi pokok bahasan yang telah dipelajari dikelas II SD pada mata pelajaran
matematika
2.
Uji coba dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2014, kepada murid kelas II SDN 28 Air Tawar Timur,Padang. Jumlah siswa yang mengikuti uji
coba ini adalah sebanyak 33
orang.
3.
Hasil
dari tes tersebut menunjukkan, bahwa soal yang di yang diujikan valid dan
reliable.
4.
Dari
soal yang telah diuji dan dilakukan penilaian masih banyak perbaikan yang harus
dilakukan karena soal masih belum memenuhi syarat sebuah soal yang baik.
KISI – KISI SOAL MATEMATIKA
KELAS 2 ( DUA
)
Sekolah : SDN 28 Air Tawar Timur
Jumlah soal : 40 soal
Kelas : 2 ( Dua )
Bentuk
soal : Pilihan Ganda
Semester :
II ( Dua ) Waktu : 90 menit
Mata pelajaran :
Matematika
Penyusun :
Emha
Martitah Haq ( 1204698 )
STANDAR
KOMPETENSI
|
KOMPETENSI
DASAR
|
INDIKATOR
|
MATERI AJAR
|
C1 (50%)
|
C2 (30%)
|
C3 (20%)
|
NO. SOAL
|
JUMLAH
|
1.
Perkalian
Bilangan
2.
Pembagian
Bilangan Dua Angka
3.
Mengubah
Bentuk Perkalian ke Bentuk Pembagian
4.
Menghitung
Secara Cepat Perkalian dan Pembagian oleh Bilangan 2
5.
Operasi
Hitung Campuran
6.
Memecahkan
Masalah Sehari – hari yang Melibatkan Operasi Hitung Campuran
|
1.1 Mengenal Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang
1.2 Fakta Perkalian Bilangan
2.1 Mengenal
Pembagian sebagai Pengurangan Berulang
2.2 Fakta Pembagian Bilangan
3.1 Mengubah Bentuk
Perkalian ke Bentuk Pembagian
4.1 Perkalian dengan Bilangan 2
4.2 Pembagian dengan Bilangan 2
5.1 Aturan
Pengerjaan Operasi Hitung Campuran
6.1 Memecahkan Masalah Sehari – hari yang Melibatkan
Operasi Hitungan Campuran
|
1.1.1
Siswa mampu
menghitung perkalian dengan cara penjumlahan berulang
1.2.1
Siswa dapat
mengingat perkalian dengan cara membilang loncat pada garis bilangan
2.1.1
Siswa mampu
menghitung pembagian dengan cara pegurangan berulang
2.2.1
Siswa dapat
mengigat pembagian dengan cara pengelompokkan
3.1.1
Siswa mampu
mengubah bentuk perkalian ke bentuk pembagian
4.1.1
Siswa mampu
melakukan perkalian dengan bilangan 2
4.2.1
Siswa mampu
melakukan pembagian dengan bilangan 2
5.1.1
Siswa mampu
menyelesaikan soal pemecahan hitungan campuran sesuai aturan yang ditetapkan
6.1.1
Siswa mampu
menyelasaikan soal – soal pemecahan masalah yang melibatkan operasi hitungan
campuran
|
Perkalian dan
Pembagian Bilangan
|
3
2
2
1
2
3
2
|
2
3
2
1
2
4
|
1
4
5
1
|
3, 4, 7, 8, 9, 32
1, 2, 5, 6, 11
10, 14, 15, 34
12, 13, 17, 18, 24, 30
16, 19, 29, 31
36, 23, 20
37, 21
22, 25, 26, 27, 28, 33, 38, 39, 40
35
|
6
5
4
6
4
3
2
9
1
|
Keterangan :
C1 (Pengetahuan) =
C2 (Pemahaman) =
C3 (Penerapan/aplikasi ) =
SOAL
UJI COBA TES
SDN
28 AIR TAWAR TIMUR
Mata
Pelajaran : Matematika Hari/ Tanggal: Kamis/
20 Maret 2014
Kelas/
Semester : 2/ II Waktu : 90 menit
Berilah tanda silang ( X ) pada huruf A, B,
atau C pada lembar jawaban yang telah disediakan!
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
1. X =
Bentuk perkalian dari gambar di atas adalah.
. .
a. 3 x
3
b. 2 x
3
c. 4 x
3
d. 6 x
3
2. 3 x
5 = b, b=. . .
a. 8
b. 15
c. 9
d. 18
3. 4 x
3 sama artinya dengan. . .
a. 4+4+4+4
b. 4+4+4+3
c. 3+3+3
d. 3+3+3+3
4. X = X
Berdasarkan
gambar di atas 3 x 3 = . .
a. 6
b. 3
c. 9
d. 12
5. 10
x 3 = . . .
a. 10
b. 30
c. 13
d. 20

6.
0 6
12 18
6 x 3 = n, n
= . . .
a. 18
b. 6
c. 12
d. 0
7. 5 +
5 + 5 = 3 x 5 = . . .
a. 5
b. 10
c. 15
d. 8
8. 
X
= . . .

X
= . . .
Berdasarkan gambar di atas, 4 x 4 = . . .
a. 16
b. 4
c. 12
d. 8
9. Ibu
membuat 10 kue tiap hari. Berapa jumlah kue yang dibuat Ibu dalam seminggu ?
a. 100
b. 70
c. 60
d. 50
10. 24 : 8 = 24 – 8 – 8 – 8 = 0
Ada 3 kali pengurangan sampai habis.
Jadi, 24 : 8 = . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d.
|
|
|
|
4
11.
A B C D
Operasi hitung perkalian yang nilainya
paling kecil adalah . . .
a. A
b. B
c. C
d. D
12. 






Hasil pembagian dari gambar di atas adalah . . . .
a.
12
b.
3
c.
4
d.
9
13. 






Bintang – bintang di
samping akan dibagikan
pada 5 anak sama
banyak.
samping akan dibagikan
pada 5 anak sama
banyak.
Tiap anak mendapatkan . . .
a. 3 bintang
b. 4
bintang
c. 5
bintang
d. 6
bintang
14. 36 : 3 = . . .
a. 9
b. 10
c. 11
d. 12
15. 16 : 4 = . . .
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
16. 9 x 4 = 36
36 :
4 = . . .
a. 8
b. 9
c. 10
d. 11
17. 10 : 5 = 10 – 5 – 5 = 0
Bilangan di atas membuktikan bahwa pembagian
adalah. . .
a. Penjumlahan
berulang
b. Pengurangan
berulang
c. Pembagian
berulang
d. Perkalian
berulang
18. Sebuah
kardus dapat diisi oleh 4 buah bola. Jika terdapat 16 bola, maka dibutuhkan . .
.
a. 6
buah kardus
b. 5
buah kardus
c. 3
buah kardus
d. 4
buah kardus
19. 15 x 5 = 75
75
: 5 = . . .
a. 13
b. 14
c. 15
d. 16
20. 10 x 2 = . . .
a. 12
b. 30
c. 20
d. 8
21. 14 : 2 = . . .
a. 16
b. 7
c. 8
d. 12
22. 15 – 2
X 3 = . . .
a. 9
b. 39
c. 5
d. 10
23. 18 x 2 = . . .
a. 22
b. 9
c. 20
d. 36
24. Ani
mempunyai 30 permen, Ani membagi 2 permennya dengan Budi. Maka masing – masing
mempunyai . . .
a. 13
permen
b. 14
permen
c. 15
permen
d. 16
permen
25. Anisa mempunyai kue sebanyak 15 buah, kemudian dibelikan ayah 7
buah. Setelah itu diberikan kepada adiknya sebanyak 8 biji. Sisa kue Anisa
jumlahnya ada . . . .
a.22
b. 14
c. 32
d. 30
26. 32 – ( 16 x 2 ) = . . .
a. 0
b. 1
c. 2
d. 32
27. 38 – ( 20 : 5 ) = . . .
a. 14
b. 24
c. 34
d. 44
28. Ibu
membagi 30 kue kepada Citra, Ilfan, dan Farah sama banyak. Sebelumnya Citra
sudah memiliki 5 kue. Jadi, jumlah kue Citra sekarang adalah . . .
a. 15
b. 25
c. 10
d. 35
29. 10 x 5 = 50. Jika
diubah ke bentuk pembagian menjadi . . .
a. 50 : 10 = 5
b. 50 : 5 = 10
c. 10 : 5 = 50
d. 5 : 10 = 50
30. Di
kelas terdapat 28 siswa. Mereka akan membentuk 7 kelompok belajar sama banyak.
Jadi, banyak siswa di tiap kelompok belajar adalah . . .
a. 35
b. 21
c. 5
d. 4
31.
32 : 8 = 4. Jika diubah ke bentuk perkalian menjadi . . .
a. 8 x 4 = 32
b. 32 x 4 = 8
c. 32 x 8 = 4
d. 4 x 32 = 4
32. 6 + 6 + 6 sama artinya
dengan . . .
a. 3 x 3
b. 6 x 6
c. 3 x 2
d. 6 x 3
33. Di
sebuah ruangan terdapat 10 baris kursi. Tiap baris terdiri dari 4 kursi.
Sebanyak 2 kursi tidak dapat dipakai karena rusak. Berapa kursi yang masih bisa
dipakai ?
a. 83
b. 38
c. 42
d. 18
34. 49 : 7 = k, maka k adalah . . .
a. 8
b. 9
c. 7
d. 6
35. Sebuah
mobil mempunyai 4 roda. Berapa banyak roda yang dipunyai 5 mobil?
a. 14
b. 12
c. 8
d. 20
36. 17 x 2 = . . .
a. 32
b. 15
c. 34
d. 19
37. 50 : 2 = . . .
a. 25
b. 48
c. 20
d. 52
38. 20 + ( 5 x 5 ) = . . .
a. 25
b. 30
c. 45
d. 20
39. Rani
mempunyai 50 buku. Buku tersebut diberikan kepada Sari dan Rudi masing - masing
6 buku. Berapa sisa buku Rani?
a. 56
b. 38
c. 44
d. 40
40. Bu
Guru membagikan 30 buku pelajaran kepada 6 siswa sama banyak. Salah satu siswa
yang menjadi juara pertama diberi tambahan 3 buku lagi. Berapa buku yang diterima
oleh siswa yang menjadi juara pertama ?
a. 5
b. 9
c. 7
d. 8
KUNCI
JAWABAN
1. A
2. B
3. D
4. C
5. B
6. A
7. C
8. A
9. B
10. C
11. D
12. B
13. A
14. D
15. C
16. B
17. B
18. D
19. C
20. C
21. B
22. A
23. D
24. C
25. B
26. A
27. C
28. A
29. BONUS
30. D
31. A
32. D
33. B
34. C
35. D
36. C
37. A
38. C
39. B
40. D
LEMBAR
JAWABAN
Nama :
Kelas :
Berilah
tanda silang ( X ) pada jawaban pada huruf A, B, atau C !
1
|
A
|
B
|
C
|
D
|
2
|
A
|
B
|
C
|
D
|
3
|
A
|
B
|
C
|
D
|
4
|
A
|
B
|
C
|
D
|
5
|
A
|
B
|
C
|
D
|
6
|
A
|
B
|
C
|
D
|
7
|
A
|
B
|
C
|
D
|
8
|
A
|
B
|
C
|
D
|
9
|
A
|
B
|
C
|
D
|
10
|
A
|
B
|
C
|
D
|
11
|
A
|
B
|
C
|
D
|
12
|
A
|
B
|
C
|
D
|
13
|
A
|
B
|
C
|
D
|
14
|
A
|
B
|
C
|
D
|
15
|
A
|
B
|
C
|
D
|
16
|
A
|
B
|
C
|
D
|
17
|
A
|
B
|
C
|
D
|
18
|
A
|
B
|
C
|
D
|
19
|
A
|
B
|
C
|
D
|
20
|
A
|
B
|
C
|
D
|
21
|
A
|
B
|
C
|
D
|
22
|
A
|
B
|
C
|
D
|
23
|
A
|
B
|
C
|
D
|
24
|
A
|
B
|
C
|
D
|
25
|
A
|
B
|
C
|
D
|
26
|
A
|
B
|
C
|
D
|
27
|
A
|
B
|
C
|
D
|
28
|
A
|
B
|
C
|
D
|
29
|
A
|
B
|
C
|
D
|
30
|
A
|
B
|
C
|
D
|
31
|
A
|
B
|
C
|
D
|
32
|
A
|
B
|
C
|
D
|
33
|
A
|
B
|
C
|
D
|
34
|
A
|
B
|
C
|
D
|
35
|
A
|
B
|
C
|
D
|
36
|
A
|
B
|
C
|
D
|
37
|
A
|
B
|
C
|
D
|
38
|
A
|
B
|
C
|
D
|
39
|
A
|
B
|
C
|
D
|
40
|
A
|
B
|
C
|
D
|





Tidak ada komentar:
Posting Komentar